Ratusan Petani di Tujuh Kampung Dapat Ilmu Kemitraan Tebu SGC

Selasa, 30 September 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANGBAWANG (dinamik.id) – Guna mengatasi keterpurukan ekonomi yang dialami para petani akibat turunnya harga singkong, Sugar Group Companies (SGC) mengajak petani bermitra menanam tebu.

Untuk tujuan itu, SGC gencar melakukan sosialisasi program kemitraan tebu dengan para petani yang selama ini menanam singkong di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung.

Setelah sebelumnya diadakan di enam titik, Senin (29/9), giliran Kampung Gunung Tapa Ilir, Kecamatan Gedungmeneng, Kabupaten Tulang Bawang menjadi titik ke-7 (tujuh) sosialisasi kemitraan tebu SGC dengan petani.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan SGC, Ir Sulis Prapto di hadapan petani calon mitra, Badan Permusywaratan Kampung, para Kepala Kampung, para Muyawarah Pimpinan Kecamatan, dan juga pejabat Kabupaten Tulang Bawang seperti Kepala Kampung Gunung Tapa Ilir Yudi Saputra, dan Camat Gedungmeneng Andi Irawan mengatakan, kerja sama kemitraan tebu antara SGC dan petani harus saling menguntungkan.

Baca Juga :  KOPITU Tandatangani MoU dengan Produsen Drama Korea, Promosikan Produk UKM Indonesia

“Kemitraan yang ditawarkan adalah untuk jangka waktu 10 tahun. Program ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani,” ungkap Sulis.

Selain menjamin kepastian pasar, SGC juga berkomitmen meningkatkan kapasitas petani melalui seminar dan bimbingan teknis.

Menurut Sulis, jangka waktu kemitraan ini selama 10 tahun atau 10 musim giling dan bisa diperpanjang supaya tidak ada perasaan was-was bahwa tebunya tidak dibeli.

“Pasti dibeli dengan harga ideal. Kenapa jangka waktunya 10 tahun, supaya petani bisa menikmati, sekali tanam empat kali panen,” kata Sulis.

Baca Juga :  SGC Hadir Memberi Solusi Keterpurukan Ekonomi Petani Lampung Melalui Kemitraan Tebu

Direktur SGC, Sofwan Hadi mengatakan, misi utama SGC dalam kemitraan tebu dengan petani adalah menolong petani di saat harga singkong, komoditi yang mereka tanam saat ini, harganya anjlok.

Sofwan meyakinkan para petani bahwa akses transportasi bukan menjadi kendala. “Selama ini mereka kan sudah tanam singkong. Akses kendaraan ya lewat jalan yang mereka lalui sebelumnya. Lokasi kemitraan tebu kan bukan di lahan baru, tapi di lahan yang sebelumnya mereka tanami singkong,” kata Sofwan.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Tulang Bawang, Nur Hasanah memberi kabar gembira bahwa para petani yang bermitra menanam tebu bisa mendapatkan pupuk subsidi.

Baca Juga :  PTPN VII Unit Talopino Kejar Produktivitas TBS 28 Ton/Hektare

Tebu termasuk tanaman yang bisa mendapat pupuk subsidi dengan maksimal luas lahan 2 hektar,” kata Nur Hasanah.

Petani Sambut Baik

Setelah mendengar paparan dari pihak SGC dan perwakilan pemerintah, para petani menyambut baik program kemitraan tebu yang ditawarkan SGC.

Rustam, salah seorang petani langsung mendaftar untuk menjadi mitra saat itu juga. Tidak tanggung-tanggung, dia siapkan lahannya seluas 10 hektar untuk bermitra dengan SGC.

Begitu juga Yurni yang siap bermitra dengan SGC untuk menanamkan tebu. “Saya langsung daftar. Saya siapkan lahan 2 hektar untuk menjadi mitra SGC,” kata Yurni.

Sosialisasi Program Kemitraan Tebu SGC akan terus berlangsung. Tiap minggu akan dilakukan di dua titik. (PIN)

Berita Terkait

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India
Pers Krusial Promosikan Pariwisata Topang Perekonomian Banten
Pertaruhan Kedaulatan Negara Demi Kepentingan Sesaat
Akademisi Nilai Pencabutan HGU SGC Turunkan Kepercayaan Investor
Pertaruhan Nasib Puluhan Ribu Pekerja dan Industri Gula Dibalik Pencabutan HGU SGC
Hebat, PTPN I Catat Penjualan Rp3,56 Triliun, Naik 122 Persen
Pengambilan Keputusan Keuangan yang Tepat: Kunci Sehatnya Keuangan Perusahaan
Wabup Tubaba: Program Kemitraan Tebu SGC Tingkatkan Kesejahtraan Petani

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 16:57 WIB

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:30 WIB

Pers Krusial Promosikan Pariwisata Topang Perekonomian Banten

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:30 WIB

Pertaruhan Kedaulatan Negara Demi Kepentingan Sesaat

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:35 WIB

Akademisi Nilai Pencabutan HGU SGC Turunkan Kepercayaan Investor

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:45 WIB

Pertaruhan Nasib Puluhan Ribu Pekerja dan Industri Gula Dibalik Pencabutan HGU SGC

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Senin, 23 Feb 2026 - 16:57 WIB