PTPN I Guncang TEI 2025: Produk Hilir Diburu Puluhan Buyer Global

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (dinamik.id)-Berada satu kaveling dengan gerai PTPN Group, booth PTPN I terlihat paling semarak di pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Jakarta yang berlangsung 15 – 19 Oktober 2025.

Pengunjung yang didominasi peserta dari manca negara terlihat intensif berinteraksi dengan penjaga stan yang bertugas. Beralasan, sebab gerai yang diisi produk perusahaan induk dan beberapa anak perusahaan itu menghadirkan banyak varian barang produk hulu dan hilir. Dari lempeng karet mentah (rubber sheet) hingga cerutu, bahkan camilan ringan.

Indri (27), salah satu penjaga booth mengatakan, dirinya sangat sibuk melayani tamu yang datang silih berganti. Dengan Bahasa Inggris, wanita berhijab itu tampak berbicara interaktif untuk menjelaskan produk yang ditanya calon pembeli. Hal yang sama dilakukan beberapa penjaga stan yang berada di sisi produk lain.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang beda dengan kalau kita menunggu booth pameran biasa, ya. Soalnya, di TEI ini kan yang datang itu buyer untuk berkelanjutan. Jadi, tidak seperti jualan biasa yang beli untuk dipakai sendiri. Kita harus punya product knowledge yang dipamerkan. Wajar mereka tanya sampai detail, bahkan sampai asal-usul dan sejarahnya. Seperti produk cerutu ini, mereka tanya dari sampai A-Z,” kata Indri di sela melayani pengunjung, Jumat (17/10/25).

Pada pameran yang diselenggarakan di International Convention Expo BSD Tangerang itu, PTPN I dan beberapa anak usahanya memamerkan banyak item produk. Dari produk bahan baku industri, yakni karet dengan berbagai jenis dan grade-nya, produk bahan baku pangan, yakni teh, kopi, kakao, hingga produk pangan dari jenis tanaman semusim. Termasuk produk cerutu yang termasuk kategori barang konsumsi eksklusif.

Baca Juga :  Jalankan Asta Cita, PTPN I Bekerja Sama dengan Kemendukbangga Mencegah Stunting

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan, pihaknya memandang pameran dagang ini sangat penting untuk diikuti. Selain karena berorientasi ke pasar internasional, pameran ini juga menjadi jembatan yang sangat strategis untuk menghubungkan produk-produk PTPN I ke para pembeli di luar negeri.

“Kami aktif ikut pameran ini (Trade Expo Indonesia) karena potensi pasarnya internasional. Melalui pameran ini kami menjaring buyer dari manca negara. Kemarin kami baru menanda tangani 16 MoU dengan buyer di event ini. Ini belum selesai sehingga masih terbuka kesempatan dapat buyer baru sampai sebelum penutupan,” kata Teddy.

Alasan PTPN I serius membidik pasar global, Teddy menyebut produk yang dihasilkan memang memiliki spesifikasi yang memenuhi syarat dan beberapa produk termasuk barang spesial.

Dia menyebut produk karet yang saat ini masih menjadi komoditas Utama PTPN I, sangat diminati dunia industri dunia karena kualitasnya yang sangat baik dan belum tergantikan.

Ia mengaku mengetahui, produk karet yang dihasilkan menjadi bahan baku utama produk-produk industri ban merek terkenal. Juga beberapa produk industri manufaktur kelas dunia, tetapi mereka membeli lewat agen.

Baca Juga :  Kala Sedekah Murah Manfaat Donor Darah Jadi Tradisi Rutin PTPN I

“Mengapa kami fokus mengincar pasar ekspor, ya karena barang kami bagus-bagus, bahkan eksklusif. Karet kami termasuk terbaik dan menjadi bahan baku ban terkenal dan industri manufaktur dunia. Demikian juga teh dan kopi, produk kami spek specialty. Yang lebih istimewa adalah cerutu dan tembakau dari Deli maupun dari Jember, ini eksklusif. Dan tentu, harganya lebih menarik,” kata Teddy Yunirman Danas.

Dalam pameran ini, PTPN I menegaskan komitmennya terhadap program hilirisasi produk perkebunan yang dicanangkan pemerintah. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk olahan berkualitas di pasar global.

Teddy menyatakan rasa optimistis atas respons positif yang diterima. “Partisipasi di TEI 2025 ini menunjukkan bahwa produk-produk hilir berbasis komoditas perkebunan kami sangat kompetitif dan diminati pasar internasional. Produk seperti Cerutu, Teh Walini, dan Kopi specialty kami berhasil menarik perhatian buyer dari beberapa negara Eropa, Asia, dan Timur Tengah,” kata dia.

Cerutu PTPN I, yang dikenal dengan kualitas tembakau terbaik, menjadi salah satu produk yang paling banyak diburu. Selain itu, varian Teh Walini dengan berbagai inovasi rasa, serta Kopi dari kebun-kebun terbaik PTPN I, turut mencatatkan potensi transaksi dirata-rata perhari mencapai Rp12 juta, kata Yeddy.

Selama pameran berlangsung, PTPN I telah berhasil menandatangani 16 Memorandum of Understanding (MoU) dengan buyer internasional dan nasional, dengan total potensi transaksi mencapai USD 11 Juta. Ini membuktikan keberhasilan strategi bisnis yang fokus pada produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor.

Baca Juga :  Karet Regional 7 Borong Sembilan Penghargaan PTPN Award 2024

Pencapaian ini, kata Teddy, adalah hasil dari upaya PTPN I dalam menjaga kualitas produk dari hulu hingga hilir, serta adaptasi terhadap kebutuhan pasar global yang semakin mengutamakan produk berkelanjutan dan berkualitas tinggi. “Kami optimis, momentum TEI 2025 ini akan menjadi landasan kuat bagi peningkatan volume ekspor PTPN I di tahun-tahun mendatang.” tambah Teddy.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menyoroti peran pameran dalam membuka pasar baru. Dari catatan kunjungan yang mengisi buku tamu di gerai PTPN I, Aris menyebut potensi itu terbuka dan tanggal menindak lanjuti.

Beberapa pengunjung yang datang dari luar negeri maupun utusan dari perusahaan asing, tambah Aris, telah menjadwalkan untuk pertemuan teknis lebih lanjut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Perdagangan RI atas penyelenggaraan TEI 2025 yang sukses. Selain memperkuat hubungan dengan buyer lama, ajang ini secara efektif membuka peluang besar bagi kami untuk menjaring buyer-buyer baru yang sebelumnya belum pernah bertransaksi dengan PTPN I.”

“Minat yang tinggi pada produk-produk hilir seperti teh Walini dan kopi dari buyer baru, menunjukkan penerimaan pasar global terhadap inovasi dan kualitas produk kita,” ungkap Aris. (Pina)

Berita Terkait

Hebat, PTPN I Catat Penjualan Rp3,56 Triliun, Naik 122 Persen
Pengambilan Keputusan Keuangan yang Tepat: Kunci Sehatnya Keuangan Perusahaan
Wabup Tubaba: Program Kemitraan Tebu SGC Tingkatkan Kesejahtraan Petani
Bustami: Program Kemitraan Tebu SGC Solusi Makmurkan Petani
Pemkab Lamteng Libatkan Kementan dan SGC Dorong Percepatan Hilirisasi Tebu
Bimtek ke Petani Jadi Kunci Keberhasilan Swasembada Pangan
Kemitraan Petani Tebu SGC Dukung Program Presiden Hilirisasi dan Swasembada
Ikuti Sosialisasi SGC, Petani Margodadi Mulai Beralih ke Tanam Tebu

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:12 WIB

Hebat, PTPN I Catat Penjualan Rp3,56 Triliun, Naik 122 Persen

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:23 WIB

Pengambilan Keputusan Keuangan yang Tepat: Kunci Sehatnya Keuangan Perusahaan

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:40 WIB

Wabup Tubaba: Program Kemitraan Tebu SGC Tingkatkan Kesejahtraan Petani

Senin, 22 Desember 2025 - 20:41 WIB

Bustami: Program Kemitraan Tebu SGC Solusi Makmurkan Petani

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:39 WIB

Pemkab Lamteng Libatkan Kementan dan SGC Dorong Percepatan Hilirisasi Tebu

Berita Terbaru

Bandar Lampung

TN Way Kambas Perkuat Strategi Terpadu Tekan Konflik Gajah dan Manusia

Senin, 19 Jan 2026 - 20:50 WIB