Bandarlampung (Dinamik.id) – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan pembukaan penerbangan Lampung-Kuala Lumpur dapat menjadi stimulus dibukanya rute internasional lainnya di daerahnya.
“Hari ini menjadi momentum bangkitnya kembali Bandara Radin Inten. Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur ini adalah langkah strategis awal yang akan menjadi stimulus bagi pengembangan rute internasional lainnya,” ujar Jihan Nurlela di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan penerbangan perdana internasional itu pun menandai kembali beroperasinya status internasional bandara tersebut setelah sebelumnya sempat tidak melayani penerbangan luar negeri.
“Pembukaan rute ini menjadi momentum kebangkitan Bandara Radin Inten II sekaligus langkah strategis memperkuat konektivitas Lampung dengan dunia internasional,” katanya.
Wagub menjelaskan rute Kuala Lumpur dipilih sebagai pintu awal untuk mendorong pembukaan rute internasional lainnya, seperti Arab Saudi untuk para jemaah umrah.
“Penerbangan internasional tidak hanya berdampak pada sektor komersial dan bisnis, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelayanan ibadah umrah. Setiap tahun, sekitar 24.000 jemaah umrah asal Lampung masih harus terbang melalui Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi,” ucap dia.
Ia pun mengharapkan penerbangan internasional langsung dari Lampung, dapat membuat biaya dan waktu perjalanan masyarakat dapat ditekan.
“Ini soal efisiensi biaya dan kemudahan akses bagi masyarakat. Potensi penghematan biaya perjalanan diperkirakan mencapai Rp16 miliar per tahun, dengan asumsi penghematan rata-rata Rp2 juta per orang untuk perjalanan pulang-pergi. Selain itu, terdapat sekitar 8.000-8.600 pekerja migran asal Lampung di Malaysia. Jika seluruhnya dapat memanfaatkan penerbangan langsung ke Lampung,” tambahnya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menambahkan status internasional Bandara Radin Inten II telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Bandara Udara Internasional.
“Status tersebut diperkuat dengan sejumlah rekomendasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pertahanan,” ujar Bambang Sumbogo.
Ia mengatakan penerbangan perdana Trans Nusa yang dilaksanakan hari ini masih bersifat carter dan direncanakan menjadi penerbangan reguler dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Pemerintah menargetkan layanan reguler sudah berjalan sebelum Lebaran 2026.
“Secara administrasi seluruh persyaratan telah terpenuhi sebelum 8 Februari 2026, sehingga hari ini kita dapat melaksanakan penerbangan perdana internasional,” ucap dia.
Menurut dia, penyelenggaraan penerbangan perdana tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penerbangan carter tersebut didukung oleh investor swasta, sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.(pin)












