Drainase Buruk Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bandar Lampung, Kostiana Dorong Perbaikan Infrastruktur ‎

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Banjir yang terjadi di Bandar Lampung kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi infrastruktur drainase yang dinilai belum mampu menampung debit air saat hujan deras turun. Di beberapa titik, saluran air disebut terlalu sempit, tertutup sedimentasi, hingga tersumbat sampah sehingga aliran air tidak berjalan lancar.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, ada 38 titik banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) dalam waktu singkat. Peristiwa ini juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang dilaporkan hilang terbawa arus.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.

‎“Saya turut berduka cita atas korban jiwa dalam musibah banjir ini. Tentu ini sangat kita sesalkan dan menjadi perhatian bersama agar ke depan kejadian serupa tidak terus berulang,” kata Kostiana, yang juga merupakan anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) Bandar Lampung.

‎Menurutnya, intensitas hujan yang sangat deras dalam waktu singkat turut menjadi salah satu faktor penyebab banjir di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung.

‎“Memang hujannya sebentar, tetapi sangat deras. Berdasarkan laporan BPBD Lampung, banjir terjadi di 38 titik,” ujarnya.

‎Ia pun mengimbau Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur, khususnya sistem drainase, agar persoalan banjir yang kerap terjadi dapat diminimalisasi.

‎“Kami menghimbau Pemkot Bandar Lampung untuk melakukan perbaikan infrastruktur, terutama drainase,” tegasnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kostiana juga menyoroti minimnya kehadiran aparatur wilayah seperti lurah, camat, hingga ketua lingkungan dalam kegiatan reses anggota dewan. Padahal, menurutnya, forum reses merupakan momen penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.

‎“Saat ini kami sedang masa reses di 11 titik, tetapi hanya dihadiri satu lurah. Bahkan dari satu lingkungan yang memiliki sekitar 15 RT, satu RT pun tidak hadir di lokasi kegiatan,” ungkapnya.

‎Menurut Kostiana, kehadiran para pamong wilayah sangat penting agar mereka dapat mendengar langsung keluhan masyarakat, terutama terkait persoalan banjir yang banyak disampaikan warga.

‎“Ketika reses, kami turun untuk membantu pemerintah kota mencari solusi, termasuk soal perbaikan infrastruktur drainase. Keluhan masyarakat paling banyak soal banjir, baik karena drainase yang tidak memadai maupun gorong-gorong yang sempit sehingga luapan air tidak tertampung,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, jika aparatur wilayah hadir dalam kegiatan reses, maka mereka dapat langsung melakukan koordinasi terkait tindak lanjut aspirasi masyarakat, termasuk memastikan apakah persoalan tersebut telah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) atau belum.

‎“Kalau pamong setempat hadir, mereka bisa langsung mengetahui apakah keluhan masyarakat, termasuk soal banjir, sudah diusulkan dalam Musrenbang atau bagaimana tindak lanjutnya,” kata dia.

‎Kostiana berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memperhatikan kondisi Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi, agar ke depan tidak lagi menjadi langganan banjir.

‎“Jadi sama-sama kita perhatikan ibu kota provinsi ini, yang seharusnya sudah aman dari banjir,” ujarnya.

‎Ia juga menyinggung rencana kolaborasi penanganan banjir antara Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Pesawaran yang sempat dibahas tahun lalu. Namun hingga kini program tersebut belum terlaksana.

‎“Kerja sama penanganan banjir antara Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran sebenarnya sudah dibahas tahun lalu, tetapi belum terlaksana. Insyaallah jika sudah berjalan, itu bisa membantu mengurangi banjir di Bandar Lampung,” tutupnya.

Baca Juga :  Panggil Bea Cukai, Pansus Tata Niaga Singkong Telusuri Dampak Impor Terhadap Petani Lokal

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Harga Singkong Rp 1.400, Komisi II DPRD Lampung Dorong Pansus dan Penetapan Singkong Jadi Komoditas Strategis

Sementara itu, seorang warga Sukarame, Agus, yang juga terdampak banjir, menilai peristiwa tersebut terjadi karena kapasitas drainase di wilayahnya terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Sikapi Pihak Sekolah Tahan Ijazah Siswa Di Lampung Tengah

“Disini lokasi langganan banjir. Mondisi saluran air yang sempit membuat aliran air cepat meluap. Masayarakat disini selalu was – was kalau hujan deras,” ujarnya.

Agus berharap agar Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera memperbaiki tata kelola kota, khususnya sistem drainase, agar aliran air dapat berjalan lebih baik dan kejadian banjir tidak terus berulang di kemudian hari. (Amd)

Penulis : Mufid

Editor : Pina

Berita Terkait

Munir Turun ke Desa, Maraton Serap Aspirasi Pembangunan Jalan Hingga Beasiswa
Reses di Lampung Utara dan Way Kanan, Khoir Serap Aspirasi BPJS Mati hingga Infrastruktur Jalan
Kostiana: HUT ke-51 IWAPI Lampung Momentum Perkuat Transformasi Digital UMKM
Kasus Ban Kempis Mahasiswi UBL, Andy Roby Irit Bicara Usai Diperiksa BK
BK DPRD Lampung Panggil Andy Roby Terkait Dugaan Pengempisan Ban Mobil Mahasiswa UBL
100 Ribu Peserta BPJS PBI di Lampung Dinonaktifkan, DPRD Ungkap Penyebab dan Solusinya
HPN 2026, Kostiana Ajak Pers Adaptif Hadapi Era Digital
Tak Hanya Turun Lapangan, Desca Siap Cetak Goal ke Gawang IJP FC

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:33 WIB

Drainase Buruk Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bandar Lampung, Kostiana Dorong Perbaikan Infrastruktur ‎

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:34 WIB

Munir Turun ke Desa, Maraton Serap Aspirasi Pembangunan Jalan Hingga Beasiswa

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:41 WIB

Reses di Lampung Utara dan Way Kanan, Khoir Serap Aspirasi BPJS Mati hingga Infrastruktur Jalan

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:38 WIB

Kostiana: HUT ke-51 IWAPI Lampung Momentum Perkuat Transformasi Digital UMKM

Senin, 9 Februari 2026 - 23:18 WIB

Kasus Ban Kempis Mahasiswi UBL, Andy Roby Irit Bicara Usai Diperiksa BK

Berita Terbaru

Tanggamus

Bupati Tanggamus Lantik 47 Pejabat

Sabtu, 7 Mar 2026 - 10:38 WIB

Petugas dan warga menemukan satu korban, yang merupakan pria dewasa, hanyut terseret arus banjir dalam kondisi meninggal dunia.

Berita

Banjir di Bandar Lampung Telan Tiga Korban Jiwa

Jumat, 6 Mar 2026 - 20:51 WIB