Kemah Sastra 2026, Ari Pahala: Puisi Bukan Sekadar Bahasa, Tapi Cara Menjumpai Dunia

Kamis, 9 April 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Di tengah suasana sejuk perbukitan Kemiling, puisi dibicarakan bukan sekadar sebagai kata-kata, melainkan sebagai jalan untuk menjumpai dunia. Ari Pahala Hutabarat mengajak peserta Kemah Sastra 2026 menyelami makna itu dalam sesi pelatihan menulis di Villa Dangau Kedaung, Kemiling, Bandar Lampung, Rabu (8/4/2026).

Kemah Sastra 2026 ini diikuti 20 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, seperti Tulang Bawang, Pesisir Barat, Lampung Utara, Kota Metro, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Bandar Lampung.

Di hadapan peserta, penyair sekaligus sutradara teater dari Komunitas Berkat Yakin (KoBer) itu menjelaskan bahwa puisi, melalui bahasa, mampu memperbarui cara manusia memandang, mengalami, menghayati, merayakan, sekaligus mempertanyakan dunia dan manusia, hal yang juga dilakukan oleh ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  Geo-National Seminar 2023: Geodetik Bantu Perencanaan Ibu Kota Baru

“Namun, ada satu unsur pembeda di antara keduanya, yaitu bahasa. Pada ilmu, bahasa menjadi sekadar alat berkomunikasi. Mengjomunikasikan pemikiran. Sedangkan pada puisi, bahasa berperan ganda, ia alat sekaligus tujuan,” ujar Ari, yang baru meluncurkan buku puisi Nusantara: Amnesia.

Lebih lanjut, menurut penulis naskah teater Hilang Huma(n) itu, perbedaan antara ilmu dan sastra kerap terlihat pada aspek how to tell. Meski demikian, baik dalam aspek what is maupun how to tell, keduanya memiliki kegairahan yang sama antara ilmu dan puisi.

Ari menambahkan, lokus pertemuan antara puisi dan ilmu kerap berada pada ranah what is, yakni apa-nya.

Baca Juga :  Dukung Program Digitalisasi Kampus, Fakultas Adab UIN RIL Gelar Bimtek Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi Digital

“Lebih mudahnya kita sebut saja terjadi di ranah isi, problem, topik dan tema puisi. Dan memang harus diakui wilayah ini merupakan hantu terberat bagi kebanyakan penulis puisi di nusantar, termasuk saya tentunya,” ujarnya.

Lalu kata Ari, puisimu mau bicara apa? Puisimu tentang apa? Puisimu mau ngomongin apa? Apa yang mau kau persoalkan dalam puisimu? Opini apa yang mau kau sampaikan melalui puisimu? Apa tesis atawa proposisi baru nan segar yang kau tawarkan via puisimu? Apakah tema yang utarakan di dalam puisimu mendalam, matang secara psikologis, dan luas?

Pada kesempatan itu, Ari Pahala juga mengajak peserta melakukan pembacaan karya sastra kemudian menggali pemaknaan dan melihat ruang ambiguitas dalam karya puisi.

Baca Juga :  Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

Ia mencontohkan pembacaan, salah satunya adalah puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono; “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:/dengan kata yang tak sempat diucapkan/kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Sementara itu, Fitri Angraini selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan, Kemah Sastra 2026 telah memasuki hari ketiga. Kegiatan di Villa Dangau Kedaung merupakan kelanjutan dari tahap seleksi karya menuju penentuan juara lomba cipta puisi dan cerpen untuk tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa.

Program ini difasilitasi Kementerian Kebudayaan RI melalui dana Indonesiana.

Selain Ari Pahala Hutabarat dan Arman AZ, pemateri lainnya adalah Yinda Dwi Gustira dan Devin Cumbuan Putri yang membawakan materi alih wahana ke dalam bahasa Lampung. (Amd)

Berita Terkait

Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs
Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031
Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar
UTB Lampung Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Pesisir Barat
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru
Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar

Berita Terbaru