Bandarlampung (Dinamik.id) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung menargetkan jumlah peserta Tailor Made Training (TMT) dapat mencapai 3.000-5.000 peserta guna meningkatkan keahlian tenaga kerja di wilayahnya.(24/08/2026)
“Saat ini sesuai dengan stimulus ekonomi semester II 2026 yakni di Agustus-September, kami bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan melaksanakan kegiatan Tailor Made Training di Provinsi Lampung,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung Agus Nompitu di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan dalam pelaksanaan program tersebut, ditargetkan peserta pelatihan yang mengikuti kegiatan tersebut dapat mencapai 3.000 sampai 5.000 peserta yang berasal dari di Provinsi Lampung.
“Pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan juga tentunya pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan vokasi. Sehingga ada peningkatan keahlian serta kualitas tenaga kerja,” katanya.
Dia melanjutkan tujuan pelaksanaan pelatihan ini adalah setelah peserta mendapatkan pelatihan, dapat menjadi tenaga kerja profesional di dunia industri dan dapat menjadi wirausahawan mandiri.
“Harapannya kepada kelompok masyarakat baik itu dari desa atau kota bisa memanfaatkan ini sebagai peserta. Dan bisa juga ikut serta sebagai pemberi materi pelatihan jadi bagi pemerintah kabupaten atau kota, BUMDes, lembaga sertifikasi, lembaga pelatihan kerja, universitas dan seluruh kelompok, dengan mengajukan proposal ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung yang akan dikirimkan ke Kementerian Tenaga Kerja,” ucap dia.
Menurut dia, jenis pelatihan vokasi dalam Program Tailor Made Training tersebut biasanya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Nanti kami akan memverifikasi jenis pelatihan yang berorientasi dengan pasar kerja misalkan barista, pengelasan listrik, makeup artis, TIK, elektronik otomotif, dan kalau ada kegiatan pelatihan jurnalistik untuk menguatkan masyarakat yang ingin terjun ke profesi-profesi tersebut,” tambahnya.
Ia menjelaskan, Tailor Made Training (TMT) adalah program pelatihan kerja atau vokasi yang materinya dirancang khusus berdasarkan permintaan atau kerja sama dengan dunia industri, UMKM, maupun lembaga pengusul.
Tujuan program TMT itu agar keterampilan peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan langsung terserap di dunia kerja.










