Program Sedekah Gulma, Inovasi PTPN VIII untuk Hasilkan Produk Berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi

Rabu, 8 November 2023 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar lampung (dinamik.id) – Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat yang tidak diinginkan serta tidak dikehendaki terutama ditempat manusia bermaksud mengusahakan tanaman budidaya. Keberadaan gulma pada areal tanaman budidaya dapat menimbulkan kerugian baik dari segi kuantitas maupun kualitas hasil produksi.

Kerugian yang ditimbulkan oleh keberadaan gulma adalah dapat menurunkan hasil pertanian akibat adanya persaingan dalam perolehan unsur hara, air dan tempat habitat hidup. Selain itu, gulma juga bisa menjadi sarang hama dan penyakit bahkan membuat tanaman keracunan akibat zat alelopati yang dihasilkan oleh gulma.

Metode pengendalian gulma diantaranya dengan pengendalian secara mekanis, kimia dan preventif (usaha pencegahan).

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengendalian gulma secara mekanis dan kimia masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Cara mekanis tentunya membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak, sebaliknya dengan cara kimia kebutuhan jumlah tenaga kerja dan waktu lebih sedikit namun pestisida yang digunakan terutama jenis herbisida sintetis diyakini menimbulkan dampak negatif terhadap kerusakan dan pencemaran lingkungan serta menimbulkan residu pada produk hasil pertanian.

Baca Juga :  Orkes Bada Isya Hadirkan 'Suaka Luka': Simfoni Kerinduan dan Harapan

Pengendalian gulma merupakan salah satu bagian proses pengelolaan operasional PT. Perkebunan Nusantara VIII yang merupakan bagian dari PTPN Group dan menjadi permasalahan yang sering kali dihadapi khususnya di Kebun Montaya.

Dari permasalahan tersebut Manajemen Kebun Montaya mencanangkan salah satu program yaitu Sedekah Gulma yang melibatkan semua lapisan karyawan mulai dari unsur pimpinan sampai dengan karyawan pelaksana. Makna Sedekah Gulma merupakan bentuk dari Hablum Minal ‘Alam atau hubungan manusia dengan alam.

Program Sedekah Gulma dilaksanakan berawal dari kepedulian dan keikhlasan karyawan Kebun Montaya mencabut gulma tahunan/kekayuan (Harendong, kirinyuh, letah hayam dan gulma lainnya) untuk membantu tanaman teh agar tidak terjadi persaingan penyerapan unsur hara sehingga tanaman teh menjadi sehat dan menghasilkan pucuk yang optimal.

Baca Juga :  TP PKK Provinsi Lampung bersama Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Kembangkan Tepung Ubi Kayu Mocaf

Pelaksanaan Program Sedekah Gulma dilaksanakan oleh semua unsur karyawan di Kebun Montaya yang berjumlah 230 orang. Dasar dari kekuatan jumlah karyawan tersebut sudah dapat dipastikan apabila Program Sedekah Gulma dilakukan secara rutin dan berkesinambungan maka dapat menghasilkan dampak yang cukup besar untuk kondisi kebun.

Sebagai ilustrasi apabila setiap karyawan bersedekah gulma 5 pohon tahunan/kekayuan dalam 1 hari maka dengan jumlah total karyawan yang ada sebanyak 230 orang, dalam 1 hari gulma yang dapat dikendalikan sebanyak 1.150 pohon. Jika dihitung untuk waktu jangka panjang (bulanan dan tahunan) maka akan semakin banyak gulma yang dapat dikendalikan.

Saat ini belum ada ketentuan yang mengatur terkait Program Sedekah Gulma, namun untuk kedepannya akan dijadikan aturan yang mengikat dan terakomodir dalam prosedur tertentu. Pilar utama yang menentukan keberhasilan program ini ditentukan oleh Proses Pengawasan yang baik.

Baca Juga :  Himapik Unila Sukses Selenggarakan Himapik Berdedikasi

Kedepannya, monitoring dan evaluasi akan dilaksanakan sebagai dasar pemberian apresiasi dan menjadi salah satu parameter dalam penilaian karyawan terbaik. Pemberian apresiasi bertujuan untuk memotivasi karyawan sehingga seluruh karyawan berlomba dan bersaing secara sehat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam Program Sedekah Gulma.

Diharapkan melalui Program Sedekah Gulma maka Sense Of Crisis dan Sence Of Belonging karyawan dapat tumbuh secara menyeluruh di setiap bidang pekerjaan serta menjadikan bisnis PT Perkebunan Nusantara VIII dapat menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi sehingga tercapainya Perusahaan Sehat Karyawan Sejahtera.

Berita Terkait

Adi Kurniawan Resmi Jabat Ketua Dewan Kehormatan PWI Lampung
PCNU Kota Bandar Lampung Resmi Launching Program NUSADAYA
PCNU Bandar Lampung Gelar Orientasi Pengurus MWCNU, Tegaskan Soliditas dan Semangat Mengurus NU
Kunjungan PWI Tanggamus Disambut Hangat Dandim 0424 Letkol Dwi Djunaidi
Salut, Dapur Nasi Sambal Rempah Lampung Gratiskan Makan untuk Mahasiswa Aceh, Sumbar, dan Sumut Terdampak Musibah Sumatra
Pangdam XXI Raden Intan Perkuat Sinergi TNI–Media–Mahasiswa di Lampung
Malam Ini, IJP Lampung Bertolak ke Jawa Barat Gelar Safari Jurnalistik
Badan Anggaran DPRD Bandar Lampung Bahas Raperda Perubahan APBD 2025

Berita Terkait

Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:31 WIB

PCNU Kota Bandar Lampung Resmi Launching Program NUSADAYA

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:22 WIB

PCNU Bandar Lampung Gelar Orientasi Pengurus MWCNU, Tegaskan Soliditas dan Semangat Mengurus NU

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:54 WIB

Kunjungan PWI Tanggamus Disambut Hangat Dandim 0424 Letkol Dwi Djunaidi

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:37 WIB

Salut, Dapur Nasi Sambal Rempah Lampung Gratiskan Makan untuk Mahasiswa Aceh, Sumbar, dan Sumut Terdampak Musibah Sumatra

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:33 WIB

Pangdam XXI Raden Intan Perkuat Sinergi TNI–Media–Mahasiswa di Lampung

Berita Terbaru

Bandar Lampung

KOMPASS–IKMAPAL Bentuk Panitia Kajian Lingkungan Hidup dan SDM Papua

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:21 WIB

Tulangbawang Barat

Papa Rock n Roll Bakal Gemparkan Tubaba, Tunggu Tanggal Mainnya!

Jumat, 16 Jan 2026 - 14:21 WIB