Pemkot Bakal Permudah Izin Investor yang Mau Berinvestasi di Bandar Lampung

Jumat, 20 September 2024 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id)- Pemkot terbuka bagi calon investor yang ingin berinvestasi di Bandar Lampung.

Selama ini Pemkot Bandar Lampung terus berupaya memberi kemudahan bagi para investor dalam proses perizinan dan realisasi investasi.

“Kami sangat terbuka kepada calon investor,” ujar Kepala DPMPTSP Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad, Jumat (20/9/2024).

Keterbukaan itu, menurut Muthadi, selama para investor bersedia mematuhi aturan yang berlaku. Terutama yang terkait dengan kewenangan Pemkot Bandar Lampung

Apa lagi keberadaan para investor sangat penting dalam percepatan realisasi investasi di Bandar Lampung.

“Itu (investor) sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Bandar Lampung,” ungkapnya.

Mengingat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi di Bandar Lampung.

Realisasi investasi di Bandar Lampung terbagi menjadi dua yakni Penanaman Modal Asing (PMA) dan PMDN.

Hingga triwulan I Tahun 2024, capaian realisasi investasi di Bandar Lampung telah mencapai Rp 572,56 miliar.

Baca Juga :  PMII Raperta Unila dan Satgaswil Lampung Densus 88 AT Polri Bagikan Takjil dan Buka Bersama

“Dari jumlah tersebut, PMA berkontribusi sebesar Rp 244,63 miliar, sedangkan PMDN menyumbang Rp 327,92 miliar,” sebutnya.

Ia menambahkan, sektor sekunder saat ini menjadi penyumbang terbesar di dalam realisasi investasi di Bandar Lampung.

“Untuk penyumbang terbesar yaitu di sektor sekunder sebanyak Rp 309 miliar, baik PMDN maupun PMA-nya,” terangnya.

“Sektor sekunder itu seperti bidang industri makanan, tekstil, percetakan, mineral logam, industri kedokteran, dan industri kendaraan bermotor,” terusnya.
“Nilai pemasukannya untuk industri makanan PMDN berada di angka Rp 81,47 miliar, sedangkan PMA Rp 81,76 miliar,” jelasnya.

“Lalu ada untuk sektor sekunder yakni industri karet dan plastik, nilai investasi PMDN di Bandar Lampung Rp 108 miliar,” terusnya.

Kemudian, untuk sektor terbesar kedua ada pada tersier yang nilai investasinya sudah mencapai Rp 262 miliar.

Sektor tersier bidang perdagangan reparasi menjadi penyumbang terbesar PMDN dan PMA. Nilainya PMDN Rp 55,89 miliar dan PMA Rp 5,9 miliar.

Baca Juga :  Kasus KDRT Lampura, Korban Mengadu ke Propam

“Lalu untuk sektor tersier di bidang hotel dan restoran nilai PMDN dan PMA mencapai senilai Rp 41 miliar,” sebutnya.

“Selanjutnya Sektor tersier bidang transportasi, gudang, dan komunikasi menyentuh angka Rp 110,7 miliar,” sambungnya.

Selain sektor sekunder dan tersier, sektor primer juga turut menyumbangkan realisasi investasinya sebesar Rp 1,38 miliar, baik PMA maupun PMDN

Sedikitnya sudah ada tiga pembangunan hotel yang dilakukan di Bandar Lampung hingga bulan September 2024 ini.

Tentunya, pembangunan sejumlah hotel di Bandar Lampung itu dapat berdampak pada realisasi target investasi di Pemkot setempat.

Muhtadi mengatakan, tahun 2024 ini pihaknya mendapat target investasi dari Pemprov Lampung sebesar Rp 3,2 triliun.

“Target investasi tahun 2024 ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,4 triliun,” tambahnya.

Sedangkan realisasi target investasi Pemkot Bandar Lampung baru Rp 572,56 miliar hingga Triwulan I Tahun 2024.
DPMPTSP Bandar Lampung tetap optimis bisa mencapai target investasi tahun 2024 yang ditetapkan oleh Pemprov Lampung.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp300 Juta untuk Subsidi Pasar Murah di 126 Kelurahan

“Tentunya kita Pemkot Bandar Lampung optimis bisa mencapai target tersebut, karena itu data masih triwulan I,” katanya.

Sedangkan data untuk triwulan II belum ada, karena masih menunggu rilis resmi dari pemerintah pusat.

Sikap optimis itu semakin bertambah ada tiga hotel bakal didirikan di Bandar Lampung sudah mendapat izin.

Menurutnya, pembangunan tiga hotel di Bandar Lampung itu bisa memberikan pemasukan hingga satu triliunan.

“Kita misalkan saja investasi satu hotel di angka Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar, dikalikan tiga saja sudah Rp 1 trilunan lebih,” ujarnya.

Ia menambahkan, nantinya tiga hotel tersebut merupakan penginapan yang berbintang empat ke bawah.

“Untuk yang sekelas Mercure itu masih belum ada di tahun 2024 ini, tapi nanti yang ada bintang empat ke bawah,” tutupnya.

Berita Terkait

IKBI PTPN I Dorong Keluarga Jadi Mitra Strategis Transformasi Perusahaan
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman
Pemuda Hindu Sayangkan Tak Ada Tokoh Hindu Dampingi Prabowo dan Modi di Prambanan
Diintimidasi Oknum di Persidangan Korupsi SPAM, Bayu Tribun: Selama Benar, Ini Jihad!
Oknum Diduga Intimidasi Wartawan Meliput Sidang Korupsi SPAM, PFI Lampung: Jangan Bungkam Pers!
Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum DPN-IKAPTK
Trio Penggerak KAHMI Lampung Siap Dilantik
MBG Bukan Sekadar Bisnis, APPMBGI Lampung Tengah Soroti Peran Program dalam Tingkatkan IPM

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

IKBI PTPN I Dorong Keluarga Jadi Mitra Strategis Transformasi Perusahaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:53 WIB

Pemuda Hindu Sayangkan Tak Ada Tokoh Hindu Dampingi Prabowo dan Modi di Prambanan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:17 WIB

Diintimidasi Oknum di Persidangan Korupsi SPAM, Bayu Tribun: Selama Benar, Ini Jihad!

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:52 WIB

Oknum Diduga Intimidasi Wartawan Meliput Sidang Korupsi SPAM, PFI Lampung: Jangan Bungkam Pers!

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:13 WIB

Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum DPN-IKAPTK

Berita Terbaru

Parpol

Harlah ke-28 PKB Lampura Komitmen Layani Masyarakat

Minggu, 12 Jul 2026 - 14:38 WIB