Mahasiswa Bukan Penonton: Fatikhatul Khoiriyah Serukan Peran Nyata di Tengah Bangsa

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Dinamik.id): Anggota DPRD Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah menekankan peran mahasiswa sebagai kontrol sosial. Mahasiswa, menurutnya saat ini tidak boleh hanya sebatas menjadi penonton dalam dinamika kebangsaan.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Kader Nasional (PKN) yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), di kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, Senin (11/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar kaderisasi strategis PMII dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, keberpihakan sosial, serta komitmen kebangsaan yang kuat.

Mahasiswa, terutama kader PMII, harus mampu menjadi penyambung suara rakyat, menyerap keresahan di akar rumput, dan mengartikulasikannya dalam bentuk gerakan dan gagasan yang konkret. Menurutnya, bangsa ini tidak kekurangan pengkritik, namun kekurangan sosok yang mau terlibat langsung untuk menawarkan solusi.

“Mahasiswa harus menjadi mata, telinga, dan suara rakyat. Tugas PMII bukan hanya mengkritisi, tapi juga memberi solusi,” ujarnya di hadapan peserta PKN.

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, LPM Selaraskan SPMI dengan SPME

Ia juga memaparkan beberapa fokus utama bangsa ini dalam menjawab tantangan zaman. Pertama adalah peningkatan literasi dan riset kritis. Fatikhatul menekankan bahwa analisis berbasis data dan pendekatan ilmiah harus menjadi standar dalam menyikapi berbagai isu publik. Mahasiswa didorong untuk tidak terjebak pada opini dangkal atau narasi viral semata, melainkan mampu membaca konteks secara mendalam dan menyusun argumen berdasarkan penelitian yang komprehensif.

Kedua, PMII harus aktif dalam advokasi kebijakan publik. Di tengah derasnya arus kepentingan politik dan ekonomi, regulasi yang berpihak pada rakyat tidak akan hadir tanpa tekanan dari kekuatan sipil. Oleh karena itu, keterlibatan kader PMII dalam proses advokasi kebijakan di tingkat daerah hingga nasional sangat penting sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap kelompok rentan dan masyarakat bawah.

Baca Juga :  Bagian Kepegawaian Serahkan Sertifikat Kelulusan Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah

Ketiga, penguatan koalisi gerakan menjadi strategi penting yang tak bisa diabaikan. Fatikhatul menyebut bahwa perubahan tidak akan tercapai jika dilakukan sendirian. PMII harus membangun kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, serikat buruh, petani, serta komunitas akar rumput lainnya. Sinergi ini diperlukan untuk memperluas basis gerakan sekaligus membangun kekuatan politik yang berbasis moral dan kepentingan rakyat.

Keempat, pemanfaatan media digital secara cerdas dan strategis. Di era informasi yang serba cepat dan penuh disinformasi, media sosial menjadi medan baru perjuangan. Fatikhatul menekankan pentingnya menguasai narasi digital, bukan sekadar untuk eksistensi, tapi untuk melakukan kampanye isu, membangun kontra-narasi terhadap hoaks, dan memberikan edukasi politik kepada publik.

Kelima, PMII harus mengambil peran dalam pengawalan isu-isu prioritas nasional. Ia menyebut sejumlah isu krusial yang perlu mendapat perhatian serius, seperti pembahasan RUU strategis, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, transisi energi, perlindungan lingkungan, serta pemenuhan hak-hak buruh. Menurutnya, gerakan mahasiswa yang berpihak pada rakyat adalah mereka yang hadir dalam setiap momen penting kebangsaan dan menjadi bagian dari penyusunan masa depan Indonesia.

Baca Juga :  Istighosah HSN, Rektor: KH Ahmad Hanafiah Bukti Nyata Peran Santri

Fatikhatul juga mengapresiasi semangat kaderisasi PMII yang terus beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan karakter ideologis dan orientasi sosial. Ia meyakini bahwa PMII memiliki peran penting dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan tangguh secara sosial.

“Jangan berhenti belajar, turun ke masyarakat, dan jadikan gerakan mahasiswa ini sebagai jembatan antara rakyat dan kebijakan. Sebab, menjadi kader PMII bukan hanya identitas organisasi, tetapi juga sebuah komitmen ideologis untuk selalu berdiri di sisi yang benar dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan,” pungkas Khoir. (Mfd)

Berita Terkait

Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
Majelis Jum’at Klasika Bahas Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat
KNPI Lampung Dukung Presiden Prabowo Sikat Pejabat ‘Gerogoti’ Negara
Iqbal KNPI Apresiasi Suksesnya Munas Hipmi di Lampung
KNPI Apresiasi Lampung Tuan Rumah Munas HIPMI, Iqbal Ajak Pemuda Jaga Kondusifitas
Qurban dan Nilai Kemanusiaan
Pesantren Harus Jadi Ruang Aman, PCNU Bandar Lampung Serukan Perlawanan Terhadap Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:41 WIB

Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:17 WIB

Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:06 WIB

Majelis Jum’at Klasika Bahas Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:15 WIB

KNPI Lampung Dukung Presiden Prabowo Sikat Pejabat ‘Gerogoti’ Negara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:37 WIB

Iqbal KNPI Apresiasi Suksesnya Munas Hipmi di Lampung

Berita Terbaru