‘Sengkarut’ Honor Korcam POC di Pringsewu, Pemkab Lempar Bola Panas ke Provinsi

Jumat, 2 Januari 2026 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU (dinamik.id)–Program bantuan Gubernur Lampung untuk pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Kabupaten Pringsewu terancam mandek. Bukan hanya soal macetnya honor bagi para tenaga lapangan, pihak perekrut pun kini diduga mulai “buang badan” terkait kepastian hak para pekerja.

Padahal progam ini sejatinya berjalan dan diharapkan dapat mendorong kemandirian petani agar tidak terus ketergantungan dengan pupuk kimia.

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) berinisial SR yang dijanjikan honor Rp150.000 per titik, Jumat (2/1/2026). R telah menuntaskan pekerjaan di 6 titik, tapi harus menelan pil pahit karena honornya tak kunjung cair.

Selain dugaan manipulasi foto SPJ (ganti baju agar terlihat beda waktu), fakta baru terungkap saat SR mencoba menagih haknya kepada Ipah, pihak yang merekrutnya melalui ruang UMKM. Melalui pesan WhatsApp, Ipah memberikan jawaban yang mengejutkan.

Baca Juga :  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Mesuji Sosialisasikan WLKP dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial

“Memang tidak cair mas, uangnya dikembalikan ke negara. Coba tanya langsung saja ke Kadis Pertanian Provinsinya,” tulis Ipah dalam pesan singkatnya kepada SR yang ditunjukkan pada wartawan media ini.

Mengingat program ini berjalan serentak di seluruh kabupaten di Provinsi Lampung, pernyataan Ipah menimbulkan tanda tanya besar. Jika di Pringsewu saja honor dianggap “dikembalikan ke negara”, besar kemungkinan ratusan Korcam di kabupaten lain mengalami nasib serupa tanpa alasan yang transparan.

Baca Juga :  Liburan Tahun Baru, Pj Bupati Sulpakar Pantau Objek Wisata Taman Kehati Mesuji

Klaim pengembalian uang ke negara oleh pihak swasta/rekanan (UMKM) dinilai janggal oleh banyak pihak, terutama karena pekerjaan lapangan sudah sepenuhnya diselesaikan oleh para Korcam.

Sementara, Luki Adrian, mewakili kepala Dinas (Kadis)Pertanian Kabupaten Pringsewu, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa bantuan fisik berupa drum 200 liter, mesin aerator, hingga mikrobanya telah diterima oleh sejumlah Gapoktan di kecamatan yang memiliki hamparan sawah yang luas seperti Ambarawa, Pagelaran, Gadingrejo, Pardasuka dan Pringsewu.

Namun, ia buang badan saat ditanyakan soal honor para Korban. Ia justru melempar tanggungjawab ini ada di Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Lampung. “Kami hanya memverifikasi dan memonitoring bantuan fisiknya saja. Soal anggaran operasional, itu sepenuhnya ada di Provinsi,” tegas Luki saat di temui diruang kerjanya, Jumat, (2/1/2026).

Baca Juga :  Hadiri Gala Dinner, Ketua PWI Lampung Puji Konsentrasi Malang Terhadap Olahraga

Luki Adrian kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak tahu-menahu soal urusan honorarium tersebut. “Kami tidak tahu mekanisme rekrutmennya. Anggaran itu murni di Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pertanian Provinsi Lampung belum memberikan klarifikasi resmi mengenai alasan pasti tidak cairnya honor para Korcam dan apakah benar anggaran tersebut dikembalikan ke kas negara sebagaimana yang diklaim oleh pihak perekrut. Wartawan masih terus mencoba mengonfirmasi hal ini ke Kepala Dinas terkait. (rhn)

Penulis : Raihan

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik
Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK
Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Berita Terbaru

Kilas Nusantara

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:44 WIB

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi

Dinamika Terkini

Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:16 WIB