Perkuat Pengawasan dan Karakter, Disdikbud Lampung Antisipasi Tawuran Pelajar

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung memperkuat pengawasan dan pembinaan karakter siswa sebagai langkah antisipasi maraknya tawuran pelajar yang kerap dipicu komunikasi di media sosial.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan edaran pembatasan penggunaan handphone di sekolah.

“Dari pukul tujuh pada saat masuk sampai pukul setengah empat, mereka itu tidak boleh pegang handphone selama proses pembelajaran,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (12/5/2026).

Menurutnya, pengaruh negatif penggunaan handphone sangat besar dan dapat memancing keributan melalui media sosial.

“Karena memang pengaruh negatif pakai handphone ini kan luar biasa, bisa memancing keributan juga pakai handphone gitu di medsos,” imbuhnya.

Thomas menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga membutuhkan peran orang tua di luar jam belajar.

“Dari jam empat sampai malam itu butuh koordinasi antara sekolah dan orang tua. Artinya kerja sama antara orang tua, guru dan siswa itu menjadi hal yang penting supaya mengontrol,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Pelajar SMPN di Bandar Lampung, Pengamat: Wujud Negara Tak Mampu Lindungi Warga

Selain itu, Thomas menyatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sekolah dan siswa yang berpotensi terlibat kenakalan remaja.

“Kemarin sudah saya kumpulin kepala sekolah, untuk melakukan pemetaan mana saja yang rawan, anak-anak yang berpotensi untuk diawasi dan dikoordinasikan dengan para orang tua,” kata Thomas.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, seperti keributan yang terjadi di sejumlah lokasi di Bandar Lampung.

“Jangan sampai terjadi kegiatan yang seperti di Garuntang kemarin, di Lampung City Mall, keributan dan tawuran yang pakai senjata tajam, supaya betul-betul kita awasi dengan baik,” tegasnya.

Dalam upaya pembinaan, Disdikbud Lampung juga melakukan penguatan karakter siswa dengan melibatkan berbagai pihak.

“Ini kami lagi kerja sama dengan beberapa tim untuk melakukan penguatan karakter, menghimbau supaya tidak melakukan kekerasan, bullying dan lain-lain,” ujarnya.

Baca Juga :  BeritaBerita UtamaSiaran Pers FISIP Gelar Yudisium Periode VII Agustus 2024

Ia juga mendorong peran OSIS dalam mendeteksi dan mendekati siswa yang berpotensi melakukan kenakalan.

“Kemudian juga kami mendorong OSIS untuk melakukan pemetaan terhadap teman-teman yang berpotensi melakukan kenakalan, supaya didekati dengan baik dan diingatkan,” katanya.

Terkait penguatan peran guru, pihaknya telah menyiapkan program bagi guru Bimbingan Konseling (BK).

“Kita lagi membuat sebuah program penguatan guru BK, 7 langkah yang mesti dilakukan guru BK untuk melakukan pemetaan, kemudian melihat siswa-siswanya berpotensi untuk dilakukan pendampingan di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan aparat kepolisian dalam memberikan penguatan karakter dan wawasan kebangsaan kepada siswa.

“Sekarang kami lagi kerja sama dengan Densus 88, sudah mulai. Kemarin kami mengumpulkan siswa di Universitas Teknokrat, ada 450 siswa dan hari ini di SMA 14, keliling untuk melakukan penguatan karakter, wawasan kebangsaan,” imbuhnya.

Thomas menambahkan, program tersebut juga menekankan pentingnya menjauhi narkoba, menghindari perundungan, serta tidak terpengaruh hoaks dan komunitas negatif.

Baca Juga :  Prodi Pendidikan Fisika Tingkatkan Kemampuan Robotik Mahasiswa

“Intinya programnya adalah bagaimana menjauhi narkoba, kemudian bagaimana menghindari bullying, menghindari perundungan, kemudian jangan sampai tergoda atau terpengaruh hoax,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak di luar sekolah.

“Orang tua harus kontrol. Anak itu berteman dengan siapa, ke mana, juga mesti dicek. Jangan sampai temannya membawa dampak negatif,” tutupnya.

Sebelumnya, aksi tawuran maut antarkelompok remaja terjadi di Bandar Lampung pada Minggu (10/5/2025) dini hari di dekat RS Budi Medika dan mengakibatkan satu remaja tewas akibat luka bacok.

Kapolresta Bandar Lampung, Alfret Jacob Tilukay, mengatakan pelaku penganiayaan berinisial JK (16) telah diamankan dan berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

“ABH tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Diketahui, aksi tersebut dipicu saling tantang melalui DM Instagram dan sempat disiarkan langsung di media sosial. (Amd)

Penulis : Ahmad Mufid

Editor : Pina

Berita Terkait

Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs
Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031
Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar
UTB Lampung Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Pesisir Barat
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru
Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB