Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, (dinamik.id)- Program Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung IPB University bekerjasama dengan SEAMEO BIOTROP dan Politeknik Negeri Lampung menyelenggarakan National & Regional Training Circular Economy Seminar bertempat di Aula Politeknik. Negeri Lampung (Polinela), Lampung, pada 4-7 Agustus 2026.

Kegiatan ini terdiri atas National Training yang diikuti oleh 30 guru SMA dari Provinsi Lampung dan sekitamya secara offline, serta Regional Seminar yang dilaksanakan secara hibrida (luring dan daring) dengan melibatkan sekitar 147 peserta dari kalangan pendidik, dosen, peneliti, mahasiswa, perwakilan pemerintah, sektor swasta, organisasi nonpemerintah, serta praktisi di bidang pertanian, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam.

Peserta berasal dari Indonesia, Filipina, Malaysia dan Vietnam. Seluruh rangkaian kegiatan menghadirkan narasumber dan instruktur dari SEAMEO BIOTROP, IPB University, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), SEAQIS, serta para praktisi yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah organik, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya volume limbah organik dari sektor pertanian dan rumah tangga yang menjadi tantangan bagi pengelolaan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip Circular Economy dengan mengolah limbah organik dan biomassa menjadi produk bernilai tambah, serta mengimplementasikan praktik tersebut untuk mendukung pertanian berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam, dan pengelolaan lingkungan di institusi, lingkungan kerja, maupun masyarakat.

Baca Juga :  Atasi Krisis Air, BPBD Mesuji Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Masyarakat

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Deputy Director for Program SEAMEO BIOTROP, Dr. Doni Yusri, yang mewakili Director SEAMEO BIOTROP juga sekaligus debagai Ketua Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung IPB University.

Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan mandat dan peran SEAMEO BIOTROP sebagai pusat regional SEAMEO yang berfokus pada biologi tropis, keanekaragaman hayati, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Beliau menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan kepada para guru yang selanjutnya dapat diteruskan kepada peserta didik maupun masyarakat.

Beliau juga menyampaikan bahwa meningkatnya volume limbah organik menuntut penerapan pendekatan yang lebih berkelanjutan melalui prinsip ekonomi sirkular.

Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi peserta, tetapi juga menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Dr. Doni menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang terjalin melalui Program Dosen Pulang Kampung IPB University, sebagai wujud sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah daerah dalam mentransfer ilmu pengetahuan serta teknologi kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan inovasi dan praktik ekonomi sirkular dapat diimplementasikan secara lebih luas untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang terjalin melalui Program Dosen Pulang Kampung IPB University, sebagai wujud sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah daerah dalam mentransfer ilmu pengetahuan serta teknologi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Sat Binmas Polres Mesuji Lakukan Binluh, Kepada Pelajar di Ruang Lingkup Sekolah

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan inovasi dan praktik ekonomi sirkular dapat diimplementasikan secara lebih luas untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam di daerah.

Mewakili Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono menyampaikan. apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polinela sebagai mitra penyelenggara kegiatan. Beliau menegaskan komitmen Polinela dalam mendukung inovasi, kolaborasi, serta pengembangan pendidikan vokasi di bidang pertanian berkelanjutan.

Menurutnya, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong terciptanya praktik ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Thomas Amriko, mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui program ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis dan semangat belajar peserta didik.

Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen mendorong sekolah untuk mengintegrasikan isu lingkungan, perubahan iklim, dan ekonomi sirkular ke dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dalam laporannya, Programme Coordinator, Ms. Risa Rosita, menjelaskan bahwa National Trainingdirancang untuk memperkuat kapasitas guru melalui kombinasi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung mengenai pemanfaatan limbah organik dan biomassa.

Baca Juga :  Terus Bergerak, Pemkab Mesuji Salurkan Air Bersih di Kecamatan Rawajitu Utara

Sementara itu, Regional Seminar menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpendidik, akademisi, peneliti, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan mengenai penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam.

Selama pelatihan, peserta akan mempelajari berbagai topik, antara lain Bioenzyme Production from Fruit Waste and Aromatic Plant Waste, Utilization of Biomass for Mushroom Cultivation, Organic Waste Management Using Black Soldier Fly (BSF), serta Natural Resource Management Based on Circular Economy.

Melalui rangkaian materi tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dalam pengelolaan limbah organik, pemanfaatan biomassa, serta menyusun rencana aksi implementasi ekonomi sirkular di sekolah maupun lingkungan kerja masing-masing.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui kolaborasi antara SEAMEO BIOTROP, IPB University, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS).

Melalui penyelenggaraan National & Regional Training Circular Economy Seminar, SEAMEO BIOTROP berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai bagian dari pembangunan pertanian, pengelolaan sumber daya alam, dan lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. (Amd)

Penulis : Mufid

Editor : Pina

Berita Terkait

Diskusi Publik PKBI Lampung: Dorong Peran Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan
Gelar Donor Darah Pemuda Lampura, Gen-Zi: Sudah 300 Orang Mendaftar!
MEMBANGGAKAN! SMPN 3 Pringsewu Juara 3 Street Soccer Tingkat Nasional
Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum
Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Daring Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Diskusi Publik PKBI Lampung: Dorong Peran Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Gelar Donor Darah Pemuda Lampura, Gen-Zi: Sudah 300 Orang Mendaftar!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:52 WIB

MEMBANGGAKAN! SMPN 3 Pringsewu Juara 3 Street Soccer Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru