Festival Nyambai 2026 Hadirkan Keberagaman Adat 10 Marga Pesisir Barat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, (dinamik.id) — Menjelang kemerdekaan RI ke-81, Yayasan Lamban Lembah (Kab. Pesawaran) bekerjasama dengan Desa Budaya Wisata “Bumi Lebu” (Kab. Pesisir Barat) menggelar Festival Nyambai 2026.

Kegiatan ini akan diadakan selama 2 hari (14-15 Agustus 2026), menampilkan 10 marga yang ada di Pesisir Barat, yaitu marga Tenumbang, Ngambur, Ngaras, Bengkunat, Way Napal, Pedada, Way Sindi, Pugung Tampak, Pugung Penengahan, dan Pugung Malaya. Rencananya, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Lampung dan sejumlah pejabat Pesisir Barat akan menghadiri sekaligus membuka festival pada 14 Agustus, pukul 19.00 WIB.

Ketua Panitia Festival Nyambai, Novri Rahman, M.Pd yang juga dosen UIN Raden Intan menjelaskan kegiatan ini bertujuan menghadirkan keberagaman nyambai yang ada di Pesisir Barat dalam satu panggung. Ini juga sebagai langkah pelestarian dan pengembangan budaya serta mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, imbuhnya.

Baca Juga :  Rumah Adat Sungai Sidang Mesuji Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Nyambai telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan, melalui SK no. No SK: 260/M/2017, tahun 2017 dengan domain: Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan

Richard, selaku founder Desa Wisata Budaya Bumi Lebu, mengapresiasi program Lamban Lembah untuk mengadakan festival di daerahnya. “Secara prinsip, kegiatan ini sejalan dengan misi kami di Desa Budaya Bumi Lebu dalam hal pelestarian dan pemanfatan Objek Pemajuan Kebudayaan, terutama nyambai, yang selama ini hanya dapat kita saksikan di momen tayuhan adat marga saja.”

Baca Juga :  Almira Nabila Fauzi Sebut WSL Krui Pro 2025 Angkat Potensi Wisata dan Ekonomi Lokal Lampung

Masih menurut Richard, dalam konteks nyambai di Pesisir Barat, ini baru pertama kalinya difestivalkan. Kegiatan ini mengangkat proses tradisi secara utuh dalam satu sajian pertunjukan dan diwakilkan oleh 10 Sai Batin Marga se-Pesisir Barat.

Festival dua hari tersebut, juga akan melibatkan sejumlah UMKM di Pesisir Barat. Bahkan beberapa UMKM dari kabupaten/kota lain, misalnya dari Bandarlampung, memastikan ikut serta meramaikan acara. Artinya, selain pentas seni, festival ini juga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Respon terhadap festival cukup positif. Banyak calon penonton dari luar Pesisir Barat, dari berbagai lapisan masyarakat, yang memastikan hadir menyaksikan perhelatan tersebut.

Baca Juga :  Berkat Ecoprint dan Dukungan BRI, UMKM Kahut Siger Bori Sukses Tembus Kancah Nasional

Bumi Lebu berlokasi di Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan PesisirSelatan, Kabupaten Pesisir Barat. Belum lama ini, Bumi Lebu ditetapkan sebagai Desa Wisata Berbudaya oleh pemerintah Provinsi Lampung, bersama beberapa desa lainnya di Lampung.

Arman AZ, ketua Yayasan Lamban Lembah, menambahkan bahwa festival ini merupakan ruang silaturahmi sekaligus momen bagi masyarakat untuk menyaksikan perpaduan seni dan adat budaya di Pesibar. Arman juga berharap festival ini menjadi stimulus atau pembuka dari festival nyambai selanjutnya di Pesisir Barat.

Bagi masyarakat yang hadir, diharapkan mengenakan dress code sebagai berikut; laki-laki berpakaian rapi, berkain sarung gantung, dan mengenakan peci. Dress code perempuan, bebas, sopan dan businjang (berkain).

Penulis : Ahmad Mufid

Editor : Pina haidar

Berita Terkait

Ini 20 Peserta Lolos Kurasi, Kurator: Mereka Layak Ikut Bengkel Sastra
Tanoh Krakatau : Ketika Panggung Menjadi Suara untuk Tanah Lampung
PWI Lampung Mengajak MPAL Matangkan Ikon Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Ketua PWI Lampung Bakal Kenakan Busana Adat Lampung di HPN Banten 2026
Sanggar Arimbi Gelar Pentas Tari Gebyar Akhir Tahun 2025
Workshop Gambus Lunik Hadir di Kampus Saburai
Akademisi Djuhardi Basri: Menerjemahkan Puisi Upaya Menyelamatkan Bahasa Lampung
Lampung Literature Dorong Revitalisasi Budaya lewat Sayembara Novela

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Festival Nyambai 2026 Hadirkan Keberagaman Adat 10 Marga Pesisir Barat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:57 WIB

Ini 20 Peserta Lolos Kurasi, Kurator: Mereka Layak Ikut Bengkel Sastra

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:44 WIB

PWI Lampung Mengajak MPAL Matangkan Ikon Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:45 WIB

Ketua PWI Lampung Bakal Kenakan Busana Adat Lampung di HPN Banten 2026

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:27 WIB

Sanggar Arimbi Gelar Pentas Tari Gebyar Akhir Tahun 2025

Berita Terbaru

Provinsi

Gubernur Lampung Lepas 598 Pramuka di Jamnas XII 2026

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:56 WIB