Bandarlampung (Dinamik.id) – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela meminta agar sosialisasi penerapan kuota pekerjaan sebesar satu persen bagi penyandang disabilitas di perusahaan diperluas untuk mendukung pemberian akses yang berkeadilan bagi penyandang disabilitas.(13/08/2026).
“Pemerintah daerah terus mendorong agar peraturan daerah tentang penyandang disabilitas terus disosialisasikan serta diperluas. Termasuk ketentuan kuota pekerjaan sebesar satu persen bagi penyandang disabilitas di perusahaan,” ujar Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.
Dia mengatakan ketentuan tersebut penting untuk membuka ruang bagi lulusan sekolah luar biasa (SLB), agar dapat melanjutkan kehidupan melalui pekerjaan dan aktivitas produktif.
“Pembangunan yang dicita-citakan harus menghadirkan ruang bagi semua tanpa terkecuali. Bila ingin membangun daerah yang maju, bukan hanya sekadar membangun infrastruktur dan fisiknya saja. Tetapi pembangunan sumber daya manusia juga sangat berperan penting bagi investasi masa depan bangsa,” katanya.
Selain itu pemerintah daerah juga terus memperkuat pendidikan inklusif, serta pemberian akses dan kesempatan yang sama bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi dan kemandirian.
“Setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi masing-masing. Oleh karena itu, dukungan berupa akses pendidikan, lingkungan yang tepat, serta kesempatan untuk berkembang menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan anak berkebutuhan khusus,” ucap dia.
Menurut dia, pendidikan bagi penyandang disabilitas juga perlu berkelanjutan, hingga tahap kemandirian dan memasuki dunia kerja.
Saat ini Provinsi Lampung memiliki 34 sekolah luar biasa, namun jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan. Bahkan di Kabupaten Pesisir Barat hingga saat ini belum memiliki sekolah luar biasa.
“Kami selalu percaya bahwa semua anak mempunyai suatu keistimewaan tanpa terkecuali, termasuk anak-anak luar biasa yang ada di sekolah luar biasa. Dan kami terus berupaya memberikan akses yang sama dan pengertian bahwa mereka punya kesempatan yang sama untuk tumbuh optimal,” tambahnya










