Menuju Indonesia Emas 2045 di Era Disrupsi, Bung Iqbal : Pemuda Harus Bersatu, Berkarya dan Inovatif

Sabtu, 19 November 2022 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id)–Era Disrupsi merupakan kondisi dimana terjadinya inovasi yang menyebabkan perubahan secara besar-besaran atau mendasar ke dalam sistem yang baru, sehingga mengubah sistem dan tatanan kehidupan masyarakat secara luas.

Hal itu melandasi Universitas Sang Bumi Ruwai Jurai (SABURAI) mengadakan seminar Nasional yang bertema ‘Peran dan Tantangan Mahasiswa Sebagai Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 di Era Disrupsi’ Sabtu, 19 November 2022

Baca Juga :  Warga Tanjung Seneng Apresiasi Bantuan Sembako KNPI Lampung

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah menyampaikan bahwa pemuda sebagai generasi bangsa harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan dengan menyamakan visi dan misi yang sama dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Selain itu, pemuda harus bisa mengisi ilmu-ilmu yang positif dan bisa menguasai teknologi dengan baik, karena zaman terus mengalami perubahan.

Baca Juga :  PC PMII Bandar Lampung Gelar FGD Eksistensi Penyebaran Paham Khilafah

“Kita harus memiliki value dan wawasan, sehingga kita akan menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya

Untuk menjadi pemuda yang memiliki value (nilai), pemuda bisa mengikuti seminar -seminar dan ruang diskusi. Dalam hal ini, KNPI Provinsi Lampung sudah banyak mengadakan ruang -ruang diskusi yang bertujuan untuk menambah ilmu dan wawasan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pemuda.

Baca Juga :  PKM-K Luncurkan Es Krim Probiotik Ice-Tetik

“Jangan puas dengan yang ada, tambah dengan kreatifitas-kreatifitas baru, agar bisa mengisi ruang di Indonesia Emas yang akan datang,” jelasnya.

Apa yang bisa pemuda dilakukan? Menurut Iqbal ada 3 point penting yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Emas yakni, meningkatkan kualitas diri, Berinovasi serta Mentransformasi era digital. (Naz)

Berita Terkait

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
SELAMAT! 374 Siswa SMA YP Unila Berhasil Lolos Perguruan Tinggi hingga Luar Negeri

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31 WIB

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB