Pemprov Bahas Desa Blank Spot

Senin, 21 Juni 2021 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung—(Dinamik.id) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, memimpin Rapat Pembahasan Penanganan Desa Blank Spot Internet di Provinsi Lampung, bertempat di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (10/05).

Turut hadir di dalam rapat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika & Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Zaidirina, Kepala Biro Perekonomian Emilia Kusumawati, Sekretaris Bappeda Evie Fatmawaty, Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Lampung Enik Sarjumanah, GM PT Telkom Lampung Susila Sihombing, serta perwakilan dari Balmon Lampung, PT Telkomsel, PT Artamedia.

Baca Juga :  Tiktoker Lampung Bang Taun Dkk, Meriahkan Open Tournament Camat Cup Volly Ball di Mesuji Timur

Sekdaprov Lampung menyampaikan, saat Musrenbangnas yang lalu Presiden Jokowi telah memberikan arahan bahwa selain akan dimulainya konektivitas 5G, dalam menghadapi kompetisi global yang semakin cepat, para perencana harus betul-betul mempertimbangkan perkembangan Iptek. Sementara itu, masih ada 749 Desa di Lampung yang belum terjangkau jaringan internet (blank spot).

Untuk itu, rapat ini digelar guna membahas penanganan desa Blank Spot Internet di Lampung dan untuk menyusun langkah percepatan pembangunan infrastruktur internet di desa.

Baca Juga :  Maulid Nabi 1448 H, Kemenag Lampung Tekankan Keteladanan Rasulullah dalam Pelayanan

“Pemerintah ingin mendorong supaya masyarakat di desa bisa menikmati layanan internet. Selain itu, langkah ini guna menyukseskan Program Smart Village dan Kartu Petani Berjaya yang telah digagas oleh Bapak Gubernur,” ujar Fahrizal Darminto.

Selain menyukseskan Program Smart Village dan Kartu Petani Berjaya yang memanfaatkan kemajuan teknologi khususnya layanan internet, penanganan Desa Blank Spot Internet ini juga untuk mendorong perkembangan BUMDes dan UMKM di desa-desa.

Fahrizal juga meminta Dinas/Instansi terkait untuk mengurus perizinan yang diperlukan dan mendorong diadakannya workshop untuk BUMDes dalam mengelola bisnis.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Buka Kemungkinan 1.057 Honorer Ditarik Jadi (Outsourcing)

Sementara itu, GM PT Telkom Wilayah Lampung Susila Sihombing mengatakan, solusi yang dapat diambil diantaranya membangun infrastruktur internet yaitu fiber optik dan radio link (wireless), membangun layanan aplikasi smart desa yang mengonlinekan seluruh administrasi desa dan mendorong BUMDes dan UMKM memiliki marketplace.

“Untuk tahap awal, dari 749 Desa akan dipilih 100 Desa dahulu untuk dibangun karena disana sudah ada resourcenya,” ujar Susila Sihombing. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Berita Terkait

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat
Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah
Maulid Nabi 1448 H, Kemenag Lampung Tekankan Keteladanan Rasulullah dalam Pelayanan
Muktamar NU Ke-35, Mbak Khoir: PKB dan NU Satu Akar, Satu Cita-Cita, Satu Napas Perjuangan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 21:31 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB