Wiyadi Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Hidup Berbangsa

Jumat, 5 Agustus 2022 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG (dinamik.id) — Perkembangan zaman yang modern dan semakin canggih dunia serta mudahnya mengakses dunia internet dan ditambah pemakaian smartphone akses media sosial, mengakibatkan tergerusnya pemahaman tentang ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Melihat melemahnya pengamalan Pancasila utamanya pada generasi muda saat ini para legislatif dengan di awali DPR RI gencar melakukan sosialisasi idelogi pancasila.

Demikian menjadi benang merah dalam sosialisasi ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, yang dilakukan Anggota DPRD Bandar Lampung, Wiyadi SP, MM, di taman Wisata Lengkung Langit 2, Kemiling, Jumat, 5 Agustus 2022.

Sosialisasi menghadirkan dua Narasumber yakni Jares Mugni praktisi ekonomi dari Kadin Lampung dan Yusdianto akademisi dari Universitas Lampung.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Bandar Lampung, Wiyadi menyampaikan bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan jadikan Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

“Jangan pernah membandingkan atau memperdebatan pancasila dengan agama, karena Pancasila adalah alat pemersatu bangsa baik rasa, karena disitu ada berbagai macam suku, ras, agama dan budaya, semua menjadi satu kesatuan yakni negara yang berketuhanan yang maha Esa,” ujar Wiyadi.

Baca Juga :  KPU Bandar Lampung dan Polresta Bahas Draf MoU Ciptakan Pemilu Damai dan Kondusif

“Sosialisasi ini adalah program pusat awalnya dan sampai ke daerah. Pasca Reformasi, pemahaman tentang idelogi Pancasila dipandang perlu untuk, karena untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI,” imbuhnya.

Sementara, Narasumber/pembicara akademisi dari Unila Yusdianto mengatakan, bahwa dengan perkembangan zaman yang saat ini serba digital, rasa kemanusiaan dan sudah hampir punah. Perkembangan media sosial menambah beban dari orang tua.

“Karena itu, benteng nya adalah jadikan agama sebagai benteng utama dan terakhir dalam kehidupan. Kita punya tugas mengajarkan kepada anak-anak kita tentang agama, tanamkan agama yang kuat dan kokoh kepada anak bangsa,” jelas dia.

Dosen Unila ini juga memaparkan, banyak sekali persoalan yang ada di negara Indonesia, penomenal terkait dengan persoalan terorisme dan gerakan radikal. Gerakan kelompok radikal ini adalah sebuah cara untuk mendorong orang lain untuk arah melakukan pemberontakan secara keras dan membuat generasi malas.

Baca Juga :  Tekan Bayar Pajak, Noverisman Minta Pemerintah Jangan Pilih Kasih

“Saat ini juga ada serangan digital mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi semua pakai smartphone digital dan media sosial banyak sekali disusupi pornografi dan ada lagi pinjol (pinjaman online). Nah, persoalan pinjol ini sudah menjadi wabah di masyarakat, dimana banyak sekali yang terjerat kasus pinjol,” paparnya.

Banyak yang terbelit hutang pinjol karena dengan tawaran yang mudah dan pinjaman lunak bisa mendapatkan uang. “Banyak yang terbius dengan bunga rendah, tetapi tidak sadar itu akan menjerat karena bunga pinjaman per hari. Ini sangat bahaya dan hal ini perlu ada pemahaman ke masyarakat agar tidak terbelit kasus pinjol. Akibatnya banyak tindakan kriminal akibat pinjol, karena tidak mampu bayar hutang,” jelasnya.

Ada lagi, terus dia ancaman fashion/Film karena ingin tampil cantik sehingga banyak gara-gara untuk mendapatkannya, seperti untuk membeli skincare. Juga soal film banyak menyebabkan terjadinya hal hal yang tidak baik, banyak kecurigaan suami istri.

Baca Juga :  Irwansyah Optimis PDI Perjuangan Raih Kemenangan 90%

Akibatnya, angka kasus perceraian di Kota Bandarlampung tahun 2020-2021 sangat tinggi dan anehnya yang mengajukan perceraian rata-rata para emak-emak data ini dipublish oleh dinas pemberdayaan perempuan dan anak.

Di tempat yang sama, Praktisi ekonomi Jares Mugni memaparkan tentang pemahaman Pancasila di industri bisnis dan transportasi.

Pancasila ada 5 sila. “Kita bahas silakan ke 5 yakni Keadilan sosial, apa yang sudah kita rasakan untuk saat ini, untuk harga bahan pokok dan bahan lainnya dirasa saudara kita di papua, sementara dulu Rp 1 juta, kini harga sudah setara dan juga harga bensin pun 1 liter dulu Rp400 ribu kini sudah sama, ini yang dilakukan presiden Jokowi. Keadilan sosial yang merata,” tegasnya. (Naz)

Berita Terkait

Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh
Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu
Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026
Hanya 8 dari 25 Anggota Hadir Paripurna, P3MN Soroti DPRD Pesisir Barat
DPRD Bandar Lampung Sahkan Raperda APBD-P 2026, Defisit Rp87 Miliar
Aksi Tanggap Darurat GAK, PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Siagakan Ambulans
Gabah Lampung Tembus Rp8.000, Imelda Soroti Aturan Distribusi ke Luar Daerah

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:32 WIB

Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar

Rabu, 9 September 2026 - 14:51 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Rabu, 9 September 2026 - 12:50 WIB

Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Hanya 8 dari 25 Anggota Hadir Paripurna, P3MN Soroti DPRD Pesisir Barat

Berita Terbaru