Damar Lampung Soroti Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren

Senin, 9 Januari 2023 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar lampung (dinamik.id) – Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menyayangkan awal tahun 2023 disambut beragam kasus kekerasan seksual di Lampung. Terutama kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan berbasis agama (pesantren) yang seharusnya menjadi ruang aman dan transformasi pengetahuan ajaran agama dan moral bangsa.

Pertama, kasus terjadi oleh Pimpinan Pondok Pesantren di Lampung Selatan yang dilaporkan di polsek Natar terkait dugaan tidak pidana kekerasan seksual kepada santrinya pada Rabu (21/12/2022).

Kedua, Pemilik pondok pesantren di Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang diduga memperkosa tiga santriwati ditangkap polisi pada 31 desember 2022 atas dugaan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara yang ketiga, terjadi di Kabupaten Lampung Utara. Dugaan kekerasan seksual terhadap seorang santriwati oleh oknum pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Sungkai Tengah. Orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya yang masih di bawah umur pada Jumat, 6 Januari 2023.

Baca Juga :  Kejari Mesuji Gelar Diskusi Publik, Stop Kekerasan dan Perundungan Terhadap Perempuan dan Anak

Lembaga Advokasi perempuan DAMAR bersama jaringan satu suara untuk keadilan korban kekerasan seksual telah mensurati polsek Natar, pada kamis 29 Desember 2022 terkait Dukungan Pengusutan Tuntas Perkara Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan mengingatkan mandat UU No 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

Pertama, Perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual tidak dapat dilakukan penyelesaian di luar proses peradilan. Kedua, Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual berhak memperoleh informasi terhadap seluruh proses dan hasil Penanganan, Perlindungan, dan Pemulihan, hak mendapatkan dokumen hasil Penanganan, hak atas layanan hukum, hak atas penguatan psikologis, hak atas pelayanan kesehatan meliputi pemeriksaan, tindakan, dan perawatan medis, hak atas layanan dan fasilitas sesuai dengan kebutuhan khusus Korban.

Ketiga, korban kekerasan seksual berhak memperoleh hak korban atas pemulihan baik sebelum, selama hingga setelah proses peradilan.

Baca Juga :  18 Tersangka Narkoba, Ditangkap Dalam Operasi Antik Krakatau 2024 Polres Mesuji

Relasi kuasa juga melekat di pesantren, Citra diri sebagai tokoh agama yang memiliki keilmuan atau sosok alim, nilai-nilai keta’dziman (taat) yang ditawarkan kepada santri untuk memperoleh keberkahan guru, semua perkataan kyai dan keluarga merupakan sesuatu yang harus dilakukan jika tidak akan mengurangi keberkahan dan syafaat.

Sehingga kekerasan seksual juga rentan terjadi untuk dalih memperoleh keberkahan dll. Pelaku biasanya dianggap memiliki kebenaran hakiki baik ucapan dan tindakannya. Hingga sedikit masyarakat yang mempercayai kebenaran peristiwa kekerasan yang dialami korban.

Kementerian agama republik Indonesia juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama. Berdasarkan hal ini lembaga advokasi perempuan DAMAR mendorong :

Kementerian Agama RI dan Kantor wilayah Kementerian Agama Propinsi Lampung melakukan Sosialisasi dan implementasi kebijakan PMA No. 73 Tahun 2022 terkait KS ke seluruh lembaga berbasis keagamaan (formal dan non formal) dengan menekankan keberpihakan kepada korban.

Baca Juga :  Kapolres Lamtim Ajak Anggota dan Masyarakat Memakmurkan Masjid

Mendorong Kemenag RI dan Kanwil Kemenag Propinsi Lampung untuk menyusun standar perizinan mendirikan lembaga pendidikan keagamaan bertingkat untuk non formal, informal dan formal serta membangun sistem dan mekanisme evaluasi dan monitoring terhadap lembaga pendidikan yang berbasis agama dalam upaya pencegahan KS dan melakukan publikasi lembaga-lembaga tersebut secara terbuka di website kemenag.

Mendorong peningkatan kapasitas bagi seluruh civitas akademik di lembaga pendidikan agama (formal dan non formal) terkait pencegahan dan penanganan KS.

Mendorong partisipasi bermakna dari seluruh stakeholder dalam perencanaan, pelaksanaan, monev dalam upaya pencegahan dan penanganan KS di lembaga pendidikan dan keagamaan lainnya. (Sandi)

Berita Terkait

Kawal Pemilu dan Demokrasi Uji Pasal Ambang Batas Parlemen ke MK
Awal Penerapan KUHP dan KUHAP Baru, Advokat Persadin NTB Diambil Sumpahnya
Kejati Lampung Serius Ungkap Korupsi SPAM Pesawaran, Giliran Anggota DPR RI Zulkifli Anwar Diperiksa
Jejak Panjang Brigjen Pol Hengki Haryadi, Perwira Reserse Andal yang Kini Menjadi Wakapolda Riau
Awas, Masuk Rumah dan Pekarangan Tanpa Izin Pidana Satu Tahun!
Kasus Abu Bakar Masuk Tahap Akhir, Pledoi Ungkap Dugaan Cacat Dakwaan
Advokat Persadin Angkatan XXII Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Banten
Kapolres Mesuji AKBP M Firdaus Pimpin Jum’at Curhat dan Bagikan Paket Sembako

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 00:35 WIB

Kawal Pemilu dan Demokrasi Uji Pasal Ambang Batas Parlemen ke MK

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:51 WIB

Awal Penerapan KUHP dan KUHAP Baru, Advokat Persadin NTB Diambil Sumpahnya

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kejati Lampung Serius Ungkap Korupsi SPAM Pesawaran, Giliran Anggota DPR RI Zulkifli Anwar Diperiksa

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:55 WIB

Jejak Panjang Brigjen Pol Hengki Haryadi, Perwira Reserse Andal yang Kini Menjadi Wakapolda Riau

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:22 WIB

Awas, Masuk Rumah dan Pekarangan Tanpa Izin Pidana Satu Tahun!

Berita Terbaru