Rektor Paparkan Efektivitas Program Matching Fund

Selasa, 11 Juli 2023 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dinamik.id) – Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., memaparkan hasil pelaksanaan Program Matching Fund (MF) yang telah berjalan selama tiga tahun pada acara yang digelar Selasa, 11 Juli 2023.

Acara tersebut berlangsung di Hotel Santika Preimiere, Slipi Jakarta, turut dihadiri perwakilan dari IPB dan Telkom University. Rektor Unila hadir didampingi Ketua LPPM Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si.

Prof. Lusi menguraikan beberapa hal dalam presentasinya. Pertama, ia menyebutkan jumlah dosen Unila yang mendapatkan dana MF dengan rincian tahun 2022 sebanyak dua orang dan tahun 2023 sebanyak empat orang terbagi atas dua batch.

Baca Juga :  Kepala BPJPH Bekali Mahasiswa UIN RIL Tentang Produk Halal

Ia juga melaporkan, ada tiga dosen yang sedang dalam tahap verifikasi kelayakan dan verifikasi kelayakan ulang.

Kedua, ia menjelaskan tentang pengusulan MF tahun 2023 yang memiliki beberapa catatan terkait jumlah pengusulan, pengumuman pendanaan, serta aspek lainnya.

Ketiga, ia menekankan tentang inisiasi kolaborasi yang telah terjalin antara Unila dengan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan juga penelitian dosen dan mahasiswa pada mitra DUDI.

Keempat, ia menunjukkan manfaat yang dirasakan dari kolaborasi ini bagi Unila dan mitra. Bagi Unila, manfaatnya antara lain terbentuknya jejaring, adanya publikasi pada jurnal bereputasi, buku ajar dan modul, serta pengimplementasian MBKM yang secara keseluruhan memberikan pengaruh pada pencapaian IKU 2, 3, 5 dan 6.

Baca Juga :  Diseminasi dan Review Hasil Riset Kolaborasi Proyek HETI Tahun Pertama Unila

Sementara bagi mitra, lanjutnya, di antara manfaatnya yakni dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi DUDI dan menstimulasi DUDI untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi.

Kelima, ia menyampaikan beberapa catatan yang ditemukan dalam pelaksanaan program MF di Unila berkaitan dengan waktu pelaksanaan program yang pendek, proses penganggaran, kapasitas dan kesesuaian persepsi reviewer, dan lainnya.

Baca Juga :  Peneliti Prediksi Bahasa Lampung Terancam Punah 36 Tahun ke Depan

Keenam, ia mengemukakan beberapa upaya yang dilakukan Unila terhadap catatan yang ditemukan antara lain memberikan sosialisasi kepada seluruh dosen melalui berbagai platform media, menyelenggarakan RekaTalk dan Rekapreneur kepada seluruh dosen yang didukung PMO Kedaireka, workshop impelementasi dan pemadanan kebutuhan industri dengan penelitian dosen, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

“Unila berkomitmen mendukung pembiayaan kegiatan koordinasi dan monitoring internal. Melalui tim pelaksana MF, Unila siap memfasilitasi segala kendala yang dihadapi dosen dalam proses pengusulan, pelaksanaan, dan evaluasi proyek,” ujar Rektor.*

[Naz]

Berita Terkait

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah
Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum
Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 16:20 WIB

Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 12 September 2026 - 19:52 WIB

Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB