Mahasiswa UIN RIL Meriahkan Sanggar Bahasa dan Sastra Melayu di Thailand

Jumat, 25 Agustus 2023 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu mahasiswa KKN Internasional UIN RIL saat membacakan puisi berbahasa Melayu.
Yala, Thailand (dinamik.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UIN Raden Intan Lampung berpartisipasi dalam kegiatan “Sanggar Bahasa dan Sastra Melayu” generasi ke 10 di Thailand, Rabu (23/08/2023).

Mereka turut andil meriahkan acara yang mengusung tema “Mengimbas Kembali Sirah Kejatuhan Bangsa Melalui Ketrampilan Bahasa dan Sastra untuk Membangkitkan Semangat Rakyat Fathoni”. Dengan semangat menggelegar mereka tampil pada pertunjukan pembacaan puisi dalam empat bahasa yakni Indonesia, Inggris, Arab, dan Melayu.

Baca Juga :  Balitbang Lambar Belajar Pada PKPB UIN Terkait Penyusunan IKLI

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa semester 5 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Melayu (PBSM) Fakultas Tarbiyah, Kolej Islam Syeikh Daud Al-Fathoni (KISDA) Thaliand sebagai pemenuhan tugas mata kuliah sanggar sastra sebelum melaksanakan ujian tengah semester.

Baca Juga :  Tema Natal 2024 Ajak Dunia Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam rangkaian kegiatan yang bertempat di Bilik Mesyuarat 3 (TVM) ini, para mahasiswa PBSM memberikan sebuah persembahan berupa pidato, nasyid, puisi, pantun, seloka, gurindam, dan hal lain yang serupa.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa PBSM untuk mengenalkan, menjaga, dan melestarikan kebudayaan melayu Fathoni dengan menampilkan pertunjukan yang berkaitan dengan sastra,” ucap Haris selaku peserta kegiatan dan mahasiswa PBSM.

Baca Juga :  Kopri PMII Lampung Soroti Maraknya Kekerasan Seksual

Sementara Ketua Jurusan PBSM, Ustadz Abdul Qoni menyampaikan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini ialah sebagai majelis pertunjukan bahasa dan sastra.

“Kebudayaan yang beragam dan beraneka harus kita junjung. Kita harus sadar bahwa kebudayaan itu sangat penting dalam kehidupan karena menjadi identitas sebuah bangsa,” tandasnya.

Rep: Faaliih Qowiy/PAI dan Arga Abdulloh Maaruf/MBS (Naz)

Berita Terkait

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
SELAMAT! 374 Siswa SMA YP Unila Berhasil Lolos Perguruan Tinggi hingga Luar Negeri

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31 WIB

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Berita Terbaru