Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU, (Dinamik.id) — Kekeringan hingga menyebabkan gagal panen membuat petani di Kabupaten Pringsewu menagih janji politik Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu. Salah satu yang dituntut adalah realisasi penaikan air Bendungan Way Sekampung ke lahan pertanian.

Tuntutan tersebut disampaikan Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Pringsewu saat menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Pringsewu, Kamis (1/10/2026).

Massa yang dikoordinatori Novi Antoni alias Gendon meminta pemerintah tidak sekadar memberikan janji, tetapi segera merealisasikan program yang menyangkut kebutuhan petani.

Dalam surat tuntutannya, SPI meminta Bupati Pringsewu merealisasikan tujuh poin utama. Di antaranya mengimplementasikan aturan reformasi agraria, membentuk tim penyelesaian konflik agraria dengan melibatkan organisasi petani dalam Lembaga Penyelesaian Konflik Agraria (LPRA), serta memperjelas status tanah marga di wilayah Pekon Way Kunyir dan Pekon Sumber Bandung dalam kawasan Hutan Register 22.

Baca Juga :  Sambut HUT TNI, Kodim 0424/TGM & Pemkab Pringsewu Gelar Bakti Sosial

SPI juga meminta pemerintah menyelesaikan persoalan tapal batas Register 22 dengan kedua pekon tersebut berdasarkan penetapan batas pekon tahun 2014.

Tuntutan lainnya adalah meminta Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu menepati janji politik untuk menaikkan air Bendungan Way Sekampung atau air Sekampung melalui pompanisasi bagi petani di Kabupaten Pringsewu.

Selain itu, SPI meminta pemerintah menghentikan alih fungsi lahan pertanian, memberikan bantuan untuk meningkatkan produktivitas dan modal bagi petani yang mengalami gagal panen tanpa diskriminasi dengan sumber anggaran APBD maupun APBN, serta mendorong pengembangan pertanian agroekologi dan koperasi petani.

Baca Juga :  170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan

“Kami menuntut kehadiran Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas untuk menemui langsung para pengunjuk rasa,” ujar perwakilan massa.

Sejumlah pejabat Pemkab Pringsewu hadir di lokasi, di antaranya Asisten II Hendrid, Kepala Dinas PUPR Fahmi, Kepala Dinas Pertanian Maryanto dan Kepala Bappeda Imam Fatkuroji.

Tak hanya kepada eksekutif, SPI juga menyampaikan tuntutan kepada DPRD Kabupaten Pringsewu.

Mereka meminta DPRD mendorong Bupati segera membentuk tim penyelesaian konflik agraria serta melibatkan organisasi petani dalam LPRA.

DPRD juga diminta mendorong pemerintah memperjelas status tanah marga di wilayah Way Kunyir dan Sumber Bandung dalam kawasan Register 22, termasuk penetapan tapal batas berdasarkan peta penetapan batas pekon tahun 2014.

Selain itu, DPRD diminta menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong Bupati menertibkan serta menegakkan peraturan daerah terkait alih fungsi lahan pertanian.

Baca Juga :  Usulan Perbaikan Jalan Satlantas Polres Pringsewu Langsung Disikapi

Massa meminta seluruh tuntutan tersebut tidak berhenti pada dialog. SPI menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila tidak ada tindak lanjut.

“Jika kehadiran Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas tidak diindahkan, maka akan ada aksi unjuk rasa yang lebih besar,” jelas perwakilan pengunjuk rasa.

Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati, massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Pringsewu untuk melanjutkan penyampaian tuntutan.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memperoleh keterangan dari Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas terkait tuntutan SPI maupun janji politik yang ditagih massa.
(Rhn)

Penulis : Raihan

Editor : Pina haidar

Berita Terkait

Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator
CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR
Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu
Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar
M. Syukron Muchtar Luncurkan MSM Academy, Dorong Anak Muda Berani Maju dan Bertumbuh
170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan
Sudah Di-hold, Pembangunan Masih Jalan; Wabup Pringsewu: Kalau Belum Berizin Berhenti

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:40 WIB