Kebun Karet Kedaton Jadi Benchmark PTPN I

Kamis, 8 Februari 2024 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berhasil Cetak DRC Lateks di Atas 30%

BANDAR LAMPUNG—Catatan prestasi tanaman karet Afdeling 3 PTPN I Regional 7 Kebun Kedaton mendapat respons positif dari Manajemen _Head Office_ Subholding PTPN I dan PTPN III Holding.

Selama dua hari, kebun yang berada di Desa Rejomulyo, Kacamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan itu dikunjungi pejabat utama yang membawa 25 orang tim teknis.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan bertajuk ‘benchmark’ atau studi banding itu karena getah karet yang dihasilkan dari kebun ini mencatatkan kadar karet kering (DRC, dry rubber content) di atas 30 persen.

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mahmudi menyempatkan inspeksi di kebun ini, Kamis (1/2/24). Sehari sebelumnya, Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar juga mengarahkan para peserta _benchmark_ ke lokasi yang sama. Peserta berasal dari _Head Office_ PTPN I, Regional 2, Regional 3, Regional 5, dan Regional 7 sebagai tuan rumah.

Hadir dalam kegiatan itu, antara lain Kadiv Tanaman dan Pengolahan Komoditi Karet PTPN I Hendra Putra, Kepala Regional 7 Denny Ramadhan, _SEVP Operational_ Regional 7 Wiyoso. Juga hadir Tim dari Regional 2, 3, dan 5 yang masing-masing dipimpin oleh _SEVP Operational_-nya, Iyan Haryanto, Budiyono, dan Asep Sontani. Turut meninjau, Kepala Pusat Penelitian Sembawa Suroso Rahutomo beserta Tim.

Baca Juga :  Pemkab Mesuji, Salurkan Bantuan Perlengkapan Masjid di Kecamatan Simpang Pematang dan Pancajaya

Dalam kunjungan singkatnya, Mahmudi menelisik dengan detail perihal bagaimana kebun seluas 485 hektare itu menghasilkan DRC yang tergolong tinggi. Direktur enerjik ini juga melihat langsung kebun karet yang menggunakan Klon IRR-118, termasuk cara sadap, pemakaian kulit, kerapatan tanaman, produksi dan produktivitas penyadap, serta pemeliharaan kebun.

Manajer Kebun Kedaton Yessi Plofesi dibantu Timnya dalam paparannya menunjukkan secara langsung perlakuan pekerja terhadap lateks yang menghasilkan _DRC_ tinggi.

Ia mengatakan, kunci dari keberhasilan mendapatkan kadar karet tinggi adalah pemuliaan lateks. Yakni, dengan memastikan setiap getah yang disetorkan ke pabrik adalah lateks murni.

“Kami melakukan Gerakan Lateks Murni untuk memastikan getah yang masuk ke pabrik tidak ada kontaminasi. Caranya adalah melakukan uji gelembung pada setiap lateks yang disetor penyadap ke STL (stasiun lateks) secara langsung. Dari uji gelembung ini akan diketahui kualitas lateks yang disetor murni atau ada campurannya,” kata dia.

Mahmudi juga mewanti-wanti agar perawatan tanaman dan pemakaian kulit diperhatikan dengan serius. Sebab, kata dia, kulit adalah investasi utama dalam industri karet.

Baca Juga :  PWI Mesuji Gelar Kegiatan Beli dan Berbagi Takjil di Kecamatan Tanjung Raya

“Pemakaian kulit harus dilakukan dengan baik agar kontinuitas penyadapan dan kelangsungan hidup tanaman produktif dan terpelihara dengan baik. Irisan yang lebih tebal hanya akan memperboros konsumsi kulit tanpa meningkatkan produksi lateks. Pemborosan konsumsi kulit berarti memperpendek umur ekonomis tanaman karet. Ini investasi besar yang harus dijaga dengan sangat ketat,” kata Mahmudi.

Dari kebun, Mahmudi langsung meninjau Pabrik Pengolahan Karet Kebun Kedaton. Sebab, kata dia, pencapaian _DRC_ yang tinggi juga sangat dipengaruhi oleh kinerja pabrik yang prima. Dia menyempatkan diri melihat dan berdiskusi proses pengeringan karet di kamar asap dengan pekerja yang sedang melaksanakan tugas untuk mendapatkan berbagai informasi.

Pada peninjauan ke pabrik, Mahmudi memberi penilaian positif kepada kru yang terus mencari dan menemukan inovasi yang berimbas kepada produktivitas dan efisiensi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan hawa panas dari proses pengasapan yang dihisap kembali oleh fan dan dipanaskan ulang untuk pengasapan sheet dalam kamar asap. Menurut dia, konsep ini memberi pesan bahwa setiap potensi harus dimaksimalkan pemanfaatannya.

“Kalau biasanya hawa panas dari kamar asap itu dibuang lewat cerobong ke atas, ini tidak dibuang, tetapi ditangkap kembali untuk proses pemanasan selanjutnya. Kita memang harus berpikir lebih detail dan _out of the box_ untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik,” kata dia.

Baca Juga :  Pj Bupati Mesuji Sulpakar, Pantau Kegiatan Sortir dan Lipat Suara Pemilu 2024

Selain itu, Mahmudi juga mengapresiasi berbagai simulasi dan percobaan terukur yang menghasilkan formula terbaik di proses kamar asap. Pabrik RSS di Kebun Kedaton ini bisa mengurangi proses pengasapan dari yang sebelumnya lebih dari lima hari menjadi 3-4 hari dengan mutu RSS I yang tetap terjaga di atas 99 %. Hal ini, kata dia, dapat menekan biaya produksi cukup signifikan dan mempercepat kesiapan produk untuk diolah pada tahap selanjutnya.

“Kami akan dukung penuh berbagai inovasi yang memberikan nilai tambah produksi, produktivitas, peningkatan mutu, dan tentu akan lebih efisien. Dukungan kebijakan dan pasti pada aspek pembiayaan” kata dia.

Kita tidak bisa mengklaim bahwa pencapaian kinerja kita, misalnya DRC yang tinggi, adalah prestasi pabrik. Demikian juga di bagian tanaman, jangan merasa bahwa DRC itu hanya dihasilkan karena lateksnya murni. Ini adalah hasil kerja bersama dalam semangat kebersamaan,” tutupnya. (Pina)

Berita Terkait

Konkernas Tetapkan Lampung Tuan Rumah HPN 2027
KEK BSD Banten Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Dewan Pers Tegaskan Pendataan Perusahaan Pers Amanat UU
IKWI Lampung Juara I Lomba Masak HPN 2026
PERMAHI Lampung Desak Penegakkan Etik Atas Tindakan AR Terhadap Mahasiswi UBL
Dorong Akses Bantuan Hukum Rakyat Kecil, LBH Ansor Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal
Baru Delapan Hari Ngantor di Lampung, Rizal Terjaring OTT KPK
PWI Lampung Tegaskan Aturan Pencalonan Ketua Kabupaten/Kota Harus Sesuai PD/PRT

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:39 WIB

Konkernas Tetapkan Lampung Tuan Rumah HPN 2027

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:32 WIB

Dewan Pers Tegaskan Pendataan Perusahaan Pers Amanat UU

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:24 WIB

IKWI Lampung Juara I Lomba Masak HPN 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:57 WIB

PERMAHI Lampung Desak Penegakkan Etik Atas Tindakan AR Terhadap Mahasiswi UBL

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:54 WIB

Dorong Akses Bantuan Hukum Rakyat Kecil, LBH Ansor Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal

Berita Terbaru

DPRD Provinsi

Tak Hanya Turun Lapangan, Desca Siap Cetak Goal ke Gawang IJP FC

Minggu, 8 Feb 2026 - 13:52 WIB

Berita

Konkernas Tetapkan Lampung Tuan Rumah HPN 2027

Sabtu, 7 Feb 2026 - 18:39 WIB