FKPPIB Nilai Rekrutmen BUMN 2024 Tak Transparan

Jumat, 21 Juni 2024 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (dinamik.id)– Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Indonesia (FKPPIB) mempertanyakan transparansi Rekrutmen BUMN 2024 yang dinilai tidak jelas dan tidak akuntabel.

Hal itu terlihat dari banyaknya protes dari peserta rekrutmen yang diselenggarakan Kementerian BUMN bekerja sama dengan Forum Humas Capital Indonesia (FHCI).

Protes dan komentar negatif terhadap proses Rekrutmen BUMN 2024 tersebut, dapat dilihat di kanal Instagram FHCI.BUMN dan Kementerian BUMN saat mengumumkan hasil tes online tahap kedua. Tercatat, lebih dari dua ribu komentar negatif membajiri kanal instagram tersebut.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa komentar itu, antara lain disampaikan akun @yessicahrp: Sistem rekutmen terburuk yang ada. Seleksi seleksi sudah lewakan? Tp kok CV masih discreening di tahap ke3. Kalau enggak sesuai kena “tidak sesuai kriteria” lah. Emangnya pas seleksi administrasi tkd dan bhs inggris baik lg ke tahap awal gt? Aneh2 alasan panitia nya.

Baca Juga :  Surya Paloh Tegaskan NasDem Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran

Akun lain, @ian_farizal_idenugraha menulis komentar: Harusnya dijelain alasan sebetulnya mengapa dinyatakan TIDKA LOLOS agar kami peserta yang gugur bisa mengevaluasi untuk kepedepannya. Mohon ditanggapi PANITIA FHCI YANG AGUNG.

Komentar negatif lainnya berasal dari @akbar_imam.w: Saya akan Report akun anda @fhci.bumn dengan alasan “Penipuan”. Lalu, @shaugi.huraibi: Nilai akhir 83,5 tapi dianggap gagal. Pas minta tolong teman yang lulus screenshot list rangking ternyata dari 20 besar nilai saya berada diperingkat ke 13 dari 20 besar yang lolos ke tahap berikutnya. Ketika ditanya ke pihak FHCI alasannya tidak bisa di ganggu gugat. Sama sekali tidak ada transparansi. Mau dibilang screening padahal pengalaman, jurusan sesuai, bahkan ada sertifikat kompetnasi untuk posisi tersebut.

Baca Juga :  SPPN Komitmen Kawal Hak-Hak Karyawan di Masa Transisi PTPN VII

Pengurus Pusat Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Indonesia (FKPPIB) mempertanyakan transparansi Rekrutmen BUMN 2024 yang dinilai tidak jelas dan tidak akuntabel.

Hal ini menyusul pengumuman hasil seleksi tahap kedua Rekrutmen Bersama Kementerian BUMN melalui website https://rekrutmenbersama2024.fhcibumn.id yang tidak menjelaskan alasan ketidaklulusan peserta.

Ketua Harian FKPPIB, Alinda Buhori menyatakan, banyak peserta yang dirugikan dengan proses rekrutmen yang tidak transparan ini.

“Banyak peserta yang merasa dirugikan karena tidak ada penjelasan mengenai alasan ketidaklulusan mereka. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya nepotisme dan praktik kotor dalam proses rekrutmen,” ujar Alinda.

Baca Juga :  Kejari Mesuji Bersama MKKS Gelar Kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2023

Ia mencontohkan, hasil pengumuman tahap dua di PT Perhutani tidak mencantumkan alasan kenapa peserta tidak lolos. “Kami mendesak PT Perhutani untuk segera memberikan penjelasan yang jelas dan terperinci mengenai alasan ketidaklulusan para peserta. Jika tidak, kami akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenang,” tegas alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung ini.

FKPPIB Lampung juga mengingatkan PT Perhutani untuk selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses rekrutmen.

PT Perhutani sebagai perusahaan BUMN harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses rekrutmen. “Jangan sampai ada praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik,” kata Alinda. (Pin)

Berita Terkait

Banjir di Bandar Lampung Telan Tiga Korban Jiwa
Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Jangan ‘Panic Buying’
Diserang OTK, Ketua PWI Way Kanan Laporkan Pelaku ke Polisi
KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Belum Tiga Bulan Sudah Tujuh Kali OTT
DPRD Kawal Proyek PSEL 2028, TPA Bakung Ditargetkan Bertransformasi Jadi Energi Listrik
Pengawasan Pekerjaan Jalan di Lampung Telan Rp200 Hingga Rp550 Juta
PT TUN Menangkan Kubu Slamet Ariyadi, Setop Dualisme PB IKA PMII
Komisi VIII DPR Minta 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:51 WIB

Banjir di Bandar Lampung Telan Tiga Korban Jiwa

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:08 WIB

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Jangan ‘Panic Buying’

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:26 WIB

Diserang OTK, Ketua PWI Way Kanan Laporkan Pelaku ke Polisi

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:08 WIB

KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Belum Tiga Bulan Sudah Tujuh Kali OTT

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:13 WIB

DPRD Kawal Proyek PSEL 2028, TPA Bakung Ditargetkan Bertransformasi Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Peduli Sesama, PPM Bandarlampung Tebar 500 Takjil

Sabtu, 7 Mar 2026 - 13:22 WIB

Tanggamus

Bupati Tanggamus Lantik 47 Pejabat

Sabtu, 7 Mar 2026 - 10:38 WIB

Petugas dan warga menemukan satu korban, yang merupakan pria dewasa, hanyut terseret arus banjir dalam kondisi meninggal dunia.

Berita

Banjir di Bandar Lampung Telan Tiga Korban Jiwa

Jumat, 6 Mar 2026 - 20:51 WIB