KNPI Beberkan Sederet Alasan Perlunya Melegalkan Judi Online

Jumat, 21 Juni 2024 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (dinamik.id) – Persoalan judi online saat ini sangat mengkhawatirkan, beragam masalah timbul akibat permainan mengadu nasib itu.Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama berpendapat, meski upaya negara sudah dilakukan.

Mulai dari membentuk Satgas dan langkah pemblokiran terhadap akses keuangan, namun perjudian online malah semakin marak. Seolah praktik itu sulit diberantas.

“Kenapa DPP KNPI meminta untuk legalitas judi ini disahkan oleh negara? Karena kita melihat bahwa kondisi negara hari ini sudah sangat darurat perjudian,” kata Haris dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/6).

Haris mengatakan, pemberantasan judi online kian sulit lantaran bandar selalu berhasil meloloskan diri kabur ke luar negeri.

Baca Juga :  Selamat! Pemkab Mesuji Raih Penghargaan Kabupaten Terinovatif Tahun 2023

Ditambah lagi, setoran-setoran judi, terindikasi diterima oleh oknum-oknum. Mulai dari oknum penegak hukum, maupun dari pemerintah.

Belum lagi endorsement artis-artis yang ikut mempromosikan situs judi online yang seolah tidak tersentuh oleh hukum.

“Nah untuk menghindari hal-hal seperti itu, maka lebih baik negara mengesahkan, melegalkan perjudian yang ada, perjudian online yang ada, dengan ketentuan-ketentuan yang nantinya dibicarakan secara bersama-sama dari pihak pemerintah,” saran Haris.

Dengan begitu, menurut Haris, tidak ada lagi anggapan aparat atau oknum kucing-kucingan terhadap bandar judi. Biar seolah pemberantasan berjalan, maka bandar judi kecil yang ditangkap sementara yang besar dibiarkan.

Baca Juga :  Ramai soal Wapres Berkantor di Papua, Ini Klarifikasi Yusril

“Jadi walaupun ada pemberantasan, masyarakat masih bisa mengakses. Bahkan anak-anak yang masih di bawah umur pun bisa mengakses web judi tersebut. Ini bahaya,” tegas Haris.

Pelegalan judi oleh negara, kata Haris, sudah dilakukan oleh negara tetangga, Malaysia. Negeri Jiran yang didominasi Islam mengkanalisir tempat perjudiannya yang dilegalkan, dengan syarat-syarat ketentuan yang dibuat.

“Nah kenapa Indonesia tidak buat seperti itu? Kalau kita bercontoh bahwa perjudian tidak cocok di negara muslim. Ternyata di negara muslim yang dominasi muslim juga ada yang namanya Malaysia,” imbuh dia.

Baca Juga :  Ditangkap Densus, 59 Teroris Berniat Gagalkan Pemilu 2024 karena Dicap Maksiat

Dengan begitu, Haris berpendapat, selain menambah pendapatan negara, sekaligus juga menjaga hancurnya generasi muda akibat perjudian yang makin marak.

“Dibuat ketentuannya, dibuat peraturannya. Bandar-bandar judi semua didata. Jangan sampai ada yang ilegal. Kalau ilegal disikat, dan oknum-oknum baik dari pihak penegak hukum dan pemerintah, yang bermain-main dengan setor-menyetor, sikat,” imbuhnya lagi.

Dan yang terpenting menurut Haris, penegak hukum maupun pemerintah, yang coba-coba bermain menarik setoran dari bandar-bandar judi harus dinihilkan.

“Semua pemasukan nantinya negara yang mengelola, seperti di Malaysia, itu salah satu contoh,” demikian Haris. (naz)

Berita Terkait

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
14 Tahun Mengabdi, D19DAYA Bersama KPK RI dan IPDN Perkuat Integritas Budaya Kerja ASN
Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta BMKG Update ‘Real Time’ Perkembangan Erupsi GAK
Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta Basarnas dan SAR Siaga Penuh Respon Erupsi GAK
BMKG Identifikasi Sebaran Abu Vulkanik GAK dari Banten, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu
Anggota Komisi V DPR Mukhlis Basri: Kolom Abu Terbawa Angin ke Wilayah Selatan dan Timur, Masyarakat Lampung Diminta Tenang dan Waspada
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi di Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Senin, 7 September 2026 - 23:22 WIB

14 Tahun Mengabdi, D19DAYA Bersama KPK RI dan IPDN Perkuat Integritas Budaya Kerja ASN

Minggu, 6 September 2026 - 13:31 WIB

Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta BMKG Update ‘Real Time’ Perkembangan Erupsi GAK

Minggu, 6 September 2026 - 12:14 WIB

Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta Basarnas dan SAR Siaga Penuh Respon Erupsi GAK

Berita Terbaru