Bandar Lampung (dinamik.id)-Anggota Komisi V DPR RI Hi Aprozi Alam meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau dan menginformasikan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda.
Hal itu guna merespon keluhan masyarakat dan dampak hujan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang terus terus mengguyur wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu sejak Sabtu (5/9) malam.
“Pertama, kita meminta agar BMKG dapat terus memantau perkembangan terhadap perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kedua, kita meminta agar Basarnas Lampung dan Banten agar standby dan posko agar dapat diaktifkan,” ujar anggota Fraksi Golkar itu saat konfirmasi wartawan, Minggu (6/9) siang.
Menurut Aprozi Alam, pantauan BMKG sangat diperlukan sebagai salah satu pilar utama mitigasi dampak erupsi GAK. Meskipun pengawasan inti aktivitas magma dan status gunung api merupakan wewenang penuh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Pemantauan BMKG secara real time, lanjut Aprozi, dapat memastikan pergerakan debu vulkanik di atmosfer sebagai informasi keselamatan masyarakat dalam penerbangan, persiapan Pemerintah Pusat maupun daerah dalam mengambil kebijakan menjaga kesehatan masyarakat dari dampak bahaya abu vulkanik.
Penyeberangan Laut
Termasuk pula informasi terkait potensi tsunami. “Karena banyak masyarakat yang tidak mendapatkan penerbangan ke Lampung pun sebaliknya akibat penutupan bandara Soekarno Hatta yang beralih menggunakan transportasi laut,” kata Aprozi Alam.
Selanjutnya, ia meminta Kementerian terkait, Basarnas, BMKG, BNPB agar dapat berkomunikasi dengan Pemda terkait antisipasi bahaya abu vulkanik yang terus menyebar hingga Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu.
“Melalui koordinasi yang baik lintas badan, kementerian, dan Pemda, mitigasi dampak bencana dapat dilakukan sejak dini, mengingat kondisi GAK sampai saat ini berdasarkan laporan tim Basarnas dan BMKG masih terjadi erupsi,” tegasnya.
Anggota DPR asal Lampung itu juga menerangkan telah berkomunikasi dengan Basarnas Lampung, BPBD Lampung sejak Sabtu kemarin meminta agar menyiagakan personil 1×24 jam dalam rangka mitigasi bencana sejak dini.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Basarnas Lampung, BPBD Lampung sejak kemarin, meminta agar standby menyiapkan personil 1×24 jam di posko untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, dan kabarnya mereka sudah standby di Lampung Selatan. Siang ini, saya sedang bergerak menuju ke Lampung Selatan guna melihat dan memberikan dukungan pada personil yang standyby di posko GAK, dilanjutkan memantau aktivitas keamanan di penyeberangan Bakauheni,” kata Aprozi.
Untuk kepastian keamanan masyarakat yang ingin melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak, Banten, Aprozi Alam juga telah berkomunikasi dengan Kepala ASDP Bakauheni. “Informasi kepala ASDP Bakauheni, penyeberangan masih berjalan kurang lebih 3 NM atau 6 Km dari analisa nakhoda kapal yang beroperasi,” jelasnya. (Eka)

Penulis : Eka
Editor : Eka Setiawan








