Ketua KOPRI PKC Lampung, Diah Putri Rahmadani, Sampaikan Materi Arah Gerak KOPRI pada SKK Bandar Lampung

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Sekolah Kader KOPRI (SKK) Bandar Lampung kembali menghadirkan sesi strategis dalam membentuk kader yang progresif dan berdaya saing. Dalam sesi kali ini, Ketua KOPRI PKC Lampung, Diah Putri Rahmadani, membawakan materi bertajuk Arah Gerak KOPRI, yang membahas berbagai aspek penting dalam penguatan organisasi dan peran kader di masyarakat.

Sebagai Ketua KOPRI PKC Lampung, Diah Putri Rahmadani menegaskan bahwa arah gerak KOPRI harus selalu dinamis dan progresif, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan organisasi.

“KOPRI harus menjadi lokomotif gerakan perempuan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial,” ujarnya di akhir sesi.

Baca Juga :  Unila Siap Bersinergi dengan Pemkot Bandarlampung dalam Berbagai Aspek

Dengan materi ini, diharapkan kader KOPRI Bandar Lampung semakin siap untuk mengambil peran strategis dalam organisasi, masyarakat, dan kebijakan publik.

Dalam pemaparannya, Diah Putri Rahmadani menyoroti beberapa indikator utama dalam arah gerak KOPRI, yaitu:

1. Peningkatan Kualitas SDM
Kader KOPRI diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri agar lebih adaptif dalam menghadapi dinamika sosial dan organisasi.

2. Penguatan Institusi
Diah menekankan pentingnya membangun kelembagaan KOPRI yang solid, baik dalam struktur maupun dalam sistem kerja yang efektif.

Baca Juga :  Kepala BPJPH Bekali Mahasiswa UIN RIL Tentang Produk Halal

3. Penguatan Jaringan Alumni
Keterhubungan dengan alumni menjadi faktor penting dalam memperluas akses, pengalaman, dan dukungan bagi kader KOPRI di berbagai bidang.

4. Penguatan Wacana
KOPRI harus mampu mengembangkan wacana yang relevan dengan isu-isu sosial, gender, dan kebangsaan guna memperkuat peran intelektual kader.

5. Penguatan Ideologi dan Paradigma Gerakan KOPRI
Dalam membangun gerakan, kader KOPRI perlu memahami dan menguatkan ideologi serta paradigma perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan gender.

Baca Juga :  Unila Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik

6. KOPRI dengan Organisasi Perempuan
Kolaborasi dengan organisasi perempuan menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan memperkuat advokasi di berbagai sektor.

7. KOPRI dengan Stakeholder
Penguatan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperluas peran KOPRI dalam kebijakan dan program sosial.

8. KOPRI dengan Organisasi/Lembaga Swasta
Kerja sama dengan sektor swasta dapat membuka peluang bagi kader dalam pengembangan kapasitas, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial lainnya. (**)

Berita Terkait

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
SELAMAT! 374 Siswa SMA YP Unila Berhasil Lolos Perguruan Tinggi hingga Luar Negeri

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31 WIB

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB