Komisi IV DPRD Soroti Tunggakan P2KM Rp2,7 Miliar, Layanan Puskesmas Terancam Tersendat

Sabtu, 22 November 2025 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung, (Dinamik.id) – Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung menyoroti serius tunggakan pembayaran Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) yang mencapai Rp2,7 miliar. Hal ini terungkap dalam hearing bersama 31 kepala puskesmas se-Kota Bandarlampung yang digelar pada Sabtu (22/11/2025).

 

Hearing tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Asroni Paslah, S.Pd., didampingi anggota lainnya: Dewi Mayang Suri Djausal, Agus Purwanto, Sri Ningsih Djamsari, Ahmad Muqis, Muhamad Suhada, Erwansyah, dan Sulistiani. Agenda utama pertemuan adalah membahas realisasi penggunaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) serta Dana BLUD tahun 2025, yang merupakan pendapatan puskesmas dari layanan BPJS, kapitasi, P2KM, dan pasien umum.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Alihkan Rp18 Miliar untuk Prioritas Infrastruktur Dasar di Bandar Lampung

 

Namun, bukannya menemukan progres, Komisi IV justru mengungkap fakta bahwa sejumlah puskesmas gagal mencapai target pendapatan maupun belanja 2025. Penyebab utamanya adalah tunggakan P2KM yang belum dibayarkan oleh Pemkot Bandarlampung.

 

“Banyak puskesmas menyampaikan pendapatan mereka tidak tercapai karena anggaran P2KM yang seharusnya dibayarkan sepanjang 2025 masih macet. Total yang belum dibayar sekitar Rp2,7 miliar,” ungkap Asroni Paslah.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Bandar Lampung dan OPD Rapat Evaluasi Pelaksanaan APBD 2025

 

Tunggakan tersebut bervariasi antara Rp50 juta hingga lebih dari Rp100 juta per puskesmas. Kondisi ini dinilai mengancam kelancaran layanan kesehatan masyarakat, mengingat P2KM menopang kegiatan preventif dan promotif seperti penyuluhan, pencegahan penyakit, dan pelayanan kesehatan dasar.

 

Anggaran P2KM 2026 Dinilai Tidak Memadai

 

Asroni juga mengkritik keras kebijakan anggaran jaminan kesehatan Pemkot Bandarlampung pada tahun 2026. Dari total sekitar Rp50 miliar anggaran jaminan kesehatan, hanya Rp25 miliar dialokasikan untuk P2KM, sementara Rp25 miliar lainnya digunakan untuk pembayaran iuran BPJS kategori PBPU dan PPU yang ditanggung pemerintah.

Baca Juga :  DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Paripurna Penyampaian Raperda APBD Perubahan 2025

 

Padahal untuk menutup tunggakan P2KM tahun 2025 saja dibutuhkan sekitar Rp15–20 miliar. Artinya, anggaran 2026 berpotensi kembali menciptakan hutang baru jika tidak dilakukan penyesuaian signifikan.

 

“Kalau anggaran P2KM tidak ditambah, 2026 akan kembali terhutang. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Asroni.

 

Sementara itu, koordinator Persatuan Kepala Puskesmas Kota Bandarlampung enggan memberikan komentar terkait permasalahan tersebut. (pin)

Berita Terkait

DPRD Bandar Lampung Minta Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Perencanaan dan Daya Tampung Sekolah
Kuota Dipertanyakan, DPRD Bandar Lampung Desak Transparansi SPMB
DPRD Bandar Lampung Paripurna Tetapkan Perda Pengelolaan BMD
DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot
Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi
Ada 48 RT di Pesawahan Diduga Jabatan ‘Hantu’, DPRD Desak Pemilihan Ulang
Romi Husin Minta Semua Hiburan Malam Tutup saat Ramadhan
DPRD Prihatin, Ratusan Petugas Kebersihan Bandar Lampung Menunggu Haknya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPRD Bandar Lampung Minta Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Perencanaan dan Daya Tampung Sekolah

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:31 WIB

Kuota Dipertanyakan, DPRD Bandar Lampung Desak Transparansi SPMB

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:10 WIB

DPRD Bandar Lampung Paripurna Tetapkan Perda Pengelolaan BMD

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:40 WIB

DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28 WIB

Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB