Tinjau Korban Bencana Sumatra, Ketum KNPI Harris Pertama: Tim Investigasi Pembalakan Mendesak!

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Harris Pertama, Sekjen DPP KNPI Gandung RN Huda, Bendahara DPP KNPI Yenny Sucipto bersama korban banjir di Kampung Dilan, Nagari Pucuak Taba, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

i

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Harris Pertama, Sekjen DPP KNPI Gandung RN Huda, Bendahara DPP KNPI Yenny Sucipto bersama korban banjir di Kampung Dilan, Nagari Pucuak Taba, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Sumatera Barat (dinamik.id)-Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Harris Pertama meminta Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengaudit kerusakan hutan yang terjadi, khususnya di Sumatra.

“Soal pembalakan ini bisa diselidiki biar gak simpang siur. Kita baru tiba di Sumatra Barat, ada warga yang bilang adanya potongan kayu pakai mesin yang ukurannya sama percis, tetapi ada juga warga yang bilang tidak. Sehingga terjadi simpang siur informasi. Maka Presiden perlu membentuk tim investigasi independen untuk memastikan kerusakan hutan. Selain juga agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi, bahkan hoaks yang berkembang di masyarakat,” kata Harris Pertama, Sabtu (6/12/2025).

Jauh lebih penting, Harris Pertama meminta Pemerintah Pusat agar segera menjadikan status bencana banjir dan longsor di Sumatra menjadi bencana nasional.

Pasalnya saat ini, menurut Harris, masih banyak wilayah bencana yang sulit dijangkau bantuan. “Mungkin bantuan terpusat atau memang sedang dalam perjalanan, karena akses masih sulit. Ini (status bencana nasional) harus dipercepat agar masyarakat dapat kembali beraktivitas. Saat ini air bersih sulit didapat, dampaknya luas banget,” ungkapnya.

Baca Juga :  Akademisi Minta Kementerian BUMN Evaluasi 'Hura-Hura' PNM Lampung

Harris mengungkapkan aksi sosial KNPI saat ini langsung diikuti dirinya sebagai Ketua Umum, Sekretaris, dan Bendahara serta beberapa pengurus harian lainnya. “Walau rintangan menghadang, alhamdulillah saya, sekjen, bendum dan beberapa pengurus dapat menghampiri Kampung Dilan, Nagari Pucuak Taba, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, Sumatra Barat pukul 5 sore kemarin,” kata Harris.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan paket sembako kepada para korban bencana banjir di wilayah itu. KNPI, lanjut Harris, akan melihat dan membantu korban bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara dan Aceh. Ia pun mengajak para pemuda dan masyarakat di seluruh Nusantara untuk dapat berpartisipasi dalam sumbangan bantuan bencana Sumatra.

Baca Juga :  Rektor UIN Raden Intan jadi Khatib Idul Adha di Istiqlal, Dihadiri Presiden dan Wapres

“Bagi para pemuda dan masyarakat yang ingin memberikan donasi untuk para korban bencana di Sumatra bisa transfer ke Rekening BRI DPP KNPI 057901000688306. Hari ini kami menuju Sumatra Utara dan lanjut ke Aceh. Padang 3 hari, Aceh 2 hari, Sumut 2 hari pakai jalur darat,,” ujarnya.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di daerah itu menjadi 173 orang dan 85 orang lainnya belum ditemukan.

“Ini data korban pada Jumat (5/12) pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia mengatakan korban belum ditemukan sebanyak 85 orang tersebar di empat kecamatan. Pencarian korban dilanjutkan pada Sabtu pagi oleh BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, dan lainnya.

Baca Juga :  Haris Pertama 'Sentil' Ubedillah Badrun: Jangan Bungkus Opini Politis Pakai Jubah Akademisi

Ia menambahkan warga mengungsi sebanyak 10.910 orang tersebar di delapan kecamatan dan mereka mengungsi di rumah keluarga, tempat ibadah, lokasi yang sediakan, dan lainnya.

Untuk kebutuhan selama di pengungsian, didirikan dapur umum dan kebutuhan untuk memasak. “Setidaknya ada 26 dapur umum yang didirikan dalam memenuhi kebutuhan bagi korban (pengungsi),” katanya.

Korban yang dirawat sebanyak 19 orang karena mengalami luka serius. Sementara warga terdampak atau terisolasi sebanyak 31.523 orang dampak akses ke lokasi tempat tinggal mereka tidak bisa dilalui.

Namun, Pemkab Agam berusaha semaksimal mungkin agar akses tersebut bisa dilalui, sehingga pendistribusian logistik bisa lancar.

“Kita masih berusaha untuk membuka jalan dengan alat berat dan berharap segera selesai, sehingga pendistribusian logistik lancar,” katanya. (EKA)

Penulis : EKA

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala
PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:50 WIB

Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Berita Terbaru

Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya foto bersama jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Kantor Semen Baturaja (Tbk Pabrik Panjang), Rabu, 23 September 2026.

Ekonomi dan Kreatif

Semen Baturaja Siap Berkolaborasi dengan PWI Lampung

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:03 WIB