Dorong Akses Bantuan Hukum Rakyat Kecil, LBH Ansor Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung menggelar pelatihan dan pendidikan paralegal bertema “Keadilan Agraria dan Akses Bantuan Hukum bagi Rakyat Kecil” di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, pada 6–8 Februari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dengan masing-masing daerah mengirimkan dua orang peserta.

Ketua LBH Ansor Lampung, Sarhani, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperluas jejaring pemahaman hukum serta meningkatkan edukasi hukum dari tingkat provinsi hingga ke kabupaten/kota, bahkan sampai ke desa.

Baca Juga :  Chusnunia Salurkan Manfaat Beasiswa Pendidikan BP Jamsostek

“Masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran dan pemahaman hukum. Karena itu, LBH Ansor menginisiasi pendidikan dan pelatihan paralegal yang ke depan juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota,” ujar Sarhani.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat akses bantuan hukum bagi rakyat kecil yang kerap kesulitan mendapatkan pendampingan, terlebih saat menghadapi persoalan Agraria.

Ia menjelaskan, tema agraria dipilih karena persoalan konflik agraria di Lampung sudah berlangsung sejak era reformasi hingga saat ini dan belum menemukan penyelesaian yang signifikan.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Paparkan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Sinergi BUMN dan BUMDes di Depan Menteri BUMN Erick Thohir

“Kalaupun tidak bisa diselesaikan sepenuhnya, paling tidak bisa diminimalisir,” katanya.

Menurut Sarhani, konflik agraria terus terjadi karena pemerintah belum serius dalam menangani persoalan tersebut.

“Belakangan ini konflik horizontal sangat banyak, baik antara masyarakat dengan masyarakat maupun masyarakat dengan pihak swasta. Artinya pemerintah belum hadir di posisi tengah untuk menyelesaikan persoalan agraria,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Lampung, Budi Hadi Yunanto, menilai tema tersebut diangkat berdasarkan realitas yang terjadi di Lampung, di mana sengketa tanah dan konflik agraria kerap merugikan rakyat kecil.

Baca Juga :  Workshop Bertajuk "Meningkatkan Produktivitas dan Kemandirian Perajin"

Ia menegaskan, kemakmuran negara salah satunya ditentukan oleh sistem kekuasaan yang berpihak kepada rakyat melalui penegakan keadilan hukum.

“Selain itu, kaum borjuis sering tidak berpihak kepada rakyat dengan penguasaan tanah dan kekayaan yang berujung pada ketimpangan sosial,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kaum intelektual yang berpihak kepada rakyat.

Budi berharap kegiatan pendidikan paralegal ini dapat menjadi bekal bagi kader GP Ansor untuk melakukan pendampingan serta edukasi hukum kepada masyarakat. (Amd)

Berita Terkait

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat
Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah
Maulid Nabi 1448 H, Kemenag Lampung Tekankan Keteladanan Rasulullah dalam Pelayanan
Muktamar NU Ke-35, Mbak Khoir: PKB dan NU Satu Akar, Satu Cita-Cita, Satu Napas Perjuangan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 21:31 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB