Bandarlampung (Dinamik.id) – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan adanya tradisi masyarakat Lampung blangikhan atau turun mandi menjadi momen kebersamaan menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
“Tradisi blangikhan hadir sebagai pengingat bahwa Ramadhan disambut dengan kesiapan hati, kesadaran diri, dan kebersamaan. Tradisi ini hidup karena dijalankan, dirasakan, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan tradisi blangikhan atau turun mandi menjadi momentum kebersamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Budaya yang dijaga dengan baik akan melahirkan identitas daerah yang kuat. Dari identitas itu tumbuh rasa percaya diri, persatuan, dan semangat membangun daerah dengan tetap berakar pada kearifan lokal,” katanya.
Menurut dia, melalui blangikhan masyarakat diajak membersihkan diri, menata niat, serta meluruskan kembali hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar.
“Kami berharap momentum blangikhan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memasuki Ramadan dengan perasaan lebih lapang dan semangat kebersamaan yang semakin erat,” ucap dia.
Ia turut mendorong agar blangikhan dapat masuk ke dalam kalender acara nasional Kharisma Event Nusantara guna memperkuat promosi pariwisata Lampung, apalagi kunjungan wisatawan ke Lampung telah masuk peringkat 10 besar nasional.
“Di Bali ada tradisi Melukat, mandi untuk membersihkan diri, dan itu sudah dikenal luas. Mengapa tidak kita angkat tradisi blangikhan ini. Saya kira ini salah satu yang bisa dikenal secara nasional bahkan mancanegara,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Wagub pun mengucapkan selamat menyambut dan melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan kepada seluruh masyarakat Lampung.
“Selamat menyambut Ramadhan. Semoga kita dapat mengoptimalkan kebaikan di bulan suci ini dengan penuh hikmat,” ujar dia.(pin)

Penulis : Pina











