Digitalisasi ‘Pepesan Kosong’ di RSUD Ryacudu Kotabumi

Rabu, 15 April 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Ambisi digitalisasi pelayanan kesehatan di RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, kini resmi dicap sebagai rapor merah oleh masyarakat.

Alih-alih memangkas birokrasi dan mempermudah akses melalui aplikasi Mobile JKN (MJKN), fasilitas ini justru menjadi “pajangan” tak berguna yang mempermainkan ekspektasi pasien.

Kekecewaan ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan bukti nyata gagalnya sistem manajemen rumah sakit pelat merah tersebut dalam mengadopsi teknologi. Nomor antrean digital yang diklaim sebagai solusi efisiensi, faktanya diabaikan mentah-mentah oleh petugas di lapangan. Pasien dipaksa kembali ke “zaman batu” dengan sistem manual yang melelahkan.

Baca Juga :  Wali Kota Eva Dwiana Larang Jajanan Ciki Ngebul Dijual di Bandar Lampung

Maria, salah satu keluarga pasien merasa dikelabui oleh jargon kemudahan yang digemborkan pihak rumah sakit. Meski sudah mendaftar jauh-jauh hari via daring, ia tetap harus “ngemper” dan menunggu tanpa kepastian,”Iya bang, emang aneh di sini, nggak kayak RS lain. Sudah daftar online, kok malah nggak dipanggil-panggil. Kecewa sekali,”sesal Maria di Rsud Ryacudu, Rabu (15/4/2026).

Nasib lebih ironis dialami Ronal, memegang nomor antrean “sakti” urutan ke-2 di aplikasi MJKN ternyata tak menjamin dirinya dilayani lebih awal.

Baca Juga :  12 Murid SD Alami Keracunan, Pemkot Bandar Lampung Soroti Keamanan Kantin

Ia harus gigit jari menonton delapan pasien lain yang datang belakangan justru masuk lebih dulu ke ruang layanan,”Apa gunanya ada aplikasi kalau urutan tetap suka-suka petugas? Ini namanya membodohi masyarakat,” keluh Ronal pedas.

Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi, Cholif Paku Alamsyah, hanya bisa melempar pembelaan klise saat dikonfrontasi terkait carut-marut ini. Ia berdalih sistem internal rumah sakit belum “nyambung” dengan Mobile JKN,”Betul, itu sedang kami upayakan agar terkoneksi. Kami sudah datangkan teknisi, selain kendala sistem juga ada masalah kekurangan petugas,” dalih Choif.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp300 Juta untuk Subsidi Pasar Murah di 126 Kelurahan

Namun, alasan “sedang diupayakan,” ini dinilai publik sebagai bentuk ketidaksiapan manajerial yang fatal. Mengaktifkan sistem online tanpa infrastruktur yang matang dianggap sebagai bentuk manajemen serampangan yang hanya mengejar formalitas di atas kertas.

Buruknya integrasi teknologi seolah hanya puncak gunung es dari sederet “penyakit” kronis yang menggerogoti RSUD Ryacudu. Sebagai rumah sakit yang kerap dipantau pimpinan daerah di Bumi Ragem Tunas Lampung,. (RED)

Berita Terkait

Bahas Strategi Penanganan Banjir, Wali Kota Terima Audiensi Forum DAS
Wapres Gibran Kunjungi RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung
Bunda Eva Serahkan 31 Unit Mobil Operasional Puskesmas
Wali Kota Apresiasi Kunjungan Wapres sebagai Bentuk Perhatian Pemerintah Pusat
Penanganan Banjir Bandar Lampung Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Master Plan
Pentingnya Kolaborasi dalam Menangani Banjir di Kota Bandar Lampung
Pemkot Bandar Lampung Gandeng REI Perkuat Ekonomi Properti
Wali Kota Eva Dwiana Terima Kunjungan Real Estate Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:15 WIB

Bahas Strategi Penanganan Banjir, Wali Kota Terima Audiensi Forum DAS

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:12 WIB

Wapres Gibran Kunjungi RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:08 WIB

Bunda Eva Serahkan 31 Unit Mobil Operasional Puskesmas

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:48 WIB

Wali Kota Apresiasi Kunjungan Wapres sebagai Bentuk Perhatian Pemerintah Pusat

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penanganan Banjir Bandar Lampung Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Master Plan

Berita Terbaru