Kasus HIV di Lampung Meningkat, DPRD Lampung Desak Langkah Cepat Pemerintah

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Kasus HIV di Provinsi Lampung terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. DPRD Lampung mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat dan konkret, menyusul ancaman yang kian menyasar generasi muda.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mengungkapkan tren kasus HIV di Lampung meningkat signifikan dalam waktu singkat, kondisi ini dinilai sebagai sinyal lemahnya kontrol sekaligus kurangnya edukasi yang masif di tengah masyarakat.

“Ini bukan persoalan kecil. Kalau tidak ditangani serius, bisa merusak masa depan generasi kita,” tegas Andika.

Komisi V, lanjutnya, mendorong pemerintah daerah segera memperkuat program pencegahan dini, terutama melalui edukasi intensif di sekolah-sekolah. Sosialisasi dinilai harus kembali digencarkan secara rutin dan terstruktur, bahkan bila perlu diatur dalam bentuk peraturan daerah.

Baca Juga :  HUT RI Ke 78, Kostiana Maknai Lampung Agar Selalu Damai dan Penuh Kebersamaan

Menurut anggota DPRD Lampung dapil Bandar Lampung ini, kelompok usia remaja hingga mahasiswa menjadi yang paling rentan. Minimnya pemahaman soal bahaya HIV, ditambah gaya hidup bebas dan pengaruh media sosial, membuat penyebaran virus semakin sulit dikendalikan.

“Banyak anak muda tidak paham risiko. Mereka merasa aman, padahal justru rentan. Ini yang harus disasar lewat edukasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya aplikasi digital yang mempermudah pertemuan tanpa kontrol, yang berpotensi membuka celah penularan. Untuk itu, Andika menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun digital.

Baca Juga :  Budi Yuhanda Gelar Reses Tahap III di Desa Tanjung Menang

“Kontrol utama tetap di keluarga. Orang tua harus tahu anaknya ke mana, dengan siapa, dan bagaimana aktivitasnya di media sosial,” katanya.

Selain itu, ia menilai penguatan nilai agama dan moral menjadi kunci penting dalam membentengi generasi muda dari perilaku berisiko.

“Jangan tunggu angka makin tinggi. Ini sudah darurat, butuh langkah konkret sekarang juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli mengungkapkan, tren kasus HIV di Lampung terus meningkat seiring upaya deteksi dini yang semakin agresif.

Baca Juga :  Miswan Rody Kritik Kunjungan Baleg Tak Sentuh Pabrik Besar

“Hingga saat ini, Lampung baru mencapai 71% Orang Dengan HIV (ODHIV) ditemukan dan masih hidup, 70% menjalani terapi ARV dan 58% dengan viral load tersupresi. Adapun data kumulatif menunjukkan tren peningkatan. Selama 2024: 5.495 ODHIV, 2025: 6.474 ODHIV dan 2026 (hingga Maret): 6.696 ODHIV,” ungkapnya, selasa (4/5/2026)

Kasus HIV di Lampung tertinggi berada di Bandar Lampung. Dia mencatat, penularan HIV masih didominasi oleh hubungan seksual tidak aman, terutama pada pasangan heteroseksual.

“Selain itu, penularan juga terjadi akibat penggunaan jarum suntik tidak steril, transfusi darah terkontaminasi, hingga penularan dari ibu ke bayi,” katanya. (Amd)

Penulis : Ahmad Mufid

Editor : Pina

Berita Terkait

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan
Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M
Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh
Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu
Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026
Gabah Lampung Tembus Rp8.000, Imelda Soroti Aturan Distribusi ke Luar Daerah

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:40 WIB

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 08:57 WIB

Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M

Selasa, 15 September 2026 - 16:35 WIB

Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia

Kamis, 10 September 2026 - 21:32 WIB

Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar

Rabu, 9 September 2026 - 14:51 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB