Buka PKA 2026, Gubernur Mirza Tekankan Peran Strategis Pejabat Administrator

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, (Dinamik.id) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung, Lampung Selatan, Rabu (20/5/2026).

Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza menegaskan pejabat administrator di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Lampung, serta instansi vertikal harus mampu bertransformasi menjadi arsitek kebijakan yang kreatif dan inovatif.

Menurutnya, peran strategis tersebut diperlukan agar kekayaan komoditas unggulan Lampung dapat dikonversi menjadi kemakmuran dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa esensi utama kehadiran Pemerintah adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia mengatakan Lampung merupakan daerah yang kaya komoditas pertanian. Provinsi ini menempati peringkat keenam nasional untuk produksi padi dan jagung, peringkat pertama untuk ubi kayu dan nanas, serta peringkat kedua untuk kopi dan lada.

Baca Juga :  Rakor Bunda Literasi, Gubernur Harapkan Sinergitas Program Literasi Provinsi dengan Kab/Kota

“Lampung ini kaya komoditas; padi, jagung, ubi kayu, hingga kopi kita unggul di tingkat nasional. Namun tantangan terbesarnya adalah bagaimana regulasi yang kita buat mampu mengonversi kekayaan alam ini menjadi kemakmuran nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.

Lanjut, Gubernur Mirza juga menyoroti tantangan ekonomi makro di Lampung dimana angka kemiskinan periode 2024–2025 masih berada di kisaran 10,6 persen, dengan mayoritas kantong kemiskinan berada di wilayah pedesaan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Selain kesejahteraan petani, jelasnya, Pemerintah juga dinilai perlu melakukan intervensi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui pemenuhan nutrisi protein, seperti ayam, telur, dan ikan yang melimpah di Lampung. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan indeks pendidikan dan tingkat kecerdasan anak-anak Lampung.

Baca Juga :  Bupati Tubaba Raih Baznas Awards 2025, Bukti Komitmen Dukung Gerakan Zakat

Terkait pengelolaan keuangan daerah, Gubernur Mirza menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah menerapkan prinsip efisiensi secara ketat. Setiap belanja daerah, kata dia, harus memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Ubah pola pikir kita. Hindari belanja anggaran yang tidak efektif atau sekadar seremonial. Di Lampung, jika kita membelanjakan satu rupiah APBD, maka kemanfaatan ekonomi yang dirasakan masyarakat minimal harus bernilai lima rupiah,” tegasnya.

Sebagai stimulus bagi sektor riil, gubernur mencontohkan program penyaluran pupuk organik cair (POC) gratis yang ditargetkan menjangkau 1 juta hektare lahan pertanian pada 2025–2026.

Dengan alokasi anggaran sekitar Rp150 miliar, program tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas lahan, daya beli petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 6,2–6,4 persen.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Djunaidi : Jadikan Konferwil NU Sebagai Inspirasi dan Semangat Baru Menghadapi Masa depan Penuh Harapan

Menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah daerah juga akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan mandiri sektor-sektor strategis sesuai amanat Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945. Sektor yang dimaksud antara lain pelabuhan perikanan, pabrik pakan, hingga sumber energi.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi, sosial, dan birokrasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia aparatur.

“Ibarat kendaraan, sebagus apa pun mobilnya tidak akan sampai tujuan jika sopirnya tidak tahu arah jalan. Jajaran pejabat administrator hari ini adalah motor penggerak yang akan menentukan arah dan mengantarkan Lampung menuju gerbang Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(pin)

Berita Terkait

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung
Udara Bandar Lampung Aman, Warga Diimbau Tetap Jaga Kesehatan dan Lingkungan
Serius Kelola Zakat, Gubernur Lampung Raih Grand Baznas Award 2026
Dinilai Arogan dan Batasi Kerja Jurnalis, Sikap Tim Media Gubernur Lampung Dikecam
Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!
KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 Sekolah Raih Adiwiyata 2026-2030
Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD Lampung, Minta Tantangan Fiskal Tak Dibebankan ke Rakyat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Serius Kelola Zakat, Gubernur Lampung Raih Grand Baznas Award 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Dinilai Arogan dan Batasi Kerja Jurnalis, Sikap Tim Media Gubernur Lampung Dikecam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:34 WIB

KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:48 WIB

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB