Warga Pertanyakan Profesionalitas, Rekanan Jalan Pringsewu-Pardasuka Bantah ‘Mangkrak’

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pengendara saat melintas di jalan yang telah digali rekanan, Senin (8/6/2026).

i

Sejumlah pengendara saat melintas di jalan yang telah digali rekanan, Senin (8/6/2026).

Pringsewu (dinamik.id)-Warga Pringsewu mempertanyakan profesionalitas rekanan yang mengerjakan proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Pringsewu–Pardasuka (Link 034) di Kabupaten Pringsewu, Kamis (11/6/2026).

Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Mahardika Abiyakta Sentosa dengan nilai kontrak sebesar Rp5.753.500.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026. CV Mahardika Abiyakta Sentosa beralamatkan di Jalan Katibung, Candipuro, Dusun Talang Way Sulan, Lampung Selatan.

Afif Afdilah, salah satu tokoh pemuda setempat mengatakan jika mengacu pada kontrak, pelaksanaan pekerjaan terhitung pada 6 April 2026. Namun hingga pekan pertama Juni 2026, pekerjaan baru sebatas galian di beberapa titik tanpa ada tindaklanjut, termasuk tidak adanya pengaturan trafik lalulintas sehingga terjadi pungli oleh oknum.

“Sementara, jika mengacu tanggal kontrak sudah berjalan sekitar dua bulan pekerjaan ini. Memang masih ada waktu karena masa kontrak 150 hari. Tapi jangan digali lalu dibiarkan menganga tanpa ada petugas trafik karena dapat membahayakan pengguna jalan di malam hari, apalagi bila hujan. Ini digali cuma dipasang tali pembatas seadanya saja. Kayak kurang profesional gitu mas,” tegasnya.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat 51 Tahun PT Nestlé Indonesia untuk Bangsa

Afif mengungkapkan sejak ramai pemberitaan, rekanan memang sudah mulai mengampar batu dan menimbun sejumlah titik galian. Dari pantauannya di lokasi, Kamis (11/6) sudah terhampar batu. Namun, ia menduga batu yang digunakan untuk menimbun bukan lah batu belah, melainkan batu rongsok alias makadam. Ia khawatir akan cepat rusak lagi jika tak sesuai spesifikasi.

“Alhamdulillah sudah mulai dihampar batu, tapi kok kayaknya bukan batu belah ya seperti batu rongsok. Kami berharap cepat dikerjakan dan berkualitas supaya gak cepet rusak, sama memberdayakan warga sekitar,” kata Afif.

Sementara itu, Pelaksana Pekerjaan Jalan Ruas Pringsewu-Pardasuka dari CV Mahardika Abiyakta Sentosa, Arman membantah bila pekerjaan ruas Pringsewu-Pardasuka mangkrak.

Baca Juga :  Konsultan Dibayar Rp444 Juta, Pekerjaan Jalan Pringsewu–Pardasuka Diduga Minim Pengawasan

Ia menegaskan bila pekerjaan dilakukan secara bertahap, mengingat pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Pringsewu-Pardasuka berada di dua titik lokasi berbeda. Dimana pekerjaan jalan rigid pertama berada di Wargomulyo dan kedua di Pringumbul.

“Jadi gini untuk kegiatan itu memang kita kerjakan untuk transisi dulu. Memang pekerjaan kita satu ruas dua titik. Tapi jaraknya jauh satu di Wargomulyo, satu di Pringumbul. Awalnya pekerjaan ini di Wargomulyo semua, sepanjang 600 meter,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Namun belakangan malah terdapat permintaan Bupati Pringsewu agar pekerjaan dibagi dua titik. Maka dilakukan adendum pembangunan jalan di Wargomulyo menjadi 320 meter dan di Pringumbul sepanjang 330 meter.

“Mulanya ini cuma di Wargomulyo sepanjang 600 meter. Karena ada permintaan Bupati agar dibagi dua. Maka dibuat adendum. Kita gak mangkrak, tapi kami sedang mengerjakan di Wargomulyo Pardasuka sepanjang 320 meter, setelah itu dilanjutkan di Pringumbul 330 meter. Ini rigid semua. Jadi ada kelebihan panjang 50 meter dari semula 600 meter jadi 650 meter,” keluh Arman.

Baca Juga :  Berkah Ramadhan, Polres Mesuji Berbagi Takjil Jelang Berbuka Puasa

Sementara terkait batu yang dihampar, ia juga membantah bila batu yang digunakan batu rongsok melainkan Base B. “Masalah batu yang dihampar, itu Base B dari Mojo, bukan batu rongsok,” tegas dia.

Soal tenaga kerja, Arman menjelaskan pihaknya sudah mencari tenaga tukang melalui Kepala Lingkungan setempat. Namun hingga saat ini belum mendapat informasi.

“Kebetulan di Wargomulyo lagi pengecoran, selesai ini kita lanjut ke Pringumbul. Kita sudah mencari tenaga tukang dengan kepala lingkungan setempat, tapi sampai saat ini belum ada informasi. Jika hingga sore ini ga ada informasi, maka mau tidak mau kami akan menggunakan pekerja dari luar daerah,” kata Arman. (Rhn)

Penulis : Raihan

Editor : Pina

Berita Terkait

Warga Bangun Lagi Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pemda Wujudkan Jembatan Permanen
PAC GP Ansor Bangunrejo Gelar Diklatsar Banser, Cetak Kader Militan Berjiwa Aswaja
Mukhlis Basri Bangga Kembar Siam Asal Krui Lolos Universitas Indonesia: Keterbatasan Ekonomi Bukan Penghalang
IKBI PTPN I Dorong Keluarga Jadi Mitra Strategis Transformasi Perusahaan
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman
Pemuda Hindu Sayangkan Tak Ada Tokoh Hindu Dampingi Prabowo dan Modi di Prambanan
Diintimidasi Oknum di Persidangan Korupsi SPAM, Bayu Tribun: Selama Benar, Ini Jihad!
Oknum Diduga Intimidasi Wartawan Meliput Sidang Korupsi SPAM, PFI Lampung: Jangan Bungkam Pers!

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:45 WIB

Warga Bangun Lagi Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pemda Wujudkan Jembatan Permanen

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:43 WIB

PAC GP Ansor Bangunrejo Gelar Diklatsar Banser, Cetak Kader Militan Berjiwa Aswaja

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:00 WIB

Mukhlis Basri Bangga Kembar Siam Asal Krui Lolos Universitas Indonesia: Keterbatasan Ekonomi Bukan Penghalang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

IKBI PTPN I Dorong Keluarga Jadi Mitra Strategis Transformasi Perusahaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:46 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman

Berita Terbaru

Tulangbawang Barat

Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi

Selasa, 14 Jul 2026 - 18:32 WIB