Pemerintah Tegaskan Harga Eceran Minyakita Tetap Rp15.700/Liter

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap di angka Rp15.700 per liter, Sabtu.

i

Pemerintah menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap di angka Rp15.700 per liter, Sabtu.

Jakarta (dinamik.id)-Pemerintah menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap di angka Rp15.700 per liter.

Hal itu ditegaskan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Sabtu (13/6/2026). “Saya sampaikan ke teman-teman bahwa sampai saat ini tidak ada kenaikan HET untuk minyak goreng. Jadi HET minyak goreng masih Rp15.700,” kata Budi.

Pernyataan Mendag itu menjawab kegelisahan masyarakat akan kenaikan HET Minyakita yang sempat mengemuka dalam rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga :  PTPN VII Siapkan Gula 3,7 Ton untuk Pasar Murah di Bandar Lampung dan Lamsel

Bahkan menurutnya, pemerintah saat ini fokus memperluas distribusi Minyakita agar ketersediaannya tetap terjaga di pasaran. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food.

“Nah, kemudian apa yang kita lakukan? Justru kita ingin memperbanyak distribusi Minyakita itu ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN pangan, ada Bulog, ada ID Food,” ujarnya.

Baca Juga :  Liburan Tetap Tenang, BRI RO Bandar Lampung Optimalkan Layanan Selama Libur Panjang Tahun Baru Islam 1447 H

Mendag juga menjelaskan bahwa program bantuan pangan minyak goreng tidak lagi menggunakan Minyakita. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan Minyakita dapat lebih banyak disalurkan ke masyarakat melalui jalur perdagangan reguler.

“Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, maka bantuan pangan untuk minyak tidak pakai Minyakita tapi pakai minyak merek lain,” jelas Budi.

Baca Juga :  Sejarah PTPN VII Penuhi Komoditas Perkebunan dari Lampung untuk Indonesia

Selain memperluas distribusi, Kementerian Perdagangan mendorong produsen untuk meningkatkan produksi merek pendamping atau second brand guna menjaga ketersediaan minyak goreng di pasaran. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah potensi tekanan akibat kenaikan biaya distribusi dan logistik. (Pin)

Penulis : Pina

Editor : Pina

Berita Terkait

PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Portofolio Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat
PTPN I Luncurkan Kopi Banaran Sachet, Perluas Pasar Premium
PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi
PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing
Bupati Pringsewu Ingin UMKM Berkembang, Koperindag Bina Budidaya Jamur Tiram Sukoyoso
PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur
PTPN I Raih Dua Penghargaan AHI 2026
KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:42 WIB

PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Portofolio Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:48 WIB

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Bupati Pringsewu Ingin UMKM Berkembang, Koperindag Bina Budidaya Jamur Tiram Sukoyoso

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12 WIB

PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur

Berita Terbaru