DPRD Lampung Dukung Pengembangan Bioetanol Nasional, Dorong Kesejahteraan Petani

Senin, 15 Juni 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — DPRD Provinsi Lampung mendukung penetapan Lampung sebagai proyek percontohan sekaligus pusat pengembangan ekosistem bioetanol nasional. Kehadiran industri tersebut dinilai tidak hanya memperkuat program transisi energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan permintaan komoditas pertanian, memperbaiki harga jual hasil panen, dan mendorong kesejahteraan petani di daerah

Sebagai pusat pengembangan bioetanol nasional, Lampung diproyeksikan mendukung penerapan mandatori campuran bioetanol 10 persen (E10) pada bahan bakar. Fasilitas yang akan dibangun ditargetkan mampu memproduksi sekitar 240.000 hingga 250.000 kiloliter bioetanol per tahun atau sekitar 10 persen dari total kebutuhan bioetanol nasional.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, mengatakan pihaknya menyambut baik masuknya investasi, baik dari pemerintah pusat maupun swasta, khususnya di sektor industri bioetanol.

Baca Juga :  Ketut Erawan Gelar Lomba SICITA di Kecamatan Sekampung Udik

Menurutnya, industri tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pertanian karena membutuhkan bahan baku seperti singkong, tebu, dan komoditas lain yang menjadi unggulan Provinsi Lampung.

“Investasi, baik dari swasta maupun pemerintah pusat di Provinsi Lampung, khususnya yang berkaitan dengan industri seperti bioetanol, tentu kita sambut dengan baik. Industri tersebut membutuhkan bahan baku seperti singkong, tebu, dan komoditas lainnya yang semuanya tersedia di Provinsi Lampung,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Legislator yang akrab disapa Abas ini berharap kehadiran industri bioetanol mampu meningkatkan permintaan terhadap komoditas pertanian sehingga berdampak pada perbaikan harga jual dan peningkatan pendapatan petani.

Baca Juga :  Krisis Etika, BEM UBL Desak BK dan Fraksi Tegas soal Andy Roby

“Harapannya, dengan adanya investasi ini, harga komoditas petani menjadi semakin baik sehingga kesejahteraan mereka juga meningkat,” katanya.

Terkait kesiapan pasokan bahan baku, Abas meyakini setiap investasi berskala besar yang masuk ke Lampung telah melalui kajian komprehensif, termasuk terkait ketersediaan bahan baku.

“Kalau soal pasokan bahan baku, nanti bisa kita cek lebih lanjut kepada dinas terkait. Namun saya yakin setiap investasi besar yang masuk ke Provinsi Lampung, termasuk pembangunan pabrik, tentu sudah melalui kajian yang matang. Tidak mungkin ada investasi besar jika pasokan bahan bakunya tidak tersedia,” jelasnya.

Abas menegaskan, tantangan utama bukan hanya menghadirkan investasi, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani.

Karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diminta mengawal proses hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal.

Baca Juga :  Suara Warga dan Irama Gamelan, Jejak Reses Elly Wahyuni di Way Ratai

“Yang paling penting saat ini adalah OPD terkait, baik pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Lampung, memastikan para petani benar-benar bisa sejahtera. Kesejahteraan itu harus diwujudkan melalui hilirisasi yang dilakukan pemerintah maupun pihak swasta yang berinvestasi di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan industri bioetanol di Lampung tidak hanya menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional, tetapi juga harus menjadi momentum memperkuat sektor pertanian, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya para petani. (Amd)

Berita Terkait

Cegah Air Lindi Cemari Sungai, Rizaldi Adrian Tekankan Pembenahan TPA Bakung
Narkoba Terus Berulang, Yanuar Irawan Desak Evaluasi Penanganan Narkoba, Hak Pendidikan Anak Harus Dilindungi
Ketua DPRD Lampung : Energi Muda KMHDI Dibutuhkan untuk Kemajuan Daerah
DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan
Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M
Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Cegah Air Lindi Cemari Sungai, Rizaldi Adrian Tekankan Pembenahan TPA Bakung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Narkoba Terus Berulang, Yanuar Irawan Desak Evaluasi Penanganan Narkoba, Hak Pendidikan Anak Harus Dilindungi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Ketua DPRD Lampung : Energi Muda KMHDI Dibutuhkan untuk Kemajuan Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:40 WIB

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 08:57 WIB

Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:48 WIB

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB