Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Rabu, 9 September 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Menyusul rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berada pada tingkat aktivitas Level III (Siaga), Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk meningkatkan kesiagaan penuh. Langkah ini guna mengantisipasi sebaran debu vulkanik yang masih dirasakan cukup masif oleh masyarakat.

Andika mengungkapkan, meskipun situasi umum di lapangan terpantau masih terkendali dan belum memunculkan dampak fatal yang signifikan, potensi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik tetap memerlukan perhatian serius.

Baca Juga :  Hari Kartini 2026, Maulidah Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan

“Sampai saat ini kondisi relatif masih aman dan belum ada dampak yang begitu signifikan, tetapi memang kondisi debu masih banyak dirasakan di luar ruangan,” ujar Andika saat diwawancarai di Ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026)

Seiring dengan aktivitas vulkanik GAK yang terus tercatat melontarkan material debu, Andika mendorong Dinas Kesehatan agar tidak lengah dan segera merapatkan barisan pelayanan kesehatan.

“Imbauan kita agar Dinas Kesehatan memastikan kesiapan dari tim kesehatan, baik di puskesmas ataupun di rumah sakit. Selain itu, harus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya abu vulkanik untuk kesehatan dan penanganannya,” tegas politisi Gerindra tersebut.

Baca Juga :  Jika Terbukti Curang, DPRD Lampung Minta Pecat Siswa Saat Proses PPDB 2023

Andika juga menyoroti kebijakan pembatasan aktivitas fisik langsung bagi para pelajar. Ia mendukung penuh langkah belajar secara daring, namun ia meminta para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak beraktivitas bebas di luar rumah saat intensitas debu tinggi.

“Aktivitas lain saat ini memang anak sekolah belajar daring dan mendorong orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026

Lebih lanjut, Andika mengimbau masyarakat luas agar disiplin menerapkan protokol kesehatan darurat guna menghindari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi mata.

“Menghimbau masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan harus menggunakan masker dan pelindung mata. Karena memang kondisi debu masih terasa. Imbauan kepada warga untuk memahami protokol kesehatan yang ada yang disampaikan, memakai masker dan lain sebagainya, serta selalu menjaga diri masing-masing,” pungkasnya. (Amd)

Penulis : Ahmad Mufid

Editor : Pina haidar

Berita Terkait

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan
Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M
Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu
Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026
Gabah Lampung Tembus Rp8.000, Imelda Soroti Aturan Distribusi ke Luar Daerah
Kemarau Berdampak pada Pertanian, Warga Payung Batu Minta Bantuan Pompa Air

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:40 WIB

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 08:57 WIB

Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M

Selasa, 15 September 2026 - 16:35 WIB

Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia

Kamis, 10 September 2026 - 21:32 WIB

Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar

Rabu, 9 September 2026 - 14:51 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB