Aksi Damai AMAL: Dukung MBG, Massa Minta Koruptor Dihukum Berat

Senin, 22 Juni 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Aliansi Masyarakat Lampung Dukung Makan Bergizi Gratis (AMAL MBG) menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendesak aparat penegak hukum menindak tegas praktik korupsi dalam pelaksanaannya, Senin (22/6/2026).

Dalam aksi tersebut, dari atas mobil komando, salah satu perwakilan ibu-ibu menyampaikan kekecewaan atas dugaan penyimpangan yang dinilai mencoreng program pro rakyat tersebut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Kasus Keracunan MBG Tak Dipolitisasi

“Kami ini merasakan langsung manfaat Program MBG. Ini sangat membantu, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga dan rakyat kecil. Jangan sampai program bagus seperti ini malah dikorupsi,” ujarnya di bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung.

Perempuan yang juga terlibat sebagai relawan dapur MBG itu menegaskan, pelaku korupsi dalam program tersebut harus dijatuhi hukuman berat.

“Kalau perlu dihukum seberat-beratnya, bahkan kalau bisa dihukum mati. Ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa. Jangan sampai hak mereka dirampas karena keserakahan segelintir orang,” tegasnya, disambut sorakan massa.

Baca Juga :  MBG Itu Soal Ketahanan Pangan, Kesejahteraan Petani, Pemberdayaan UMKM, dan Masa Depan Ekonomi Daerah: Jangan Stop MBG!!!

Sementara itu, Penanggung Jawab AMAL MBG, Isnan Subkhi, menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah harus dibarengi dengan komitmen serius dalam pemberantasan korupsi.

“Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya nyata. Tapi kami juga menuntut agar setiap penyimpangan ditindak tegas dan pelakunya dihukum berat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jenazah Mahasiswa ITERA Terseret Ombak Berhasil Ditemukan

Menurut Isnan, Program MBG merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dan pelajar. Namun, dugaan penyimpangan dinilai dapat merusak tujuan utama program tersebut.

“Korupsi dalam program ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga merampas hak masyarakat, terutama anak-anak,” pungkasnya. (Amd)

Berita Terkait

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik
Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK
Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:40 WIB