170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan

Rabu, 2 September 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu, (Dinamik.id) – Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Sekitar 170 hektare pertanaman dilaporkan terancam gagal panen atau puso akibat kekurangan pasokan air.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pringsewu, Luky Ardrian, mengatakan dampak kekeringan paling dirasakan pada lahan sawah tadah hujan.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi ketersediaan air yang sangat bergantung pada curah hujan.

Saat musim kemarau berlangsung panjang, tanaman padi menjadi lebih rentan mengalami kekurangan air hingga gagal panen.

“Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, yang salah satunya dipengaruhi fenomena El Nino, memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Pringsewu,” kata Luky, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan, kekurangan air dapat menyebabkan produktivitas tanaman menurun, terutama ketika tanaman memasuki fase generatif.

Baca Juga :  Hadiri Syukuran HUT Polwan, Ini Pesan Kapolres Pringsewu

Pada fase tersebut, tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mendukung pembentukan dan pengisian bulir padi.

Jika kekeringan berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan, kondisi tanaman dapat semakin memburuk hingga mengalami puso.

Berdasarkan laporan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), saat ini terdapat sekitar 170 hektare pertanaman yang terancam gagal panen akibat kekeringan.

Untuk mengurangi dampaknya, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya penanganan, di antaranya melalui pemanfaatan sumur bor dan pompanisasi untuk menyediakan serta mendistribusikan air ke lahan pertanian.

“Dari luasan yang terancam tersebut, kurang lebih 60 hektare telah mendapatkan penanganan melalui upaya penyediaan dan distribusi air dari kegiatan sumur bor dan pompanisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Daftar Puluhan Pejabat yang Dilantik Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas

Meski terdapat lahan yang terdampak, Luky menyebut kondisi pertanian di Kabupaten Pringsewu secara umum masih cukup baik.

Produksi pertanian masih berada pada tingkat yang cukup tinggi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Namun, bagi petani yang tanaman padinya mengalami puso, kekeringan tetap menimbulkan kerugian ekonomi. Petani kehilangan potensi hasil panen sekaligus pendapatan yang seharusnya diperoleh saat musim panen.

Di sisi lain, sebagian petani telah melakukan penyesuaian pola tanam menghadapi musim kemarau.

Khususnya pada musim tanam kedua yang bertepatan dengan masuknya musim kemarau, sejumlah petani memilih tidak menanam padi dan beralih ke komoditas yang membutuhkan lebih sedikit air.

Beberapa di antaranya memilih tanaman hortikultura atau sayuran berumur pendek yang dapat dipanen lebih cepat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi ketersediaan air sekaligus menjaga agar petani tetap memperoleh pendapatan dari lahan yang dimiliki.

Baca Juga :  Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Pers, Bupati Paparkan Capaian 1 Tahun Kepemimpinan

Luky menambahkan, pencegahan risiko gagal panen akibat kekeringan membutuhkan sinergi berbagai pihak.

Langkah tersebut perlu dilakukan mulai dari sosialisasi hingga pelaksanaan gerakan percepatan tanam.

Selain itu, petani perlu didorong menggunakan varietas atau benih berumur genjah dan memiliki toleransi terhadap kondisi kekeringan.

Penguatan infrastruktur dan sumber daya air pertanian juga dinilai penting, termasuk perbaikan maupun pembangunan jaringan irigasi, pembangunan sumur bor, serta pompanisasi pada wilayah yang memiliki potensi mengalami kekeringan.

“Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan produktivitas pertanian tetap terjaga dan petani dapat terlindungi dari risiko kerugian akibat dampak musim kemarau yang berkepanjangan,” pungkasnya. (Rhn)

Penulis : Raihan

Editor : pina

Berita Terkait

Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari-Sukoharjo IV Senilai Rp10 Miliar
CV Salim Jaya Konstruksi Jadi Rekanan Tetap Dinas PUPR Pringsewu Walau Kerap Mendapat Temuan BPK
Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator
CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR
Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu
Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar
Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari-Sukoharjo IV Senilai Rp10 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu

Berita Terbaru

Bisnis

PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:52 WIB

Bisnis

PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:12 WIB