Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU, (Dinamik.id) – Warga Pringsewu, Lampung, digegerkan dengan penemuan tiga bocah dalam kondisi meninggal dunia di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Senin (5/10/2026) siang.

Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya peristiwa tiga bocah yang diduga tenggelam di bendungan tersebut.

Berdasarkan hasil identifikasi, ketiga korban masing-masing bernama Zainul (7) Warga Pekon Podosari Pringsewu, Dafa Alfarezel (8) warga Pekon Podosari Pringsewu dan Khoirul Imam (8) warga pekon Sinar Baru Sukoharjo. Ketiganya masih berstatus sebagai pelajar sekolah dasar.

Kapolsek menjelaskan, korban pertama yang ditemukan adalah Zainul sekitar pukul 12.30 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna merah dan celana pendek abu-abu.

Sekitar satu jam kemudian, warga kembali menemukan korban kedua, yakni Dafa Alfarezel. Bocah tersebut ditemukan mengenakan kaos warna oranye dan celana pendek warna merah.

Baca Juga :  Kepergok Curi Motor, Pria Berhelm Kuning Nyaris Babak Belur Diamuk Masa

Sementara korban terakhir, Khoirul Imam, ditemukan sekitar pukul 13.42 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja biru kombinasi garis hitam-biru serta celana berwarna krem.

Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah dua orang remaja yang hendak menyebrangi bendungan yang kemudian melihat pakaian merah dalam kondisi mengambang, curiga kedua remaja tersebut kemudian mendekatinya dan ternyata seorang anak laki-laki.

Remaja tersebut kemudian bergegas menuju permukiman warga yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi untuk meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berdatangan dan melakukan evakuasi terhadap korban.

Pada awalnya, warga tidak mengetahui identitas korban. Namun, warga dan petugas kemudian mencurigai adanya korban lain setelah menemukan tiga pasang sandal di sekitar lokasi bendungan, sementara saat itu baru satu korban yang ditemukan.

Kecurigaan tersebut mendorong warga bersama petugas melakukan pencarian lebih lanjut di sekitar bendungan. Setelah pintu air dibuka dan permukaan air mulai surut, dua korban lainnya akhirnya berhasil ditemukan.

Baca Juga :  Polri Buka Penerimaan Tamtama Brimob dan Tamtama Polair, Ini Penjelasan Kabag SDM Polres Pringsewu

Ketiga korban dievakuasi oleh petugas ke Puskesmas Pringsewu untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan ketiga bocah tersebut meninggal dunia.

“Untuk sementara, dugaan awal ketiga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Namun, kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian,” ujar AKP Ramon mewakili Kapolres pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra..

Setelah proses penanganan di fasilitas kesehatan selesai, jenazah ketiga korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga disebut tidak bersedia dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat berada di sekitar bendungan, sungai, kolam, maupun perairan lainnya, khususnya bagi anak-anak.

Baca Juga :  Bantuan Irjen Pol Helmy Santika Jadi Harapan Baru Relawan Kanker Lampung

Kapolsek mengimbau masyarakat, terutama anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang, agar tidak bermain atau berenang di bendungan, sungai, kolam, maupun lokasi perairan yang memiliki kedalaman dan arus yang berbahaya.

“Anak-anak yang tidak mahir berenang sebaiknya tidak bermain di sekitar perairan, terlebih tanpa pengawasan orang dewasa. Kondisi bendungan juga tidak bisa dianggap aman karena kedalaman dan arus air dapat berubah sewaktu-waktu,” imbaunya.

Ia juga meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama ketika bermain di luar rumah. Anak-anak diharapkan tidak dibiarkan bermain di lokasi yang berisiko, termasuk bendungan, sungai, saluran irigasi, dan tempat penampungan air.

“Pengawasan orang tua sangat penting. Jangan sampai anak bermain di sekitar perairan tanpa diketahui atau tanpa pendampingan orang dewasa. Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.(rhn)

Berita Terkait

Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar
Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati
M. Syukron Muchtar Luncurkan MSM Academy, Dorong Anak Muda Berani Maju dan Bertumbuh
170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan
Sudah Di-hold, Pembangunan Masih Jalan; Wabup Pringsewu: Kalau Belum Berizin Berhenti
Pemilik Lahan Baku Sawah Pajaresuk Diduga Abaikan Pemerintah, Alih Fungsi Lahan Jalan Terus
Badan Kehormatan DPRD Pringsewu Akan Panggil Dua Anggota Diduga Tidur dan Scroll TikTok saat Paripurna
Pembangunan Gudang di Fajaresuk Masuk Lahan Baku Sawah Di ‘Hold’

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati

Senin, 14 September 2026 - 11:34 WIB

M. Syukron Muchtar Luncurkan MSM Academy, Dorong Anak Muda Berani Maju dan Bertumbuh

Rabu, 2 September 2026 - 20:55 WIB

170 Hektare Sawah di Pringsewu Terancam Puso Akibat Kekeringan

Rabu, 2 September 2026 - 20:53 WIB

Sudah Di-hold, Pembangunan Masih Jalan; Wabup Pringsewu: Kalau Belum Berizin Berhenti

Berita Terbaru


Jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) saat menghadiri Cigar Festival (ICF) 2026 di Bali, Jumat (2/10). PTPN I membawa produk cerutu Indonesia lebih dekat ke pasar global.

Ekonomi dan Kreatif

Semakin Ekspansif, PTPN I Bidik Pasar Global Cerutu dari Bali

Sabtu, 3 Okt 2026 - 13:22 WIB

Wakapolres Lampung Utara mewakili Kapolres Lampung Utara menghadiri kegiatan Colour Fun Genzi Aprozi Alam yang digelar di Stadion Sukung Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Minggu (30/8/2026). ILUSTRASI DOK GENZI

Edukasi

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:17 WIB