Sekjen Kemenag RI: Kolaborasi adalah Kunci Peradaban Pendidikan

Rabu, 14 Agustus 2024 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (Dinamik.id) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani STP MT menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam membangun peradaban pendidikan.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kopertais Wilayah XV Lampung bertema “Academic Leadership in Higher Education: Unlocking Success-Key Qualities of Academic Leaders in Shaping Higher Education’s Future” yang berlangsung di Ruang Teater Lt.2 Gedung Academic & Research Center, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Rabu (14/08/2024).

Baca Juga :  Mahasiswa FEBI UIN RIL Raih Juara International Olympiad on Islamic Economics and Business

Dalam paparannya, Prof Ali Ramdhani menguraikan tentang revolusi pendidikan yang saat ini memasuki era Education 4.0. Ia menjelaskan bahwa dalam fase ini, pembelajar bukan lagi sekadar penerima pengetahuan, melainkan juga menjadi penghubung, pencipta, dan konstruktivis.

“Di era Education 4.0, pembelajar berperan sebagai penghubung, pencipta, dan guru bagi sesama. Mereka memanfaatkan teknologi dan akses terbuka terhadap informasi untuk mengembangkan diri,” jelasnya.

Prof Ali Ramdhani juga menekankan bahwa perubahan adalah keniscayaan bagi setiap institusi pendidikan. “Tidak ada spesies di dunia ini yang mampu bertahan kecuali mereka yang responsif terhadap perubahan,” ujarnya. Menurutnya, perguruan tinggi harus selalu berinovasi agar tetap relevan dan tidak tertinggal oleh zaman.

Baca Juga :  Unila Stand Favorit Pekan Raya Lampung 2024

Selain itu, ia menegaskan bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan di masa depan. “Musuh kita bukanlah perguruan tinggi lain, tetapi kebodohan. Oleh karena itu, kolaborasi adalah jalan untuk bersama-sama memajukan peradaban melalui pendidikan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemimpin akademik untuk menghilangkan rasa persaingan yang tidak sehat dan fokus pada kerjasama demi memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. “Tidak ada Superman di dunia ini, namun yang ada adalah Superteam, semua tugas besar harus dikerjakan secara kolaborasi,” tutupnya.

Baca Juga :  Jurusan MD FDIK Gelar Lomba Desain Manajemen Masjid Nasional

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN RIL, Rektor IAIN Metro Lampung, Prof Dr Hj Siti Nurjanah MAg PIA, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Dr H Puji Raharjo SAg SS MHum, serta pejabat lainnya dari Kopertais Wilayah XV Lampung. (Pin)

Berita Terkait

Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031
IKA SUKA Lampung Resmi Reorganisasi, Menteri PPPA Tekankan Soliditas Alumni
Demi Masa Depan UNILA, Ferdiansyah Suarakan Harapan Calon Rektor dari Internal
Safari Daud Pimpin IKA SUKA Lampung, Siap Perkuat Peran Alumni untuk Daerah
BPMP, BGTK, Balai Bahasa, dan Dewan Pendidikan Bahas Arah Kebijakan Pendidikan Lampung
Dewan Pendidikan Lampung Ajak Masyarakat Kawal SPMB SMA/SMK 2026
Perkuat Pengawasan dan Karakter, Disdikbud Lampung Antisipasi Tawuran Pelajar
SPMB Lampung 2026 Dirombak, Kadis Pendidikan: Jalur Domisili Kini Lebih Adil dan Berkualitas

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:49 WIB

Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031

Senin, 27 Juli 2026 - 21:48 WIB

IKA SUKA Lampung Resmi Reorganisasi, Menteri PPPA Tekankan Soliditas Alumni

Senin, 27 Juli 2026 - 21:46 WIB

Demi Masa Depan UNILA, Ferdiansyah Suarakan Harapan Calon Rektor dari Internal

Senin, 27 Juli 2026 - 14:37 WIB

Safari Daud Pimpin IKA SUKA Lampung, Siap Perkuat Peran Alumni untuk Daerah

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:34 WIB

BPMP, BGTK, Balai Bahasa, dan Dewan Pendidikan Bahas Arah Kebijakan Pendidikan Lampung

Berita Terbaru

DPRD Provinsi

DPRD Lampung Soroti Pajak Air, Dorong Pengawasan Berbasis Watermeter

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:09 WIB