Lampung–Jawa Timur Perkuat Konektivitas, Dorong Investasi dan Hilirisasi Produk Unggulan

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Swiss-Belhotel Lampung, Kamis (7/8/2025).

Forum ini menjadi momentum penting dalam penguatan kerja sama lintas provinsi, khususnya di sektor industri, pertanian, perdagangan, dan pendidikan.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menyampaikan optimisme atas stabilitas ekonomi daerah di tengah perlambatan ekonomi global. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Lampung yang tetap terkendali dan peluang besar dari konektivitas dengan Jawa Timur sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur.

“Lampung merupakan pintu gerbang Sumatra, dan Jawa Timur adalah jantung ekonomi kawasan timur Indonesia. Jika konektivitas ini diperkuat, akan terbuka jalan bagi peningkatan perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan,” ujar Mirza.

Baca Juga :  Chusnunia Lepas Kontingen Pramuka ke Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Tingkat Nasional IV

Gubernur Lampung juga menyinggung potensi sektor pertanian, khususnya jagung, sebagai salah satu komoditas unggulan yang akan terus dikembangkan. Ia berharap ada dukungan benih unggul dari Jawa Timur agar produksi jagung di Lampung bisa meningkat untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak yang besar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menegaskan pentingnya membangun kedekatan antardaerah bukan hanya berdasarkan kepentingan ekonomi, melainkan juga karena kesamaan budaya dan visi pembangunan nasional.

“Kami melihat banyak potensi Lampung, terutama di sektor pertanian dan UMKM. Jawa Timur siap menjadi mitra strategis untuk hilirisasi produk Lampung. Kita juga ingin mendorong integrasi produksi dalam negeri agar lebih kompetitif,” kata Khofifah.

Khofifah juga menyinggung pentingnya kerja sama pendidikan. Ia menawarkan kesempatan bagi siswa-siswi asal Lampung untuk mengikuti pendidikan di SMA Taruna yang ada di Jawa Timur, yang telah terbukti mencetak lulusan berprestasi dan nasionalis.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Raih Penghargaan KP2MI di Ajang HPMI 2025

Forum investasi kali ini diikuti oleh 153 pelaku usaha, terdiri dari 100 pelaku usaha asal Lampung dan 53 dari Jawa Timur. Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara lima OPD, satu BUMD (Bank Jatim dan Bank Lampung), serta empat asosiasi komoditas strategis.

Sektor-sektor yang menjadi fokus kerja sama antara lain pertanian, kelautan dan perikanan, perkebunan, jasa industri kreatif, dan bahan baku industri. Salah satu kesepakatan strategis adalah rencana pembangunan pabrik gula merah di Lampung oleh investor asal Kediri, Jawa Timur, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026.

Kedua Gubernur sepakat untuk memperkuat koneksi logistik antara Lampung dan Jawa Timur, mengingat peran penting Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai jalur tol laut nasional. Sejumlah produk seperti kopi, pisang, dan tapioka dari Lampung selama ini telah menjadi komoditas favorit pelaku usaha di Jawa Timur.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Resmi Lantik Marindo Kurniawan Sebagai Sekda Provinsi Lampung

“Kami tidak hanya ingin membangun transaksi jangka pendek, tetapi kontinuitas bisnis antarwilayah agar memberi nilai tambah yang maksimal,” tegas Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menyoroti keunggulan teknologi pengolahan arang kelapa cair di Lampung yang dinilai paling maju di Indonesia dan telah menarik minat eksportir dari Hong Kong.

Kedua gubernur berkomitmen untuk saling mengunjungi dan mengembangkan kerja sama jangka panjang, termasuk pertukaran pelajar, program pendidikan vokasi, penguatan SDM, serta kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah. (Pin).

Berita Terkait

Marindo: Pemprov Lampung Tekan Inflasi, IPH Lambar 10 Besar Tertinggi
Buka FGD OJK, Marindo Kurniawan: Kehutanan Lampung Siap Jadi Motor Ekonomi Karbon
Ekspor Perdana 3.300 Ton Tapioka ke Tiongkok, Lampung Tegaskan Diri sebagai Lumbung Singkong Nasional
Gubernur Lampung Kolaborasi dengan Perbankan Perkuat Tiga Sektor
Wagub Lampung Serahkan Bantuan Korban Bencana Sumut Rp500 Juta
Pemprov Lampung Luncurkan Program Inovatif RMD-Ku untuk Tingkatkan IPM 
Rahmat Mirzani Djausal Raih Predikat Terbaik Fakultas Teknik Unila Periode April 2026
Gubernur Lampung Tekankan Kualitas Perbaikan Jalan Wates–Metro Rp14,67 Miliar

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 13:57 WIB

Marindo: Pemprov Lampung Tekan Inflasi, IPH Lambar 10 Besar Tertinggi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:08 WIB

Buka FGD OJK, Marindo Kurniawan: Kehutanan Lampung Siap Jadi Motor Ekonomi Karbon

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:53 WIB

Ekspor Perdana 3.300 Ton Tapioka ke Tiongkok, Lampung Tegaskan Diri sebagai Lumbung Singkong Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:52 WIB

Gubernur Lampung Kolaborasi dengan Perbankan Perkuat Tiga Sektor

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:19 WIB

Wagub Lampung Serahkan Bantuan Korban Bencana Sumut Rp500 Juta

Berita Terbaru

DPRD Provinsi

DPRD Lampung Minta Pengawasan Ketat Lapak Kurban Pinggir Jalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:01 WIB

DPRD Provinsi

Dewi Mayang Sari Djausal Apresiasi Polda Lampung Ungkap Kasus TPPO

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:02 WIB