Ekspor Perdana 3.300 Ton Tapioka ke Tiongkok, Lampung Tegaskan Diri sebagai Lumbung Singkong Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melepas ekspor perdana 3.300 ton tepung tapioka ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp26 miliar. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Lampung sebagai lumbung singkong nasional.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Selasa (5/5/2026).

Ekspor ini menjadi tonggak penting dalam penguatan hilirisasi komoditas singkong sekaligus membuka peluang pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha di daerah.

Pelepasan ekspor ini juga menjadi simbol kebangkitan industri singkong Lampung yang tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, tetapi juga pada pengembangan industri hilir yang bernilai tambah tinggi.

 

Gubernur Mirza menegaskan bahwa singkong telah menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakat Lampung sejak masa kolonial.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum beras menjadi makanan utama, masyarakat Lampung telah mengandalkan umbi-umbian seperti singkong, sagu, dan sorgum sebagai sumber pangan.

Menurutnya, secara alamiah Lampung memiliki kondisi yang sangat ideal untuk pengembangan singkong.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Terima Piagam Penghargaan dan Plakat WTP dari Menteri Keuangan RI

Hal ini tercermin dari luas lahan dan dominasi komoditas tersebut dalam struktur pertanian daerah.

“Hampir 20 persen wilayah Lampung ditanami singkong. Dari sinilah tumbuh industri tapioka yang kini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.

Gubernur Mirza menyebutkan bahwa pada tahun 2025, sekitar 70 persen produksi tapioka nasional berasal dari Provinsi Lampung.

Kondisi ini menjadikan Lampung sebagai pemain utama dalam industri tapioka di Indonesia bahkan di tingkat Asia.

Namun demikian, Gubernur Mirza mengakui bahwa sektor ini tidak lepas dari tantangan, terutama fluktuasi harga yang kerap merugikan petani.

Pada 2025, harga singkong sempat jatuh hingga Rp400–Rp500 per kilogram, yang berdampak pada rendahnya pendapatan petani.

Sebagai langkah strategis, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat mengambil kebijakan penghentian impor tapioka guna melindungi pasar domestik.

Kebijakan ini diharapkan memberi ruang bagi petani dan industri lokal untuk tumbuh lebih kuat.

“Kalau ingin memakmurkan petani, industrinya juga harus didorong. Kita ingin berjalan bersama, bukan saling melemahkan,” tegasnya.

Baca Juga :  BI Luncurkan Uang Rupiah Kertas, Gubernur Orang Pertama di Lampung Melihat

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong penguatan riset melalui rencana pembentukan Lampung National Cassava Center bekerja sama dengan Universitas Lampung, guna menghasilkan bibit unggul dan meningkatkan produktivitas serta kualitas singkong.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan dukungan lembaga terkait, Gubernur Mirza optimistis dapat memperkuat posisi Lampung sebagai pusat industri tapioka nasional sekaligus pemain penting di pasar global.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia Drama Panca Putra menyampaikan bahwa singkong merupakan komoditas strategis yang memiliki potensi besar dalam hilirisasi industri.

“Tepung tapioka memiliki pemanfaatan yang sangat luas, mulai dari industri makanan, farmasi, tekstil hingga kertas. Ini menunjukkan bahwa hilirisasi singkong memiliki nilai tambah yang tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pasar utama ekspor tapioka Indonesia masih didominasi oleh Tiongkok, disusul Filipina, Selandia Baru, dan Taiwan.

Sepanjang 2025, ekspor mencapai sekitar 22.500 ton dengan nilai lebih dari Rp130 miliar.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Dorong Sinergi Kopi dan Pariwisata Lewat Lampung Coffee Pavilion

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah menjaga kualitas dan kontinuitas produk agar mampu memenuhi standar pasar global yang semakin ketat.

“Kunci keberhasilan ekspor adalah kualitas dan kepercayaan. Produk harus aman, bermutu, dan memenuhi persyaratan negara tujuan,” ujarnya.

Di sisi lain, CEO Intan Group Jeremy Gozal mengungkapkan bahwa ekspor perdana ini merupakan hasil dorongan kuat dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperluas pasar ke tingkat internasional.

Ia menjelaskan bahwa pengiriman perdana ini ditujukan ke Pelabuhan Xiamen, Fujian, Tiongkok, dengan total sekitar 180 kontainer.

“Ini adalah tonggak sejarah bagi kami. Tiongkok merupakan pasar yang sangat potensial, dan ke depan kami juga membuka peluang ke negara lain seperti Korea Selatan dan Bangladesh,” ujarnya.

Jeremy juga menekankan bahwa ekspor menjadi solusi untuk meningkatkan harga singkong di tingkat petani, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. (*)

Berita Terkait

Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 Sekolah Raih Adiwiyata 2026-2030
Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD Lampung, Minta Tantangan Fiskal Tak Dibebankan ke Rakyat
Erupsi GAK, Mikdar Ilyas : Postur Anggaran Penanggulangan Bencana Lampung Perlu Dievaluasi
Gubernur Lapung Intruksikan KBM Daring Hingga 10 September Akibat Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Posisi Sasa Chalim dan Najiuloh, untuk Optimalisasi AKD
DPRD Lampung Desak Sekolah Diliburkan Sementara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Daring Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan, Thomas Amirico : Picu Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:44 WIB

Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 Sekolah Raih Adiwiyata 2026-2030

Rabu, 9 September 2026 - 20:23 WIB

Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD Lampung, Minta Tantangan Fiskal Tak Dibebankan ke Rakyat

Rabu, 9 September 2026 - 20:20 WIB

Erupsi GAK, Mikdar Ilyas : Postur Anggaran Penanggulangan Bencana Lampung Perlu Dievaluasi

Selasa, 8 September 2026 - 21:36 WIB

Gubernur Lapung Intruksikan KBM Daring Hingga 10 September Akibat Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 - 15:22 WIB

Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Posisi Sasa Chalim dan Najiuloh, untuk Optimalisasi AKD

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Dukung Pemprov Jabar Hijaukan Lahan Cikembang

Rabu, 30 Sep 2026 - 21:17 WIB