Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk: Saatnya Reformasi Total

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dedy Indra Prayoga, Direktur Lampung Democracy Studies

Lampung Democracy Studies (LDS) memandang situasi sosial-politik dan ekonomi Indonesia belakangan ini berada pada titik yang semakin mengkhawatirkan. Akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah dan elite politik kian menumpuk, dan bila tidak segera ditangani dengan langkah konkret, akan memperdalam jurang ketidakpercayaan rakyat terhadap demokrasi.

Pertama, gagalnya agenda reformasi yang telah menjadi cita-cita sejak 1998 semakin nyata. Wacana pembahasan sejumlah regulasi seperti UU Cipta Kerja, RKUHP, RUU TNI, hingga RKUHAP disusun tanpa partisipasi publik yang bermakna. Proses legislasi yang seharusnya inklusif justru berlangsung elitis, menjauh dari semangat demokrasi partisipatoris.

Baca Juga :  Strategi Politik Tersembunyi: Mengapa Beny Kisworo Dipinang?

Kedua, kondisi ekonomi masyarakat kian terhimpit. Pajak yang semakin membebani, harga kebutuhan pokok yang melambung, serta minimnya lapangan kerja memperburuk kualitas hidup rakyat. Di sisi lain, gaya hidup mewah pejabat publik, kenaikan tunjangan DPR, dan maraknya kasus korupsi semakin mempertebal rasa ketidakadilan sosial.

Ketiga, komunikasi politik pejabat publik dalam merespons aspirasi rakyat justru memperlihatkan ketidakpekaan. Pernyataan sejumlah anggota DPR seperti Adies Karding maupun Ahmad Sahroni mencerminkan sikap abai terhadap jeritan masyarakat. Lebih buruk lagi, ketika rakyat menyampaikan aspirasi secara damai, respons negara justru represif. Kasus meninggalnya Affan Kurniawan saat aksi demonstrasi menjadi bukti nyata kegagalan negara melindungi hak-hak konstitusional warganya. Kondisi ini berbanding lurus dengan data penurunan indeks demokrasi Indonesia yang dirilis Freedom House, yang menegaskan adanya kemunduran serius dalam kualitas demokrasi kita.

Baca Juga :  Hari Tani Nasional 2025 – Lampung sebagai Lokomotif Hilirisasi Pangan untuk Indonesia Emas

Atas dasar situasi tersebut, Lampung Democracy Studies menegaskan bahwa perlu adanya reformasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian agar tidak lagi menjadi alat represi yang menindas kebebasan sipil. Polri harus kembali pada mandatnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dan diperlukan reformasi total terhadap tubuh dan sistem partai politik di Indonesia. Partai politik tidak boleh lagi menjadi kartel kekuasaan yang hanya mementingkan kepentingan elite, melainkan harus menjadi ruang artikulasi kepentingan rakyat secara nyata.

Baca Juga :  Kondisi Demokrasi Indonesia Menjelang Pilkada 2024: Fenomena Kotak Kosong dan Tantangan Kontemporer

LDS percaya bahwa demokrasi hanya dapat bertahan bila rakyat merasa memiliki ruang yang adil untuk bersuara, dan negara hadir untuk mendengar serta melindungi mereka. Jika arah bangsa ini terus berjalan seperti sekarang, maka yang kita hadapi bukan sekadar krisis politik, melainkan krisis kepercayaan yang dapat mengguncang fondasi demokrasi itu sendiri. (Amd)

Berita Terkait

Sekolah Rakyat dan Realitas Urgensi Pendidikan Indonesia: Solusi Baru atau Pengalihan dari Persoalan Utama?
SADAR TANI METAGANIK: Saat Pertanian Membutuhkan Revolusi Kesadaran, Bukan Sekadar Revolusi Produksi
Survey Menunjukan Program Mulia MBG Belum Berdampak Positif Terhadap Pedagang Pasar Tradisional, Pemerintah Perlu Memperkuat Integrasi dengan Ekosistem Perdagangan Lokal
Satu Tahun Kepengurusan IJP Lampung 2025 -2028 : Merawat Kolaborasi, Menjaga Profesionalisme
Pajak Konten Kreator: Kewajiban atau Ancaman bagi Kreativitas Digital?
Di Balik Narasi Pertumbuhan: Krisis Kepercayaan terhadap Ekonomi Indonesia
Pendidikan Digital di Atas Reruntuhan Ruang Kelas
Dari Kelas yang Mengajar ke Kelas yang Berdialog: Reorientasi Pendidikan Demokrasi di Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 02:02 WIB

Sekolah Rakyat dan Realitas Urgensi Pendidikan Indonesia: Solusi Baru atau Pengalihan dari Persoalan Utama?

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:58 WIB

SADAR TANI METAGANIK: Saat Pertanian Membutuhkan Revolusi Kesadaran, Bukan Sekadar Revolusi Produksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:24 WIB

Survey Menunjukan Program Mulia MBG Belum Berdampak Positif Terhadap Pedagang Pasar Tradisional, Pemerintah Perlu Memperkuat Integrasi dengan Ekosistem Perdagangan Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:18 WIB

Satu Tahun Kepengurusan IJP Lampung 2025 -2028 : Merawat Kolaborasi, Menjaga Profesionalisme

Senin, 18 Mei 2026 - 22:54 WIB

Pajak Konten Kreator: Kewajiban atau Ancaman bagi Kreativitas Digital?

Berita Terbaru