Bandar Lampung, (dinamik.id) — Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Lampung menyampaikan sikap atas beredarnya pemberitaan terkait dugaan tindakan penggembosan ban mobil milik mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) di area Gedung DPRD Lampung yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Lampung berinisial AR dari Fraksi PDI Perjuangan.
Peristiwa yang terjadi 19 Januari 2026 tersebut terekam CCTV dan telah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Lampung untuk diproses sesuai mekanisme kode etik.
Ketua PERMAHI Lampung, Tri Rahmadona, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan tang tidak dapat dibenarkan baik secara hukum maupun etika jabatan publik.
PERMAHI Lampung mendorong BK DPRD Provinsi Lampung untuk memproses perkara ini secara transparan, objektif, dan akuntabel, serta menjatuhkan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran kode etik.
Selain itu, PERMAHI Lampung juga meminta agar hak-hak mahasiswa yang dirugikan dipulihkan serta kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Penegakan etik di lembaga legislatif adalah bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik dan supremasi hukum. PERMAHI Lampung akan terus mengawal proses ini,” ujar Tri Rahmadona, Jumat (6/2/2026).
Dengan adanya peristiwa ini, PERMAHI Lampung menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mengawal penegakan hukum dan etika pejabat publik di Provinsi Lampung.
PERMAHI juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk tidak takut menyuarakan kebenaran serta melaporkan setiap bentuk tindakan yang mencederai nilai-nilai demokrasi, hukum, dan keadilan.
Kasus ini diharapkan menjadi momentum perbaikan moral dan integritas lembaga legislatif agar kejadian serupa tidak kembali mencoreng marwah wakil rakyat di mata publik. (*)












