Pemprov Lampung Ikut Awasi Ketat Operasional Dapur SPPG

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Dinamik.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan ikut serta dalam pengawasan ketat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk meminimalisir kasus keracunan.(25/02/2026).

“Sudah pasti Pemerintah Provinsi Lampung ikut serta melakukan pengawasan ketat SPPG,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan, semua standar operasional prosedur yang ada harus dilaksanakan dengan disiplin dan ditaati oleh SPPG.

Baca Juga :  Ini Daftar 93 Pejabat Administrator dan Fungsional Dilantik, Sekprov: Harapan Besar Kemajuan Pemprov Lampung

“Semua aturan yang ada dalam SPPG itu harus dilakukan serta harus disiplin juga dalam pelaksanaan operasionalnya, karena ini sangat penting,” katanya.

Mengenai adanya kejadian keracunan diduga akibat mengkonsumsi makanan yang disajikan oleh dapur SPPG Menggala Tengah Kabupaten Lampung Tengah, ia memastikan korban telah ditangani dengan baik.

“Kabupaten Tulang Bawang sudah ikut melakukan tindakan atas adanya kejadian tersebut, karena memang terjadi di wilayahnya. Namun untuk update terbaru nanti akan dicek kembali perkembangannya,” ucap dia.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Penguatan ASN Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Sebelumnya sebanyak 33 orang di Tulang Bawang yang terdiri dari lima orang balita, 14 orang anak, satu orang lansia dan 13 orang dewasa dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan ataupun alergi makanan seperti mual, muntah dan buang air besar berkali-kali, diduga setelah menyantap telur asin yang ada dalam paket MBG.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Lepas 46 Kepsek Ikuti Program Kepala Sekolah Mengabdi Tingkat SMK

Paket MBG itu yang disajikan oleh SPPG Menggala Tengah pada Selasa (24/2) bersama menu lainnya yakni roti buatan sendiri, wafer, dan jeruk.

Puluhan warga yang mengalami keracunan ataupun alergi makanan tersebut kini di rawat di RSUD Menggala, dan kini pemeriksaan sampel makanan masih dilakukan oleh BPOM.(pin)

Berita Terkait

JAGA BUMI PESAWARAN! Tambang Batu Ilegal di Way Ratai Disegel, DLH Lampung: Jangan Rusak Alam Demi Keuntungan Sesaat!
DLH Lampung Segel Aktivitas Pengerukan Bukit Langgar di Sabah Balau
Pemprov Lampung Bidik Dampak Ekonomi Pornas Korpri 2027, Bukan Sekadar Sukses Penyelenggaraan
Mirza Lantik I Komang Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah Sisa Masa Jabatan 2025–2030
Picu Keluhan Warga, Pembangunan Perumahan Angkasa Land Dihentikan Sementara
Gubernur Lampung Pastikan Pantau Secara Berkala Kondisi Satwa di TNWK
Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung
Udara Bandar Lampung Aman, Warga Diimbau Tetap Jaga Kesehatan dan Lingkungan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 07:04 WIB

JAGA BUMI PESAWARAN! Tambang Batu Ilegal di Way Ratai Disegel, DLH Lampung: Jangan Rusak Alam Demi Keuntungan Sesaat!

Jumat, 6 November 2026 - 06:09 WIB

DLH Lampung Segel Aktivitas Pengerukan Bukit Langgar di Sabah Balau

Kamis, 5 November 2026 - 20:38 WIB

Pemprov Lampung Bidik Dampak Ekonomi Pornas Korpri 2027, Bukan Sekadar Sukses Penyelenggaraan

Rabu, 4 November 2026 - 13:42 WIB

Mirza Lantik I Komang Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah Sisa Masa Jabatan 2025–2030

Senin, 2 November 2026 - 22:30 WIB

Picu Keluhan Warga, Pembangunan Perumahan Angkasa Land Dihentikan Sementara

Berita Terbaru