Kelola Lahan 20 Hektar, PMII Lampung Fokus Kembangkan Pertanian dan Kehutanan Terpadu

Senin, 15 Juni 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung resmi meluncurkan Lembaga Pertanian dan Kehutanan (LPK) yang digelar di Kecamatan Way Tuba, Way Kanan, Ahad (14/6/2026).

Mengusung tema Tranformasi Integrated Farming System di Tangan Generasi Z untuk Masa Depan Berkelanjutan, peluncuran ini sebagai fokus gerakan menyentuh sektor riil yang berdampak langsung pada kemandirian ekonomi organisasi dan ketahanan pangan daerah.

Peluncuran lembaga Pertanian dan Kehutanan ini dirangkai dengan kegiatan Seminar Nasional sekaligus launching Pilot Project Integrated Farming System (IFS) atau Sistem Pertanian Terpadu LPK PKC PMII Lampung dengan diikuti oleh kader PMII dan stakeholder terkait.

Direktur Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PB PMII, Muhaemin Abdul Basit menyoroti pentingnya pergeseran arah gerak kader PMII dalam merespon isu strategis swasembada pangan nasional.

Ia menyampaikan bahwa basis kultural kader PMII mayoritas lahir dari masyarakat agraris, sehingga sangat ironis jika mahasiswa terputus dari realitas tersebut.

“Kita dilahirkan dari dunia pertanian, maka sebagai kader kita harus sering berdiskusi dan membicarakan soal pertanian,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Chusnunia Dukung Pembangunan Mabes PKC PMII Lampung

Muhaemin mengajak kader PMII untuk menjadikan LPK sebagai ruang produktif dalam membicarakan isu-isu pertanian.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor pertanian saat ini menyimpan peluang ekonomi yang sangat menjanjikan.

“Dengan pengelolaan yang tepat, pertanian dapat menjadi sumber kehidupan sekaligus kemandirian finansial bagi kader PMII di masa depan,” ungkapnya.

Ketua PKC PMII Lampung, M Yusuf Kurniawan menyampaikan bahwa LPK PKC PMII Lampung akan memfokuskan arah gerak sepenuhnya pada sektor pertanian dan kehutanan.

“Hal ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengembalikan kader PMII pada basis kulturalnya yang lahir dari masyarakat agraris sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Ia menilai, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kerja internal, tetapi juga pada sinergitas yang kuat antara daerah dengan PB PMII.

Dedi, sapaan akrabnya juga mengajak seluruh kader untuk saling menggerakkan potensi di bidang pertanian.

“Langkah ini adalah gerakan dari Lampung untuk nusantara sehingga dapat mengawal swasembada pangan dan hilirisasi di tingkat wilayah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pramuka dan PMII Lampung Kolaborasi Sedekah Oksigen

Ia menyatakan akan melakukan optimalisasi lahan sekitar 20 hektar milik PMII. Untuk itu, ia berharap kader PMII dapat bergerak dan saling menggerakkan di sektor agraris ini.

Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII, H Bustami Zainuddin menyatakan bahwa jika berbicara mengenai hilirisasi maka instrumen utamanya adalah Integrated Farming.

“Berbicara pertanian berarti bicara tentang konsep ekosistem dan rantai makanan yang saling berkesinambungan,” tuturnya.

Anggota DPD RI asal Lampung ini menyoroti pentingnya menjadikan lahan 20 hektar LPK PKC PMII Lampung sebagai pilot project.

“Harapannya, lahan ini dapat menjadi laboratorium nyata bagi petani milenial untuk belajar, berinovasi, dan membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi sektor yang modern, produktif, sekaligus menarik bagi generasi muda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Senator Lampung ini berharap lahan tersebut menjadi area produksi fisik dan ruang akademik sebagai kader. “Tanah ini harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang diskusi dan tempat pembelajaran nyata bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Lampung, Duryat dalam Seminar Nasional bertajuk Integrated Farming System (IFS) memaparkan materi mengenai rancangan sistematis IFS di sektor kehutanan. Menurutnya, pertanian terpadu tidak boleh mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Kapolres Mesuji AKBP. Yuli Haryudo, Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

“Kita harus melihat IFS dari kacamata sains dan ekologi. Bagaimana integrasi antara tanaman kehutanan, komoditas pertanian, dan peternakan di lahan 20 hektar bisa dirancang secara sistematis agar saling mendukung tanpa merusak daya dukung lingkungan,” jelasnya.

Ia mengungkap, hal ini dirasa penting sebagai sebuah solusi keberlanjutan ekonomi sekaligus ekologi.

Dikesempatan yang sama, Praktisi Pertanian Modern, Swindi Ariyanto membagikan sebuah kisah sukses usaha tani serta membedah aplikasi teknologi smart farming di era digital.

“Pertanian hari ini adalah soal efisiensi berbasis teknologi. Melalui inovasi smart farming, kita bisa memantau kondisi lahan, efisiensi pupuk, hingga prediksi panen secara presisi,” katanya.

Ia menyebut, sektor ini sangat seksi untuk komersialisasi dan jika dikelola secara profesional keuntungannya sangat menjanjikan untuk kemandirian kader.

______
Hafidz Fatur Rahman

Penulis : Hafidz Fatur Rahman

Editor : Pina

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB