Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak seluruh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk meningkatkan peran sosial kemasyarakatan serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan di hadapan sekitar 800 kader PMII dalam acara Hajatan Akbar dan Halal Bihalal Kader PMII Lintas Zaman yang digelar di Gedung K FKIP Universitas Lampung, Minggu (19/04/2026).
“Saatnya seluruh kader PMII beraksi nyata bagi kepentingan masyarakat luas. Berbagai program pemerintah bisa dikolaborasikan sesuai dengan nafas pergerakan,” ujar Jihan Nurlela.
Ia berharap kader PMII di Lampung dapat menjadi garda terdepan sebagai bagian dari elemen masyarakat yang tidak hanya mendukung, tetapi juga mengawasi realisasi program pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
“Sebagai kader PMII, saya berharap seluruh kekuatan organisasi berkomitmen dalam mendukung sekaligus mengawasi program pemerintah provinsi. Keinginan Pak Gubernur hanya satu, yaitu membawa kemajuan bagi Provinsi Lampung. Karena itu, kita wajib memberikan dukungan secara total,” tambahnya.
Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini turut dihadiri sejumlah tokoh senior PMII Lampung, di antaranya Hairi Fasyah, Zulkarnain Ali, Fajrun Najah Ahmad, Bustami Zainudin, Aryanto Munawar, Mudai Yunus, Syahrudin Putra, Saipul, Hidir Ibrahim, Maksum Abrori, Mursaidin Albantani, Mutakin, Wawan Sah, Khaidir Bujung, Jufri Karim, Arif Suhaimi, Jauharoh Hadad, Ela Siti Nuryamah, Erlina, serta para Ketua Mabincab PMII se-Lampung.
Hadir pula kader PMII yang kini menjadi legislator, seperti Fatikhatul Khoiriyah, Ahmad Basuki, Budi Hadi Yunanto, Munir Abdul Haris, Yudi Suprayoga, dan Darma Setiawan, serta kader yang menjabat sebagai komisioner KPU dan Bawaslu di berbagai daerah di Lampung.
Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Provinsi Lampung, Fajrun Najah Ahmad, dalam refleksi 66 tahun PMII menegaskan bahwa pergerakan kader lintas generasi harus terus hidup, dinamis, dan berorientasi pada kepedulian sosial.
“Pergerakan harus dijalankan secara maksimal sesuai profesi masing-masing, dengan orientasi utama kepedulian sosial. Kader PMII tidak boleh terpisah dari denyut nadi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap kritis kader terhadap pemerintah. Dukungan terhadap program pemerintah harus tetap dilakukan secara objektif dan adil.
“Jika ada program yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat atau justru menimbulkan masalah, kader PMII harus berani mengkritisi secara tegas sekaligus menawarkan solusi alternatif,” tegasnya.
Fajrun juga mengingatkan agar jajaran pejabat di Lampung tidak alergi terhadap kritik, karena kritik sejatinya bertujuan untuk perbaikan.
Sementara itu, Ketua PKC PMII Lampung, Muhammad Yusuf Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader lintas zaman yang hadir. Menurutnya, momentum ini penting untuk menjaga soliditas dan keberlanjutan pergerakan PMII di Lampung.
Kegiatan yang berlangsung hingga petang tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII yang jatuh pada 17 April. Perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Mabinda PMII Lampung yang kemudian diserahkan kepada Wakil Gubernur Jihan Nurlela, serta dari Ketua PKC PMII kepada Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul.
Acara juga diwarnai dengan penyampaian aspirasi dan gagasan dari para alumni dan kader. Meski sempat berlangsung dinamis, diskusi tersebut tetap berjalan dalam semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat eksistensi PMII di tengah masyarakat. (Pin)

Penulis : Pina











