Demokrasi Jangan Sekadar Formalitas, Mbak Khoir Soroti Krisis Integritas Legislasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id)-Anggota DPRD Provinsi Lampung yang juga Ketua Fraksi PKB Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menegaskan demokrasi tidak boleh hanya berhenti pada seremoni pemilu.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Seminar Hukum Nasional bertema Integritas Pembentukan Undang-Undang dan Tantangan Demokrasi Indonesia, Rabu (13/5/2026).

Dalam forum tersebut, Mbak Khoir -sapaan karib Fatikhatul Khoiriyah- menyoroti turunnya kepercayaan publik terhadap proses legislasi dan tata kelola pemerintahan yang dinilai semakin jauh dari kepentingan rakyat.

Baca Juga :  Besok Malam KPU akan Mengumumkan Gubernur, Bupati dan Walikota Terpilih Pilkada 2024

“Demokrasi tidak hanya diukur dari pemilu yang terlaksana, tetapi dari integritas hukum, partisipasi publik, dan akuntabilitas kekuasaan,” tegas Mbak Khoir.

Menurutnya, pembentukan undang-undang harus berpihak kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi ruang kompromi politik elite maupun kepentingan ekonomi tertentu.

Ia juga menyinggung tingginya biaya politik yang dinilai memicu pragmatisme dalam pengambilan kebijakan. Dampaknya, kualitas legislasi menurun dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik ikut tergerus.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, Polres Metro Latihan Dalmas

“Ketika politik terlalu berorientasi pada kepentingan jangka pendek dan pembagian kekuasaan, substansi kebijakan sering diabaikan. Akibatnya rakyat kehilangan kepercayaan,” ujar mantan ketua Bawaslu Lampung itu.

Dalam pemaparannya, ia turut menekankan pentingnya transparansi legislasi, penguatan partisipasi publik, hingga reformasi pendanaan politik dan pemilu sebagai langkah memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia.

Selain itu, Mbak Khoir juga mengingatkan efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sekadar pemotongan belanja pemerintah. Menurutnya, anggaran harus tetap berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Baca Juga :  Solar Langka di Lampung, Politisi PKB Fatikhatul Khoiriyah: Mengganggu Roda Ekonomi!

“Efisiensi harus diukur dari manfaat dan efektivitas kebijakan, bukan hanya angka penghematan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih adaptif, responsif, dan terbuka terhadap pengawasan publik demi memperkuat akuntabilitas pemerintahan daerah. (Amd)

Berita Terkait

Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M
Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh
Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu
Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026
Hanya 8 dari 25 Anggota Hadir Paripurna, P3MN Soroti DPRD Pesisir Barat
DPRD Bandar Lampung Sahkan Raperda APBD-P 2026, Defisit Rp87 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:35 WIB

Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia

Kamis, 10 September 2026 - 21:32 WIB

Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar

Rabu, 9 September 2026 - 14:51 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Rabu, 9 September 2026 - 12:50 WIB

Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Dukung Pemprov Jabar Hijaukan Lahan Cikembang

Rabu, 30 Sep 2026 - 21:17 WIB