Lampung Selatan, (dinamik.id) — Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Lampung Selatan. Merespons kondisi udara yang tidak baik bagi kesehatan, DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan bergerak membagikan masker kepada warga.
Aksi yang digagas Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, bersama jajaran dan kader itu dilakukan di sekitar Kantor DPC, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Minggu (6/9).
Lesty mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.
“Ini bentuk respons kami terhadap kondisi masyarakat yang harus beraktivitas,” kata Lesty.
Pembagian masker akan dilakukan secara kontinu selama dua pekan ke depan. Bantuan tidak hanya menyasar Kalianda dan Rajabasa, tetapi juga sejumlah kecamatan lain agar distribusinya merata.
“Kami berharap apa yang dilakukan ini dapat sedikit mengurangi permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujarnya.
Selain pembagian masker, DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan memperkuat langkah mitigasi dengan membentuk Tim Koordinasi Mitigasi Gunung Anak Krakatau. Pembentukan tim dilakukan melalui rapat cepat tanggap yang digelar jajaran pengurus dan kader pada hari yang sama. Rohmat Hidayat ditunjuk sebagai ketua tim.
“Tim ini punya peran penting sebagai sumber informasi,” kata Lesty.
Kantor DPC di Way Urang juga disiagakan selama dua pekan sebagai pusat koordinasi. DPC turut menyiapkan ambulans siaga untuk membantu masyarakat di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa yang membutuhkan layanan.
“Ambulans ini untuk melayani masyarakat di dua daerah utama, Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Rajabasa,” ujarnya.
Informasi terkait perkembangan Gunung Anak Krakatau dan potensi kondisi darurat juga akan diperbarui secara berkala melalui grup WhatsApp. Lesty meminta seluruh kader tetap siaga agar respons terhadap kondisi mendesak dapat dilakukan secepat mungkin.
“Dengan adanya penugasan ini, kader-kader partai kita minta tetap siaga menghadapi potensi buruk yang terjadi ke depannya,” tegas Lesty. (*)









